-->

Lainnya Toggle

Para TKW dan Kegemaran Membaca Buku

Suatu keberuntungan tersendiri bagi para tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong. Sebab, kami diberi kebebasan serta mendapatkan hak-hak yang sepantasnya dari pemerintah Hongkong. Seperti hak libur setiap Minggu, tanggal merah Hongkong, asuransi kesehatan atau kecelakaan, mendapatkan tiket pesawat apabila kontrak habis, dan kebebasan beraktivitas saat di luar jam kerja. Maka, banyak TKW yang mengisi hari libur dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. Seperti berorganisasi, kursus, sekolah, mengelola perpustakaan, dan ada juga yang menjalankan bisnis multilevel marketing (MLM).

Ada berbagai kursus di Hongkong. Di antaranya kursus bahasa Inggris, komputer, menjahit, salon, rias pengantin, dan sebagainya. TKW juga bebas berorganisasi di bidang keagamaan, kepenulisan, sastra, dan seni. Tapi, menurut saya, yang menarik adalah mengelola perpustakaan.

Mungkin Anda tidak percaya, di Hongkong ada banyak perpustakaan yang dikelola para TKW. Hampir seluruh organisasi keagamaan dan shelter TKW memiliki perpustakaan. Misalnya FKMPU, Forum Lingkar Pena (FLP) Maratusshaliha, Birrul Walidain, Darrul Hikmah, dan sebagainya. Bahkan, juga ada perpustakaan perorangan.

Saya sendiri memiliki perpustakaan pribadi yang saya beri nama Perpustakaan Insani. Perpustakaan ini berdiri sejak awal Juni 2007. Saya yang kebetulan anggota FLP Hongkong sangat berharap, dengan koleksi buku yang ada, teman-teman sesama TKW bisa membaca serta menambah wawasan dan ilmu.

Minat membaca teman-teman TKW memang sangat tinggi. Terbukti, dari minggu ke minggu banyak pendatang baru yang meminjam buku-buku di perpustakaan. Tak hanya meminjam, juga tidak sedikit yang membeli buku-buku baru. Mendapatkan buku-buku yang kami mau memang tidak susah. Di Hongkong banyak toko besar yang menjual buku-buku asal Indonesia. Seperti Warung Malang, Toko Madiun, Koperasi Dompet Duafa, ataupun para TKW yang menjual keliling buku-buku di tempat-tempat liburan.

Anda jangan terkejut apabila mendapati seorang TKW menenteng sebuah laptop atau membaca buku biografi Rasulullah yang halamannya seribu lebih. Serta buku-buku best seller yang baru cetak di Indonesia. Jangan kaget pula bila mengetahui harga yang kami beli bisa tiga kali lipat lebih mahal daripada harga aslinya di Indonesia. Permintaan yang menggebu dari pembaca itulah yang terkadang membuat para pengepul (stockis) buku melambungkan harga dengan alasan biaya pengiriman mahal. Meski begitu, para TKW merasa puas karena bisa membeli buku yang mereka sukai.

Buku-buku yang banyak digemari para TKW Hongkong, di antaranya, novel-novel best seller karya Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy), Andrea Hirata, Taufiqurrahman, Pipit Senja, Pramoedya Ananta Toer, Tere Liye, dan Ahmad Tohari. Juga buku-buku motivasi kepenulisan, majalah-majalah wanita, tabloid Nyata, Nova, buku-buku misteri, dan lain-lain. Tak kalah banyaknya buku-buku keagamaan, seperti La Tahzan, biografi Rasul, Riyadus Shalihin, dan berbagai macam Alquran dan CD-nya. Buku-buku tasawuf modern karya Ustad Agus Mustofa juga dilahap habis para TKW.

Untuk memperkaya wawasan, juga tersedia koran/tabloid berbahasa Indonesia khusus TKW. Di antaranya Berita Indonesia, Suara, Apa Kabar, Peduli, dan Rose Mawar. Semua bisa diambil dan dibaca secara gratis. Ada juga beberapa TKW yang berinisiatif membuat majalah sendiri, seperti majalah Iqra, Nur Muslimah, dan Holiday. Majalah-majalah itu mereka jual ke sesama TKW secara berkeliling.

Bahkan, sudah ada beberapa TKW yang berhasil menerbitkan buku sendiri. Di antaranya Eni Kusuma dengan buku motivasi Anda Luar Biasa atau Nadia Cahyani dan Niswana Ilma yang menerbitkan buku berjudul Sebutir Mutiara untuk Ayah.

Pemerintah Hongkong juga memberikan kebebasan kepada para pengunjung untuk ikut menikmati ribuan buku koleksi perpustakaannya. Perpustakaan yang terletak di depan lapangan Viktoria, misalnya, adalah perpustakaan terbesar yang dilengkapi berbagai fasilitas. Seperti ribuan buku dengan berbagai bahasa, CD-CD apa saja (musik ataupun CD pendidikan), dan ratusan komputer dengan fasilitas internet.

Bangunan gedung perpustakaan bertingkat 12 itu sangat indah dan megah. Pengunjung juga dimanjakan dengan hawa sejuk AC, lift, sofa-sofa empuk, dan para petugas ramah yang siap melayani pengunjung. Tidak hanya anak-anak muda yang gemar mengunjungi perpustakaan tersebut. Para orang tua juga sering berkunjung dan membaca koran gratis serta bacaan apa saja di dalamnya.

Begitulah kondisi nyata para TKW di Hongkong, yang sering diisukan dengan hal-hal negatif di tanah air. Memang ada segelintir TKW yang menyimpang dari kegiatan positif. Namun, kondisi pada umumnya TKW di Hongkong sangat sejahtera dan beruntung serta banyak yang berhasil. (*)

*) Bayu Insani , TKW Hongkong asal Kebumen, Jawa Tengah; perpustakaan pribadinya sering dikunjungi para TKW; aktif di FLP Hongkong

**) Dikronik dari Jawa Pos, 14 Februari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan