-->

Esai Toggle

Puisi Rama Prabu | Dan Mereka Membakar Buku

:/pembakar buku

Buku, musuhnya api

Buku, musuhnya rayap

Buku, musuhnya lembab

Buku, musuhnya sebab

Buku, musuhnya musabab

Buku, musuhnya profesor anti buku

Buku, musuhnya agama satanic

tujuh musuh, tujuh rupa

tujuh jiwa, tujuh kuasa

ini kunci mati!

tapi, kemana kau bawa lari kerta-kertasku?

padahal aku tetap rindu!

kenapa kau bakar semua, padahal ada tapakku yang tak bisa kau hapus pupuskan

jenaka punakawan, sia-sia hidup kala laku tak berilmu

seperti dirimu!

ingatlah jiwa buku takkan layu di telan ragu, seperti hidupmu!

mereka telah hidup bersama taring-taringnya, bersama cakar-cakarnya

tapi kenapa kau tak bersikap bijak?

kita kan teriak, buku lawan buku

satu lawan satu

seteru lawan seteru

baku buku dengan baku buku

ini hidup sebelum mati, ini manusiawi sebelum sorgawi

jadi, jangan mati sebelum mati!

aku memang tahu, kau memendam jiwa penakut di dada

dibungkus nadi-nadi merah yang haus darah

serupa gundah pada para pujangga

mungkin kau dilahirkan dari api, atau dari air?

mungkin juga dari juwa sebab-musabab yang tanpa penanda “belati api”

kau peragu, aku tahu!

tapi diam lebih berharga kala kau tak tahu peluru

kan terarah kemana! bunuh diri.

pada buku yang telah jadi abu

ku titipkan kabar siang, disini mereka membelamu!

kau tahu siapa yang telah membinasa

datangilah dengan secucup cinta dari tinta penuh makna

walau itu di ranah dilema

buku ternyata tak punya musuh…!

di tanah ibu, jiwa merdeka

Bandung, 8 September 2009

* Dinukil dari Note Facebook Rama Prabu

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan