-->

Kronik Toggle

Prof Aminuddin Kasdi Murid Bimbingan Terakhir Prof Sartono Kartodirdjo

Prof Aminuddin Kasdi Murid Terakhir Prof Sartono Kartodirdjo
Lahir di Nganjuk, 9 Januari 1948. Pendidikan Sr, SLTP, dan SLTA diselesaikan di Nganjuk (1960), Kediri (1960-1963), dan Malang (1964-1965). Selepas pendidikan guru ia menggeluti pekerjaannya dengan ulet dan tekun di bidang pendidikan sebagai guru SD (1966-1971), SLTP (1971-1975), SLTA (1975-1980) sambil mengabdi sebagai kepala SMA Muhammadiyah Nganjuk (1976-1983), Dosen Luar Biasa Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel (1976-2000).
Mulai awal 1979 mutasi sebagai tenaga edukatif di Universitas negeri Surabaya (d/h IKIP Negeri Surabaya). Sambil bekerja, gelar Sarjana Muda Pendidikan Sejarah (BA) diselesaikannya di Extension Course IKIP Nganjuk (1972), Sarjana Pendidikan Sejarah IKIP Malang, Akta V (1984) di Surabaya. Mendapatkan kesempatan studi S2 (1987-1989) dan S3 Ilmu Sejarah di Pascasarjana UGM (1993-1997).
Didorong oleh kemauannya yang keras untuk menyelesaikan disertasi, dengan swadana ia melakukan penelitian di Belanda (1995). tesis magister berjudul “Masalah Tanah dan Keresahan Petani di Jawa Timur 1960-1965” dan disertasi berjudul “Hubungan antara Pusat dan Daerah pada Periode Kartasura Akhir (1976-1745); “Studi Peranan Cakraningrat IV dalam Merebut dan Mengembalikan Kraton Kartasura kepada Pakubowana II” berhasil disusunnya dengan bimbingan Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo yang terakhir (ke-17) dan Prof. Dr. Darsiti Soeratman.
Semenjak mahasiswa memiliki hobi menulis di Mimbar Pendidikan Agama (MPA) Jawa Timur, Media Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan IKIP Surabaya, Media Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FPIPS IKIP Surabaya, Wahana IKIP Surabaya, Widya Loka IKIP Widya Darma Surabaya.
Karya-karya tulinya antara lain: Palestina dalam Kemelut (1984), Pertempuran 10 November; Citra kepahlawanan Bangsa Indonesia di Gresik (1986), Kepurbakalaan Sunan Giri (1987), Kota Gresik dalam Perspektif Hari Jadi (anggota tim penulis, 1991), Babad Gresik (1983), Sejarah Sunan Dradjat dalam Jaringan Masuknya Islam di Nusantara (tim peneliti/penulis, 1998), “Sunan Giri” dalam Jejak Kanjeng Sunan; Perjuangan Wali Songo (Yayasan Festival Wali Songo, 1999).
Ia selain berpartisipasi dalam penelitian Hari Jadi Kota Gresik (1991), Kabupaten Nganjuk (1993), Kabupaten Pacitan (1985), Tim peneliti/Pertimbangan Benda Cagar Budaya Kota Surabaya (1994-2000), juga memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah sejarah, sosial-budaya, arkeologi, Islam periode klasik, komunisme di Indonesia, dan pendidikan.
Pelbagai makalah telah ia tulis serta dipresentasikan di seminar-seminar/pertemuan baik tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
Kegemarannya berorganisasi disalurkan lewat Pelajar Islam Indonesia (PII-1963-1965), GP Ansor (1965-1968), HMI (1965-1975), Muhammadiyah (1976-sekarang), Ta’mir Yayasan Masjid Al-Aziz Surabaya (1986-sekarang), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI–1990-sekarang), dan Masyarakat Sejarawan Indonesia Jawa Timur (1993-sekarang).
Perkawinannya pada usia muda dengan St Samidjah (1971) telah memberinya tiga anak, yaitu Ir Sri Muti’atun Sintawati, Endah Rahmawati, dan Mamik Tri Wedawati.
* Diketik Muhidin M Dahlan dari buku Kaum Merah Menjarah: Aksi Sepihak PKI/BTI di Jawa Timur 1960-1965 (Yogyakarta: Jendela, 2001: 389-391)
NOTE: Buku Prof Aminuddin Kasdi yang lain yang berbicara tentang komunisme adalah G 30 S PKI: Bedah Ceasar Dewan Revolusi Indonesia (Java Pustaka Media Utama, 2005: xviii+126 halaman)

Lahir di Nganjuk, 9 Januari 1948. Pendidikan SR, SLTP, dan SLTA diselesaikan di Nganjuk (1960), Kediri (1960-1963), dan Malang (1964-1965). Selepas pendidikan guru ia menggeluti pekerjaannya dengan ulet dan tekun di bidang pendidikan sebagai guru SD (1966-1971), SLTP (1971-1975), SLTA (1975-1980) sambil mengabdi sebagai kepala SMA Muhammadiyah Nganjuk (1976-1983), Dosen Luar Biasa Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel (1976-2000).

Mulai awal 1979 mutasi sebagai tenaga edukatif di Universitas negeri Surabaya (d/h IKIP Negeri Surabaya). Sambil bekerja, gelar Sarjana Muda Pendidikan Sejarah (BA) diselesaikannya di Extension Course IKIP Nganjuk (1972), Sarjana Pendidikan Sejarah IKIP Malang, Akta V (1984) di Surabaya. Mendapatkan kesempatan studi S2 (1987-1989) dan S3 Ilmu Sejarah di Pascasarjana UGM (1993-1997).

Didorong oleh kemauannya yang keras untuk menyelesaikan disertasi, dengan swadana ia melakukan penelitian di Belanda (1995). Tesis magister berjudul “Masalah Tanah dan Keresahan Petani di Jawa Timur 1960-1965” dan disertasi berjudul “Hubungan antara Pusat dan Daerah pada Periode Kartasura Akhir (1976-1745); Studi Peranan Cakraningrat IV dalam Merebut dan Mengembalikan Kraton Kartasura kepada Pakubowana II” berhasil disusunnya dengan bimbingan Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo yang terakhir (ke-17) dan Prof. Dr. Darsiti Soeratman.

Semenjak mahasiswa memiliki hobi menulis di Mimbar Pendidikan Agama (MPA) Jawa Timur, Media Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan IKIP Surabaya, Media Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FPIPS IKIP Surabaya, Wahana IKIP Surabaya, Widya Loka IKIP Widya Darma Surabaya.

Karya-karya tulinya antara lain: Palestina dalam Kemelut (1984), Pertempuran 10 November; Citra kepahlawanan Bangsa Indonesia di Gresik (1986), Kepurbakalaan Sunan Giri (1987), Kota Gresik dalam Perspektif Hari Jadi (anggota tim penulis, 1991), Babad Gresik (1983), Sejarah Sunan Dradjat dalam Jaringan Masuknya Islam di Nusantara (tim peneliti/penulis, 1998), “Sunan Giri” dalam Jejak Kanjeng Sunan; Perjuangan Wali Songo (Yayasan Festival Wali Songo, 1999).

Ia selain berpartisipasi dalam penelitian Hari Jadi Kota Gresik (1991), Kabupaten Nganjuk (1993), Kabupaten Pacitan (1985), Tim peneliti/Pertimbangan Benda Cagar Budaya Kota Surabaya (1994-2000), juga memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah sejarah, sosial-budaya, arkeologi, Islam periode klasik, komunisme di Indonesia, dan pendidikan.

Pelbagai makalah telah ia tulis serta dipresentasikan di seminar-seminar/pertemuan baik tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.

Kegemarannya berorganisasi disalurkan lewat Pelajar Islam Indonesia (PII-1963-1965), GP Ansor (1965-1968), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI–1965-1975), Muhammadiyah (1976-sekarang), Ta’mir Yayasan Masjid Al-Aziz Surabaya (1986-sekarang), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI–1990-sekarang), dan Masyarakat Sejarawan Indonesia Jawa Timur (1993-sekarang).

Perkawinannya pada usia muda dengan St Samidjah (1971) telah memberinya tiga anak, yaitu Ir Sri Muti’atun Sintawati, Endah Rahmawati, dan Mamik Tri Wedawati.

* Diketik Muhidin M Dahlan dari buku Kaum Merah Menjarah: Aksi Sepihak PKI/BTI di Jawa Timur 1960-1965 (Yogyakarta: Jendela, 2001: 389-391)

NOTE: Buku Prof Aminuddin Kasdi yang lain yang berbicara tentang komunisme adalah G 30 S PKI: Bedah Ceasar Dewan Revolusi Indonesia (Java Pustaka Media Utama, 2005: xviii+126 halaman)

4 Comments

ary - 08. Sep, 2009 -

dan sepanjang buku itu, kata ceasar terus diulang.. memang diragukan prosesor si provesor ini

IBOEKOE - 08. Sep, 2009 -

Ary, mantep nggak tulisan Prof Kasdi tentang “Cesar” itu… Menurut editor bukunya yang pertama, Kaum Merah Menjarah, buku itu rumit sekali tata bahasanya. Hampir modar mereka membereskannya supaya bahasanya lentur dan cair.

Benarmawi - 09. Sep, 2009 -

Tanyakan Google: Prof pembakar buku?
Jawab : AMINUDDIN KASDI!
Kasian anak cucunya…

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan