-->

Kronik Toggle

Belum Bebas Buta Aksara, Dindik Jember Aktifkan Satgas Lagi

Jember – Belum tuntasnya program pemberantasan buta huruf di Kabupaten Jember, membuat Dinas Pendidikan (Dindik) gerah. Sehingga tahun ini bakal mengaktifkan lagi Satgas Penuntasan Buta Aksara.

“Keaksaraan Fungsional (KF) akan terus di laksanakan oleh Pemkab Jember, untuk menekan angka buta aksara di masyarakat,” terang Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Jember, Sudiyono, Senin (8/3/2010).

Sudiyono juga mengakui jika hingga saat ini masih banyak warga yang buta aksara. “Untuk itu kami menghidupkan kembali Satuan tugas (Satgas) penuntasan buta aksara, mulai dari tingkat kabupaten, hingga ke tingkat kecamatan dan desa,” imbuhnya.

Dengan begini diharapkan mampu menggerakan masyarakat, baik secara perorangan maupun organisasi untuk ikut ambil bagian dalam penuntasan buta aksara di kabupaten Jember.

Satgas itu nantinya juga mendirikan kelompok usaha mandiri, yang mengarah pada kelompok membaca masyarakat. “Sebenarnya program ini sudah bisa dikatakan tuntas pada tahun 2007, untuk usia produktif antara usia 15-45 tahun,” katanya.

Namun, untuk usia 45 tahun keatas berdasarkan data masih ada sebanyak 53.674 warga buta aksara yang tersebar di 31 kecamatan, sehingga pihaknya berupaya untuk� memberikan pelatihan dan ketrampilan usaha mandiri kepada masyarakat jember sebagai bentuk penuntasan buta aksara yang sekaligus juga mengembangkan usaha ekonomi kerakyatan.

Oleh karena itu, menurutnya pada tahun 2010 ini, sisa penduduk masyarakat jember yang buta aksara lebih kurang 2 persen dari jumlah penduduk jember. Dengan menghidupkan kembali satgas penuntasan buta aksara sebagai penuntasan Buta aksara jilid II di kab Jember semua diharapkan bisa tuntas.

*) Dikronik dari beritajatim, 8 maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan