-->

Suplemen Toggle

Jenny Lee:Penasaran Buku Keramik

jenny kecilPameran keramik F Widayanto semasa aku remaja belasan, telah membuatku jatuh cinta pada keramik. Bentuk-bentuk dan warnanya yang unik membuatku terkagum dan ingin belajar cara membuatnya. Maka aku pun memilih belajar keramik di Institut Seni Indonesia, Jogja. Ternyata membuat keramik tak semudah kusangka. Ia rumit dan rentan kegagalan.

Kegagalan dalam proses pembuatan, tak jarang membuatku penasaran dan nyaris stress. Tapi aku tak pernah menyerah gagal. Meski bangku kuliah tak memberiku banyak ilmu yang ingin kutahu tentang keramik, aku bisa belajar pada para pengrajin gerabah di Kasongan. Ternyata mereka lebih ahli. Tak puas disitu saja, aku melengkapinya dengan belajar melalui buku.

Buku-buku tentang keramik masih sangat sedikit di Indonesia. Dari beberapa buku yang ada, aku belajar tentang tehnik dan tekstur. Tehnik yang kudapat dari buku pun sebatas pada cara dan proses. Padahal, aku memimpikan sebuah buku yang ditulis orang Indonesia tentang resep-resep detil campuran bahan hingga resep suhu dan waktu pemanasan yang tepat. Tapi buku seperti itu belum pernah kutemui. Kalaupun ada, itu buku dari luar negeri yang ketika resepnya coba kupraktekkan, hasilnya tak sesuai harapan. Material tanahnya berbeda karakter dengan tanah disini. Barangkali buku keramik seperti itu baru ada di imajinasiku.

Sebenarnya ada ahli-ahli keramik di Surabaya yang sangat menguasai secara tehnik. Mereka bukan seniman tapi memang ahli keramik. Ada seorang bapak, ia sangat ahli soal tehnik keramik. Aku dorong beliau untuk menulis buku. Jujur, sebenarnya banyak seniman keramik yang tidak menguasai tehnik keramik. Ada juga beberapa orang yang sekolah tehnik keramik di Jerman dan sekarang bekerja di pabrik tile. Aku sering memanasi mereka agar mau menulis tentang pengetahuan dan pengalamannya di dunia keramik. Tapi sepertinya mereka belum tertarik. Sayang sekali.

Ada satu buku tentang keramik yang sangat aku suka karena memang sering aku baca, Kamus Keramik judulnya. Ini memang kamus tentang keramik. Sama seperti kamus-kamus yang lain. Tapi uniknya di sini ada beberapa penjelasan tentang sebuah istilah yang terkadang membantuku menemukan tehnik campuran tertentu. Kamus itu sampai kucel karena terlampau sering aku buka dan taruh di meja kerjaku. Meja kerja seniman keramik tentu tak sebersih dan serapi meja kantoran. Buku itu pun sering bercampur debu, bersanding dengan buku ‘catatan laboratorium’ku.

Buku ‘catatan laboratorium’ adalah semacam catatan yang kubuat sepanjang proses berkaryaku. Aku mencatatnya sedetil mungkin. Bahan apa yang kugunakan, asal tanahnya dari mana, campurannya apa saja, berapa lama pemanasannya, bagaimana campuran glasirnya, dan sebagainya. Ini seperti main-main saja nampaknya. Mencampur-campur bahan, mencoba-coba, gagal, coba lagi, dan begitu terus hingga tercapai hasil yang aku inginkan. Buku ini sangat berharga bagiku.

Aku memang suka membaca buku. Setidaknya aku menyimpan beberapa buku tentang senirupa, filsafat ringan, dan novel. Menurutku, membaca itu membantu memberitahu hal-hal baru yang kita tidak tahu sebelumnya, memperkaya wawasan dan inspirasi dalam berkarya. Sebagai seniman, inspirasi itu penting sekali. Dalam dunia keramik yang aku tekuni, inspirasi itu bisa sia-sia bila tehnik dan proses pengerjaannya tak sempurna. Maka aku meraup sebanyak mungkin buku untuk menambah wawasanku tentang keramik dan menyulut imajinasi tentang konsep karya.

Sebut saja contoh ketika aku membaca buku tentang cerita Srikandi. Aku tak tahu siapa Srikandi itu sebelumnya. Dari buku itu aku tahu karakter dan cerita-cerita tentang Srikandi. Dari situ aku terinspirasi untuk membuat karya tentang Srikandi. Jadi buku sangat membantu penemuan ide-ide dalam berkaryaku.

Diantara buku-buku itu bila diambil 5 biji yang paling kusuka, maka mereka adalah: (1) Negeri Senja (Seno Gumira Ajidarma), (2) Kumpulan Cerpen Gallery of Kisses (EKI Production), (3) Dunia Sophie (Jostin Gaarder), (4) Filsafat Seni (Jakob Soemardjo), dan (5) Kamus Keramik  (Brian Alexander.  (Diana AV Sasa).

Biodata:

Nama                                     : Jenny Lee

Tempat/Tanggal lahir        : Surabaya, 8 Maret 1976

Alamat                                   : Jl mastrip Bogangin 21 Surabaya 60223

Telepon                                  : 081 931088179

Mail                                        : rumputdilangit@yahoo.com

ceramic.queen@gmail.com

Pendidikan   :

  • Modern School of Design,Jurusan Desain Grafis-Yogyakarta(2000-2001)
  • Institut Seni Indonesia Yogyakarta, D3 Jurusan Kriya Cinderamata Keramik (2001-2004)
  • S1 Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya(2008-2009)

Pameran tunggal:

(2004) Saat Detik Detak, Via-via Café-Yogyakarta, (2009) Coming Up, House of  Sampoerna-Surabaya

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan