-->

Literasi dari Sewon Toggle

SMS Lebaran 2009 Pilihan I:BOEKOE

(1) Ageng inggilipun Gunung Reksomuko inggih kangge nyawiake netro, Jembar ombonipun segoro minangkalbu namung pangangen-angen manungso, Bayu ageng topan lan leysus ingkang sumilir menika namung osiking napas kito, Inggih namung Toya Perwitosari ingkang manggen wonten ing ati sanubari kang suci. Ugi saking ati sanubari kang suci, kawula hangaturaken sedaya lepat lan luput kawula, nyuwun gunging samudra pangapsami kanti lelo salebeting manah, Sugeng Riyadin Idul Fitri mugi-mugi Gusti kang ngakaryo jagad enggal paring Rahmat, Barokah, ugi pangestu, Amin. (Rifqi Sukma- Seniman-Jogja)

(2) Kita itu komedian. Harus berani+jujur menertawai cacat&khilaf kita sebagai insan yang lemah di panggungNya. Dengan itu kita bisa bangkit jadi insan baru di hari yang fitri (Bambang Haryanto- Epistoholik-Wonogiri)

(3) Kata Rumi, Makrifat itu rasakan api secara langsung, bukan meracau tentang asap. Anggur spiritual itu beda. Maaf lahir batin, Selamat Idul Fitri (Engkos Kusnadi a.k.a Rama Prabu-Penulis Puisi-Bandung)

(4) Suarakanlah namaNya agar kemerdekaan nyala dijalanmu. Met hari raya Idul Fitri 1430H, Mohon maaf lahir dan batin. (Rhoma Dwi Aria-Penulis sejarah-Jogja)

(5) SMS Berbalas sambung:

Penulisan buku catatan ramadhan telah sampai pada halaman terakhir. Saatnya untuk menerbitkan sebagai anak ruhani. Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Setulusnya (Diana AV Sasa-Penulis-Pacitan) –> Dan puncak kroniknya.. lahirnya jiwa suci. Taqabbalallah minna wa minkum, taqabal Ya Karim. Met idul Fitri 1430H (Sholahudin Aly-Aktivis LSM-Jepara)–> Semoga setiap orang percaya, sebelum menutup buku dapat membubuhkan sesuatu di  buku, Selamat memaafkan orang yang menabukan buku. Salam (Tumpal Sulaiman Parhusip-Trijaya FM-Surabaya)

(6) Hari ini matahari tepat di atap khatulistiwa. Ia kehilangan bayangannya di bumi. Alampun ikut fitri. Maaf atas bayangan kesalahan saya. Salam (Taufik Rahzen-Budayawan-Sumbawa)

(7) Lima tangkai sedap malam:
Tangkai pertama, kupersembahkan bagi malaikat pemberi rahmat.
Tangkai kedua, terkirim harumnya bagi syuhada yang menegakkan tauhid.
Tangkai ketiga, kuulurkan kepada kaum yang bertahan dengan lapar atas nama iman.
Tangkai keempat, menjadi bingkisan untuk ibu yang melahirkan anak-anak salih dan salihah.
Tangkai kelima, menemaniku menyambut hari kemenangan.
“Selamat Idul Fitri, sahabat. Mohon maaf lahir dan batin.” (Kurnia Effendi, Penulis Cerita, Jakarta)

(8) Ente itu gimana sih? Adam yg cuma berbuat dosa sekali aja langsung dibuang dari surga. Lha ente… yang dosanya seabrek malah  berharap masuk surga… Tapi tak apalah, selamat idul fitri. (Iswarta Bima-Sejarawan di Jogja)

(9) Apa daya tanpa kesadaran diri mengikat luka seseorang dengan perban tapi tak tahu didalam luka tertanam sebutir peluru. Selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin. (Donne Rizky F.)

(10) Bukan sekedar tradisi, atau basa basi, ini ketulusan hati, di hari yang fitri. Mohon dimaafkan segala kesalahan diri. (M Choiri, Guru Madrasah, Sidoarjo)

1 Comment

bambang haryanto - 03. Okt, 2009 -

Terima kasih, Ibuku. Setelah hari Lebaran surut beberapa hari ke belakang, saya baru tahu kalau SMS saya itu “dinilai” dan akhirnya bisa ikut terpajang di situs ini. Suatu kehormatan bagi saya.

Sekadar info, ucapan itu saya rancang setahun lalu, setelah kebanjiran SMS-SMS elok, puitis, sekaligus kadang artifisial. Saya sebut sebagai artifisial karena seringkali pengirimnya saya tahu bukan orang yang bertradisi literasi tinggi, tetapi di Lebaran kok bisa bersastra-sastra, bersuci-suci, ber-ayat-ayat suci. ?

Saya menduga mereka melestarikan budaya “copy/paste”,yang juga tak jarang saya lakukan pula, dengan mengopi ucapan Lebaran dari sumber/orang lain. Aksi semacam itu kok seringkali malah membuat hati kecil saya protes : ini ingin silaturahmi beneran atau hanya sok-sokan beneran ?

Maafkan saya atas prasangka kurang terpuji ini. Mohon maaf lahir dan batin, sekali lagi.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan