-->

Kronik Toggle

Balai Pustaka Jual Aset Demi Bangkit Kembali

JAKARTA — PT Balai Pustaka berencana menjual beberapa asetnya dalam rangka menggenjot dana yang dibutuhkan untuk restrukturisasi. Salah satu aset yang akan dijual adalah gedung milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penerbitan itu yang terletak di sekitar Jalan Gunung Sahari Raya.

“Mereka akan divestasi aset untuk restrukturisasi. Salah satunya yang ada di dekat Kementerian Keuangan (Kemkeu). Mereka (Kemkeu) minat untuk ambil,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (29/1/2009).

Menurutnya, gedung tersebut merupakan satu-satunya aset perusahaan plat merah itu yang paling besar, selebihnya hanya aset-aset bergerak yang nilainya kecil sehingga tidak terlalu signifikan jika didivestasi.

“Yang nilainya besar hanya itu,” katanya.

Selain menjual aset, Balai Pustaka juga akan mendapat suntikan dana dari PT Perusahaan Pengelola Aset dalam rangka restrukturisasi tersebut. Rencana itu sudah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PPA tahun 2010.

Namun, hingga kini belum disepakati nilai dana yang akan dikucurkan kepada Bala Pustaka. Hal itu masih digodok di Komite Privatisasi Kementerian BUMN. Setelah itu, pihaknya juga akan meminta Departemen Pendidikan Nasional bisa memberi tugas khusus kepada BUMN tersebut.

Balai Pustaka berdiri pada tanggal 14 September 1908 dengan nama Commisie voor Indlansche School en Volklectuur yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda. Kemudian, pada tanggal 22 September 1917 berubah nama menjadi Balai Pustaka.

Sumber: Portal Online DETIK.COM, 30 Januari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan