-->

Kronik Toggle

[OBITUARY] Novelis JD Salinger Tutup Usia

Novelis Amerika JD Salinger, pengarang karya klasik abad XX The Catcher in the Rye, telah meninggal pada usia 91 tahun.

Penulis yang suka menyendiri meninggal alamiah di rumahnya di negara bagian New Hampshire, kata putranya.

Novel Catcher In The Rye, yang kali pertama diterbitkan pada tahun 1951, bertutur tentang kepedihan remaja. Karya tulis ini menjadi salah satu novel Amerika paling berpengaruh di zaman modern.

Tidak lama setelah novel tersebut diterbitkan, Salinger menghindari ketenaran yang bersumber dari karyanya dan menjalani hidup menyendiri hingga akhir hayatnya.

Jerome David Salinger lahir di New York dari keluarga pasangan pengusaha Yahudi dan ibu campuran Skotlandia-Irlandia. Dia kemudian dibesarkan di kawasan Manhattan.

Dia meraih keberhasilan awal pada tahun 1940-an dengan penerbitan banyak cerita pendek di majalah, termasuk the New Yorker.

Namun, dia paling dikenal dari The Catcher in the Rye, yang cepat menjadi bacaan acuan mengenai pembangkangan remaja di Amerika dan menjadi bahan pelajaran pokok dalam pelajaran bahasa Inggris di SMA dan kuliah tahun pertama di perguruan tinggi.

Menggugat

Novel The Catcher in the Rye adalah karya paling berhasil JD Salinger

Tidak lama setelah novel Catcher diterbitkan, Salinger kecewa dengan industri penerbitan.

Pada tahun 1952, dia membeli rumah di Cornish, New Hampshire, dan mengucilkan diri dan terakhir memberikan interview yang dia jarang lakukan pada tahun 1980.

Tahun lalu, Salinger menggugat untuk menghalangi penerbitan sebuah buku yang ditulis pengarang Swedia – 60 Years Later: Coming Through the Rye – yang disebut-sebut sebagai kelanjutan novel klasiknya.

Dia telah mengajukan gugatan hukum untuk melindungi hak ciptanya dalam beberapa kesempatan, tapi tidak pernah muncul di pengadilan. Dia juga menolak karyanya difilmkan.

Tiga karyanya yang lain – termasuk Franny and Zooey – juga sangat laris di pasar.

Namun, Salinger tidak menulis satu pun karya fiksi baru setelah 1965, dan dia menempuh semua langkah yang mungkin untuk menggagalkan upaya orang untuk menulis biografi dirinya.

Meski demikian, beberapa puluh tahun setelah Salinger tidak lagi menerbitkan karya baru, teman dan tamu ke rumahnya mengungkapkan bahwa dia memiliki brankas besar yang memuat sedikitnya 15 naskah jadi.

Sepanjang hidupnya, Salinger berteman dengan wanita-wanita yang lebih muda dari dirinya.

Pada tahun 1954 dia menikahi Claire Douglas, yang berusia 19 tahun, ketika dia berusia 35 tahun. Mereka mempunya dua anak dan kemudian bercerai pada tahun 1967.

Selama hampir 30 tahun sebelum kematinya JD Salinger hidup bersama seorang wanita bernama Colleen O’Neill, menjalani kehidupan seperti petapa.

*) Dikronik dari BBC Indonesia, 28 Januari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan