-->

Kronik Toggle

Penjualan Buku tentang Gus Dur Meningkat 200 Persen

MEDAN — Pasca wafatnya mantan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, angka penjualan buku tentang dirinya meningkat tajam di toko buku maupun di tempat penjualan buku bekas di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Sejauh pemantauan Jurnal Nasional di toko buku Gramedia, Jalan Gajahmada, Medan, buku yang bercerita tentang Gus Dur cukup diminati masyarakat. Salah satu yang paling dicari dan diminati adalah buku berjudul: Gus Dur Garis Miring PKB karangan A Mustofa Bisri.

Buku lain yang tentang Gus Dur yang paling dicari: Gus Dur dan Ilmu Sosial-Transformatif: Sebuah Biografi Intelektual, pengarang: Ssaiful Arif.

Jauman Sitorus, supervisor penjualan Gramedia Gajahmada Medan mengatakan kepada Jurnal Nasional, Selasa (5/1), akhir Desember 2009, buku yang bercerita tentang Gus Dur hanya terjual dua sampai tiga buku. Namun di awal minggu pertama tahun 2010, angka naik 200 persen lebih.

“Mungkin masyarakat ingin tahu cerita sebenarnya tentang Gus Dur, sehingga mereka mencarinya di Gramedia. Kami perkirakan permintaan akan terus bertambah. Padahal buku yang dibeli bukan buku keluaran baru,” katanya.

Selain tingginya angka penjualan buku yang bercerita tentang Gus Dur, angka permintaan dan pemesanan dari masyarakat tentang buku terbaru yang ditulis langsung oleh Gus Dur juga cukup tinggi. Setiap hari selalu ada masyarakat datang atau menelpone ke Gramedia mempertanyakan buku terbitan terbaru tentang Gus Dur.

“Jika dipersentasekan, masyarakat yang datang maupun menelepon dan menanyakan buku baru tentang Gus Dur mencapai 25 persen lebih. Ini cukup tinggi karena pengaruh Gus Dur ternyata cukup menjadi perhatian warga Sumut,” katanya.

Sementara itu Marulam Nainggolan, salah seorang warga Samosir Sumut yang membeli buku tentang Gus Dur mengatakan, mulanya ia tidak begitu tertarik untuk mengetahui siapa sebenarnya Gus Dur. Namun setelah membaca surat kabar, ia keingintahuannya makin tinggi. Bahkan ia rela datang ke Medan hanya khusus mencari buku tentang Gus Dur ini.

“Jarak dari Samosir ke Medan lebih dari delapan jam, Bang. Tapi aku jadi penasaran siapa Gus Dur ini. Ketepatan masih suasana tahun baru, aku datang untuk membeli buku berjudul Gus Dur Garis Miring PKB karangan A Mustofa Bisri,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional pada Gus Dur berdasarkan jasa dan perjuangannya, terutama soal kebebasan beragama di Tanah Air.

Sumber: Harian Jurnal Nasional, 6 Januari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan