-->

Kronik Toggle

Pagar Buku Widyatama Masuk Rekor Muri

BANDUNG– Universitas Widyatama berhasil mencatat rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan memagari area kampus mereka di Jalan Cikutra, Kota Bandung, dengan buku dalam rak tanpa terputus,kemarin.

Tercatat jumlah buku yang dipakai pagar berjumlah 20.650 eksemplar terdiri dari buku pelajaran TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, juga buku bacaan umum, majalah, buku tulis, dan komik. Awalnya panitia menargetkan 50.000 buku yang bisa dipasang tegak berdempet seperti di perpustakaan, namun ternyata kurang sehingga buku dipasang dengan posisi tidur.

Buku-buku itu disusun di atas 250 rak bambu sepanjang 2 meter itu mengelilingi area kampus sepanjang sekitar 500 meter.Titik nol dimulai dari fosil pohon berusia ratusan tahun yang tertanam di I’Arc d’ Academia atau kolosium Widyatama. Pencatatan rekor dimulai pukul 09.15 WIB dilakukan selama 8 menit 37 detik. Lamanya waktu merupakan simbolisasi 8 tahun HUT Universitas Widyatama dan 37 tahun Yayasan Widayatama.

Sedianya rekor akan dibuat tepat pukul 08.37 WIB namun karena kondisi teknis tidak bisa dilakukan. Tercatat 350 orang berpastisipasi menyusun buku ke dalam rak. Isteri Gubernur Jabar, Ny Netty Prasetyani Heryawan mendapat kehormatan menjadi orang pertama yang menyusun buku bersama Ketua Yayasan Widyatama Koebandijah.

Sedangkan Rektor Universitas Widyatama Mame Sutoko menjadi orang terakhir yang menyusun buku tepat di detik 37 pada menit ke-8. Buku-buku itu didapat dari sumbangan sekitar 1.500 mahasiswa, dosen, karyawan, alumni, dan donatur. Salah satu donatur adalah Menteri Perhubungan Freddy Numberi dengan menyumbang 2.000 buku baru terdiri dari 2 judul yang disusun sendiri.

Masing-masing berjudul Keajaiban Pulau Owi-Mutiara Terpendam Di Wilayah Papua; dan Perubahan Iklim-Implikasi Terhadap Kehidupan Di Laut,Pesisir,dan Pulau-Pulau Kecil. Manajer Muri J Ngadri menyatakan, Widyatama berpagar buku merupakan rekor ke-4.066 sejak Muri didirikan pada 27 Februari 1990.

“Widyatama berpagar buku ini dicatat sebagai rekor Muri karena bersifat superlatif atau yang ter-, dalam hal ini terpanjang,serta yang pertama di Indonesia,” ujar Ngadri seusai memberikan piagam rekor Muri kemarin. Mame Sutoko berharap bukubuku yang disumbangkan bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya meningkatkan minat baca.

Buku- buku yang disusun selanjutnya akan disumbangkan ke panti asuhan, rumah singgah, dan sekolah di pinggiran Kota Bandung, seperti Kecamatan Soreang dan Banjaran di Kabupaten Bandung. “Dari survei minat baca 39 negara,Indonesia ada di urutan 38. Di Asia Tenggara paling rendah. Mudah-mudahan sumbangan buku ini bisa meningkatkan minat baca,” katanya.

20 Menit Membaca

Sementara itu, Ny Netty mengajak masyarakat melakukan gerakan 20 menit membaca untuk anak sebelum tidur.Kampanye ini penting untuk meningkatkan minat dan daya baca masyarakat Jawa Barat.“Mari kita budayakan 20 menit membaca untuk anak sebelum tidur,” ujar Ny Netty dalam sambutannya.

Netty juga berharap pagar buku ini tidak berhenti sampai kampanye,tapi harus ditindaklanjuti dengan membuat taman-taman bacaan yang bisa diakses masyarakat luas.Dia menilai saat ini arus globalisasi telah menggeser budaya membaca menjadi budaya menonton. (rudini)

*) Dikronik dari Media Online Seputar Indonesia, 3 Januari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan