-->

Kronik Toggle

28 Anak Jambu Kediri Luncurkan Buku

KEDIRI – Sebanyak 28 siswa Madrasah Tsanawiyah di Dusun Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri meluncurkan buku. Buku yang diberi judul “Aku dan Ibuku” ini bercerita tentang pengalaman mereka sehari-hari hidup di daerah terpencil.

Buku setebal 350 halaman ini ditulis dengan gaya penulisan anak-anak. Mereka mencoba bertutur tentang diri sendiri serta sosok ibu yang paling berpengaruh dalam kehidupan keluarga. Dimulai dari bangun tidur hingga saat kembali tidur, selama rentang waktu satu pekan.

Para penulis cilik ini mendeskripsikan setiap detil peristiwa yang dialaminya. “Saya menjadi lebih mengenal ibu,” kata Wasis Widodo, salah seorang penulis, (Senin (1/3). Dia berkisah tentang kekecewaannya tak bisa mengikuti kegiatan keagamaan, istighotsah, lantaran bajunya yang tak sedap dipakai.

Kisah unik juga disampaikan Elly Lailatul Hidayah, yang bercerita tentang profesi ibunya sebagai pembuat rengginang, kue kering yang terbuat dari beras ketan. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan informatif, gadis cilik ini tampak begitu membanggakan pekerjaan sang ibu meski kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat. “Kami dibantu guru Bahasa Indonesia untuk menulis dengan baik,” ungkapnya.

Buku bersampul lukisan anak-anak itu diterbitkan oleh Gelaran ibuku dan dijual dengan harga Rp 100 ribu per eksemplar. Buku tersebut diedit oleh Ahmad Ikhwan Susilo.

Buku yang melatih kepekaan anak-anak ini mampu menguak upaya seorang ibu dalam mengurus dan mengelola rumah tangga. Sebab selain mengurus anak dan suami, tak sedikit ibu di Desa Jambu yang berperan menopang kegiatan ekonomi keluarga. “Kami berharap buku ini juga sebagai identitas warga Jambu sekaligus mencetak calon penulis muda,” kata Diana Sasa dari Yayasan Indonesia Buku yang mensponsori penerbitan tersebut.

Sumber: Tempointeraktif.com, 01 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan