-->

Kronik Toggle

Almanak Senirupa Jogja Diluncurkan

JOGJA-I:BOEKOE: Setelah melakukan riset selama enam bulan sejak Juni 2009, akhirnya buku Almanak Senirupa Jogja 1999-2009 diluncurkan di Jogja National Museum tadi malam,  Sabtu  (2/1/2009).

Almanak ini adalah sebuah direktori senirupa Jogja yang mencakup sekumpulan nama-nama, tempat, dan peristiwa. Buku setebal 872 halaman ini diriset oleh sejarawan-sejarawan muda dari Indonesia Buku.

Dalam acara peluncuran yang menjadi rangkaian Biennale Jogja X, Muhidin M Dahlan sebagai editor menyampaikan bahwa pemilihan sejarawan muda diluar dunia senirupa ini untuk menjaga jarak obyektifitas hasil riset dan meminimalisir kepentingan yang acap mengakrabi dunia senirupa.

Taufik Rahzen, budayawan yang sekaligus supervisor penulisan buku ini, menganggap bahwa buku ini hanyalah sebuah mula. “Harus ada yang memulai untuk mengumpulkan data masyarakat senirupa. Setelah Jogja, nanti akan diikuti Bandung, Jakarta, Solo, Surabaya, dan Semarang. Ini untuk membuka akses seluas-luasnya antara senirupa dan masyarakatnya.”

Diskusi yang dipandu kurator Rain Rosidi itu juga membahas beberapa kelemahan buku termasuk potensi kontroversi pemilihan kategori unggulan. Buku yang dicetak 1000 eksemplar itu dibagikan 500 eksemplar secara gratis pada seniman, komunitas, galeri, lembaga pendidikan, dan pejabat pemerintah sebagai persembahan untuk masyarakat senirupa Jogja dari komunitas Gelaran Budaya, pendukung utama riset buku ini. (DS)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan