Bedah Buku Mahwi Air Tawar

IBOEKOE, SURABAYA- Pertemuan sastrawan muda Surabaya, Halte Sastra putaran ke-8 malam ini (13/3) membahas buku kumpulan cerpen karya sastrawan Madura, Mahwi Air Tawar, Mata Blater.

Mata Blater berisi 12 cerpen karya Mahwi yang pernah dipublikasikan di beberapa media massa. Meski dimuat oleh media berbeda, namun keduabelas cerpen itu memiliki satu benang merah, yaitu lian pendapat mengenai latar budaya dan tradisi masyarakat Madura, kampung halaman Mahwi.

Ririe Rengganis, dosen Sastra Indonesia di Universitas Negeri Surabaya yang menjadi pembedah mengatakan,”Tulisan Mahwi dapat meminimalisir kesalahpahaman pembacaan tradisi Madura yang selama ini berkembang di masyarakat. Dengan indah,Mahwi dapat menjelaskan bahwa carok bukan semata pertumpahan darah tapi upaya mempertahankan apa yang diyakini sebagai sebuah kebenaran” (DS)

Gus Muh

Gus Muh

Pencatat dan Pencatut Dunia Koran