-->

Kronik Toggle

Diluncurkan, Buku "Taring Padi" karya Heidi Arbuckle

YOGYAKARTA-I:BOEKOE– Bertempat di Taman Budaya Yogyakarta, buku karya Heidi Arbuckle berjudul Taring Padi: Praktik Budaya Radikal di Indonesia (LKiS, Januari 2010), diluncurkan (3/1).

Dalam paparannya, Heidi mengatakan, Taring Padi adalah satu-satunya organisasi seni rupa radikal setelah Orde Baru tumbang. Organ seni ini dideklarasikan pertama kali di LBH Yogyakarta pada 21 Desember 1998 dengan mengumumkan Mukaddimah dan “Lima Iblis Budaya” yang menjadi kompas semangat berorganisasinya.

“Kajian saya ditujukan untuk menempatkan praktik budaya Taring Padi ke dalam sejarah besar politik kebudayaan Indonesia, khususnya budaya demokrat popular di Indonesia,” kata Heidi.

Heidi dalam kajiannya menggunakan pendekatan etnografis dan buku ini jelmaan dari disertasi PhD-nya di Universitas Melbourne, Australia. Sepenuturan Heidi, ia pertama kali berkenalan dengan kelompok seni Taring Padi pada usia 25 tahun. Dan sejak 1998, ia kerap dianggap sebagai first-lady Taring Padi, yang menurut Heidi belakangan ini perannya tak lebih sebagai bibi pengasuh.

Bagi penulis kritik sastra Faruk HT, terbitnya buku ini boleh dibilang sebagai legitimasi akademis bagi eksistensi Taring Padi yang saat ini sudah berusia 11 tahun. (GM)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan