-->

Kronik Toggle

1.300 Siswa Surati Bupati

MOJOKERTO – Banyak ide dan gagasan yang disampaikan dengan menulis. Untuk menggugah ide cerdas dikalangan siswa, lebih dari seribu siswa tingkat SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Mojokerto menyurati Bupati Suwandi kemarin (30/1). Selain membuktikan keberaniannya menyampaikan aspirasi lewat tulisan, mereka juga berlomba.

Bertajuk Suara Siswa untuk Bupati Mojokerto, siswa dari sekolah negeri maupun swasta tumplek blek di GOR Diknas Jl RA Basuni, Sooko, Kabupaten Mojokerto. Mereka mengikuti lomba menulis surat untuk bupati yang dihelat Radar Mojokerto kerja bareng Pemkab Mojokerto dan Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat. ”Lomba ini diikuti 1.300 siswa-siswi dari sekitar 60 sekolah, SMP, SMA, MTs, MA di Kabupaten Mojokerto,” ungkap Ketua Panitia, Ahmad Basuni.

Sejak pagi, GOR Diknas sudah ramai. Para siswa calon peserta terlihat sudah berdatangan. Mereka yang rata-rata berkelompok, didampingi gurunya. Saking banyaknya peserta, lokasi lomba penuh. Selain tempat duduk yang disiapkan panitia, dua sisi tribun GOR juga penuh.

Seolah sudah menentukan tema surat yang bakal dialamatkan ke Bupati Mojokerto, Suwandi, siswa yang sebagian besar berseragam Pramuka itu terlihat antusias. Tak heran, karena tema yang antara lain, peningkatan pendidikan, pengelolaan lingkungan hidup dan pembangunan desa itu sudah disosialisasikan.

Tak mau mengecewakan para siswa, Bupati Suwandi hadir di lokasi dan bertatap muka dengan siswa. Didampingi Kepala Dispendik, M Talqin, Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Noer Windijantoro, Staf Ahli, Nurhayati Maulydiah dan Kabag Humas Setdakab, Alfiah Ernawati. Kehadiran orang nomor satu di Mojokerto ini sekaligus membuka lomba.

Selain silaturrahim dengan siswa, Bupati Suwandi juga menilai lomba tersebut sangat penting untuk menanamkan kreativitas siswa. Salah satunya kebiasaan menulis dan keberanian menyampaikan uneg-unegnya melalui tulisan. ”Lomba seperti ini sangat positif. Siswa bisa latihan menulis dan menyampaikan ide atau gagasannya untuk pembangunan di Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Karena itu, Suwandi berharap kebiasaan menulis tak hanya saat mengikuti lomba saja. Namun, terus ditingkatkan di hari-hari berikutnya. Bupati mempersilakan siswa untuk menorehkan ide atau gagasannya. Hanya, sebagai tambahan pengetahuan, terutama program yang sudah atau sedang dilaksanakan Pemkab mojokerto, Suwandi sedikit bercerita. Baik terkait dengan bidang pendidikan, kesehatan atau atensi terhadap masyarakat miskin.

”Untuk kesehatan, disiapkan anggaran tanggap untuk warga miskin yang tidak ter-cover APBN,” ungkapnya. Usai membuka, bupati menyapa seluruh siswa. Bahkan, sembari berjalan meninggalkan lokasi, dia berbincang dengan sejumlah siswa.

Sementara itu, General Manajer (GM) Radar Mojokerto, Sri Widji Wahyuning Utami berusaha membangkitkan semangat siswa. Menyuguhkan beberapa referensi, Naning (panggilan Sri Widji Wahyuning Utami) mengajak peserta berani menulis. Dengan keberanian itu, siswa bisa dengan leluasa mengeksplor ide dan gagasannya. ”Dengan lomba ini, diharapkan bisa membangkitkan keberanian siswa untuk menulis dan menyampaikan aspirasinya kepada pemimpin,” kata Naning.

Perhelatan kemarin bukan yang terakhir. Sesuai jadwal yang ditentukan panitia, masih ada tahap dua, yaitu babak final. Sedianya, akan dilaksanakan di Pendapa Grahamajatama Pemkab Mojokerto, Kamis (11/2) mendatang. Sedangkan, untuk mengetahui hasil penilaian lomba, dalam minggu ini akan dimuat di Radar Mojokerto. (abi/bin)

*) Dikronik dari Jawa Pos, Radar Mojokerto, 31 Januari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan