-->

Kronik Toggle

Kejaksaan Kembali Jebloskan Tersangka Penilap Dana Buta Aksara

Tangerang – Kejaksaan Negeri Tangerang menjebloskan Ahmad Ruhyat Jamal, bekas tenaga lapangan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, ke Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Tangerang, Selasa (19/1) pukul 15.00. Ahmad adalah tersangka dugaan korupsi dana pemberantasan buta aksara sekitar Rp 696 juta.

Dari pengamatan Tempo, Ahmad diperiksa jaksa penyidik Alven Oktarizah sejak pukul 10.00 dan berakhir sekitar pukul 14.30. Lima menit kemudian, Ahmad yang merupakan bendahara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Waqiah dan Keaksaraan Fungsional (KF) Teluknaga itu diminta menandatangani berkas tersangka.

Pegawai negeri sipil (PNS) yang baru diangkat pada tahun 2009 di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang itu meminta supaya dia tidak naik mobil tahanan.

“Pak kalau berangkat sendiri boleh,” pintanya memelas. Namun, oleh jaksa Alven dan Dedie Tri Haryadi, permintaan Ahmad tak dikabulkan. Dia tetap digiring ke kendaraan tahanan dan diantar ke Lapas.

Kuasa hukum Ahmad, Zulfikar Siregar, hanya bisa pasrah ketika Ahmad digiring ke kendaraan tahanan.

Jaksa Dedie mengatakan modus yang dilakukan Ahmad adalah menggunakan 10 persen dari dana PKBM yang turun sekitar Rp 396 juta untuk kegiatan PKBM Al-Waqiah, di mana dia sebagai bendahara. Ahmad juga merangkap sebagai Ketua KF Teluknaga yang mendapat kucuran dana Rp 300-an juta.

“Kejaksaan masih menyidik tentang 1.200 orang wajib belajar di PKBM Al-Waqiah dan 1.082 wajib belajar di KF Teluknaga, ada indikasi pesertanya fiktif,” kata Dedie.

Secara terpisah Kepala Seksi Pidana Khusus Rakhmat Harianto menyatakan masih ada sederet tersangka yang bakal ditahan beberapa hari ke depan. “Besok kita akan periksa tersangka Asep Heri dan Sukebi Musa pada Jumat,” kata Rakhmat.

Dari catatan Tempo, Sukebi Musa adalah Ketua Forum PKBM Kabupaten Tangerang. Dia dianggap ikut bertanggung jawab atas penyelewengan dana program buta aksara yang mengakibatkan negara merugi Rp 15,9 miliar.

Di luar Ahmad Ruhyat Jamal, Kejaksaan Negeri Tangerang telah menahan M. Djainudin, Camat Ciputat Timur, selaku Ketua Forum Penilik (pengawas) seluruh PKBM.

Terkait dugaan korupsi ini pula, Kejaksaan juga telah melakukan penahanan di Lapas Pemuda, di antaranya Sihabudin, Ketua PKBM Seroja Balaraja. Dia penerima dana Rp 630 juta. Penahanan juga dilakukan terhadap Ahmad Hidayat, Ketua PKBM Pendidikan Anak Bangsa dan Sajum, Ketua PKBM Al-Waqiah.

Sementara itu, yang belum ditahan dan masih dalam tahap penyelidikan adalah tersangka Mardi Norman, Kepala Seksi Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, sebagai tersangka baru.

Kejaksaan dalam kasus ini telah memilah tiga tersangka, yaitu dari kelompok pemberi dana (Dinas Pendidikan Provinsi Banten), Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang (pengawas), dan Ketua PKBM sebagai penyelenggara kegiatan.

Dana buta aksara dijadikan dana bancakan, kebanyakan fiktif, bahkan ada yang beralamat di Serang. Ada pengurus PKBM merangkap tutor satu orang bisa dobel honornya karena masuk rekening pribadi. Pesertanya ada yang sudah meninggal dan menjadi TKI, tetapi masih tercantum namanya. [AYU CIPTA]

*) Dikronik dari Portal Berita Tempo Interaktif, 19 Januari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan