-->

Kronik Toggle

[OBITUARI] Arwan Tuti Artha, KR

YOGYAKARTA – Pemalang dan KR Grup kembali kehilangan seorang putra terbaiknya. Wartawan senior Drs. H. Arwan Tuti Arta telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, Kamis (25/3) pukul 16.45 WIB, setelah sebelumnya menjalani perawatan selama 2 hari di RS Panti Rapih Yogyakarta.

Mas Arwan, demikian kami biasa menyapa, tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Ia masih mengikuti rapat pada Selasa (23/3) siang. Namun sesaat setelah rapat, tiba-tiba Mas Arwan pingsan di aula kantor KR, Jalan Pangeran Mangkubumi Yogyakarta. Tidak ada yang menyangka bahwa di rapat itulah almarhum akan meninggalkan kita semua.

Masih terngiang di kepala, pada kesempatan itu Mas Arwan melontarkan pemikiran-pemikirannya tentang dunia jurnalistik terkini dan masa mendatang. Betapa almarhum sangat concern dengan pekerjaan yang telah ditekuninya puluhan tahun sebagai jurnalis.

Selain menjadi jurnalis, almarhum juga dikenal sebagai sastrawan di Yogya. Sejumlah karya sastra dan buku telah diterbitkannya. Salah satu buku yang menjadi “best seller” adalah buku berjudul Dunia Spiritual Soeharto.

Sebuah buku yang menceritakan bahwa Soeharto adalah tokoh dari Jawa yang pernah memimpin negeri ini. Dia menjadi presiden dalam rentang waktu yang amat panjang, 32 tahun dan sangat kuat pengaruhnya. Dan itu tidak bisa dilepaskan dari laku spiritualnya.

Soeharto, menurut Mas Arwan, adalah orang Jawa yang sangat kuat mempercayai ilmu petung, wangsit, pulung, dunia laku tirakat, dan guru spiritual. Dalam hal ini Mas Arwan berhasil menguak sisi lain dari seorang penguasa negeri yang belum bernah disentuh penulis lain.

Karir jurnalistik Mas Arwan sangatlah panjang. Terlalu panjang bahkan untuk dituliskan. Mulai dari reporter, kemudian redaktur, hingga staf ahli Dirut KR bidang Media, hingga menjelang ajalnya.

Arwan Tuti Artha, lahir di Pemalang pada hari Selasa Wage, 1 Desember 1953. Almarhum merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan RA Aris Cipto Soewiryo dan RA Martuti. Almarhum merupakan cucu dari Patih Pemalang, Mardulhijah.

Almarhum meninggalkan seorang istri Saidah Khalifah (47 tahun) dan tiga orang putri, yakni Rara Ayu Manikam (meninggal di usia 7 bulan), Rara Dina Kusumastuti (20 tahun, kuliah di UGM dan UPN) dan Rara Tiyas Dekarina (16 tahun, Kelas 1 SMU Muhammadiyah 2 Yk).

Jenazah disemayamkan di rumah duka Perum Polri Gowok Blok E 1 No 210 dan akan dimakamkan di Pemakaman Jati, Komplek Perum Polri Gowok Jogja, Jumat (26/3) pukul 14.00 WIB.

Yang pasti, kami sangat kehilangan sahabat dan senior yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi di bidang sastra dan jurnalistik. Selamat jalan Mas Arwan. Semoga Allah menerima segala amal-ibadah dan menetapkan beliau sebagai salah satu penghuni Jannatun Na’im.

Sumber: PEMALANGPOST.COM, 26 Maret 2010

2 Comments

bambang haryanto - 27. Mar, 2010 -

Selamat jalan, Bung Arwan Tuti Artha.

Sebagai seseorang yang pernah tinggal di Yogya tahun 70-an, saya hanya mengenal namanya di koran-koran. Juga pada tahun-tahun berikutnya. Kini beliau telah pergi. Dunia literasi Indonesia kehilangan salah satu pilarnya yang terbaik.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan