-->

Kronik Toggle

Polisi Serius Gelar Perkara Kasus Goerge Adtjondro

JAKARTA — Kelanjutan kasus pemukulan yang dilakukan George Junus Aditjondro terhadap Anggota DPR RI Ramadhan Pohan di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, polisi sebagai penyidik kasus tersebut akan melakukan gelar perkara di Polres Jakarta Selatan. “Gelar perkara lagi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kobes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa, (5/1).

Rencana, gelar perkara itu, kata Boy, akan dilakukan pekan depan. Gelar perkara itu, kata Boy pula, dilakukan pihaknya setiap kali penyidik menemukan fakta-fakta baru atas kasus yang sedang ditangani. Sehingga, dalam pengusutan kasus pemukulan tersebut, penyidik dimungkinkan akan melakukan gelar perkara dalam beberapa kali kesempatan.

Terkait status terlapor, pihaknya, kata Boy, belum menetapkan status apa pun terhadap George. Juga belum memintai keterangan terhadap terlapor. Hanya saja, kata Boy, pemanggilan terhadap George yang lazim terjadi dilakukan pada kesempatan terakhir, setelah semua saksi yang dirasa perlu selesai diperiksa.

“Pemanggilan terhadap terlapor bisa langsung ditetapkan sebagai tersangka, bisa juga sebagai saksi pelaku terlebih dahulu, baru diubah statusnya,” lanjut Boy.

Terhadap kemungkinan terlapor melarikan diri untuk menghindari proses hukum, Boy mengatakah, hingga kini pihaknya belum merasa perlu mencegah terlapor untuk bepergian ke mana pun. Jika di kemudian hari terlapor terbukti melarikan diri, Boy mengatakan, sudah ada mekanisme untuk mengatasi hal itu.

Namun Boy enggan menyebutkan secara rinci bentuk mekanisme yang dimaksudnya itu. “Kalau lari mungkin nanti ada mekanisme sendiri,” sambung Boy. Ia juga mengatakan, pihaknya tidak membuntuti pergerakan terlapor untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.

Terkait saksi yang telah dimintai keterangan, Boy mengatakan, telah tiga orang saksi yang dimintai keterangan. Salah satunya, korban pemukulan: Ramadhan Pohan, yang dimintai keterangan oleh penyidik setelah menyerahkan hasil visum yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Jakarta dan Rumah Sakit Mata Aini, Rabu, (30/12) lalu.

Boy enggan menyebutkan dua orang saksi lain yang telah dimintai keterangan oleh penyidik. “Hal itu menyangkut proses penyidikan dan hanya untuk kepentingan peradilan,” katanya.

Kasus tersebut bergulir pascapemukulan yang dilakukan George Junus Aditjondro terhadap salah seorang Anggota DPR RI, Ramadhan Pohan, di Doekoen Café, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, (30/12) lalu.

Usai mengalami aksi kekerasan, Ramadhan Pohan langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya guna membuat laporan polisi terkait pemukulan tersebut.

Sumber: Harian JURNAL NASIONAL, 6 Januari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan