-->

Kronik Toggle

Bedah Buku “Memoar Han Hwie Song”

SURABAYA–Namanya Han Hwie Song; seorang dokter Tionghoa yang dilahirkan di Surabaya akhir tahun 1931. Gejolak politik 1966 memaksanya menyandang status sebagai warga asing dan mendepaknya ke Tiongkok. Namun kecintaannya pada Indonesia tak pernah surut.

Han Hwie Song kemudian belajar di Belanda dan bergiat didunia kedokteran.  Ia banyak sekali menulis dan memberikan kontribusi besar bagi dunia kesehatan. Dr. Han menjadi jembatan penghubung antara dunia eropa dengan Tiongkok. Pada 1999  ia mendapat penghargaan tertinggi dari Ratu Beatrix atas dedikasinya dalam dunia kesehatan, yaitu Bintang Ridder In De Orde Van Oranje Nassau.

Perjalanan panjang itu terekam dalam buku “Memoar Han Hwie Song: Dari Pecinan Surabaya sampai Menerima Bintang Ridder in de Orde van Oranje Naussau” yang dibedah di Ruang A301 Kampus Unversitas Katolik Widya Mandala Surabaya (27/3). Hadir sebagai pembicara adalah Ir. J. Loekito Kartono dan Stanley.

“Dr. Han tumbuh di pecinan,  kawasan  yang secara khusus disediakan sebagai sarana pembatasan geografis dan budaya Tiong Hoa untuk memudahkan kontrol pemerintah,” tutur Ir. Kartono dalam diskusi yang dipandu Henky Kurniadi itu.

Stanley menambahkan, “Buku ini merekam kembali kesaksian sejarah yang menunjukkan bagaimana kebijakan politis negara atas etnis Tiong Hoa yang tidak adil ditambah dengan munculnya stigma masyarakat yang semakin memojokkan.” (DS/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan