Presiden SBY Minta Arsip dan Dokumen Negara Diserahkan ke Pemerintah

JP [ Selasa, 01 September 2009 ]
Presiden SBY Minta Arsip dan Dokumen Negara Diserahkan ke Pemerintah
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak yang masih menyimpan arsip maupun dokumen terkait dengan sejarah negara segera menyerahkan kepada pemerintah. Arsip-arsip tersebut penting bagi kehidupan ber negara pada masa yang akan datang.
“Kopinya tentu bisa dimiliki. Tapi, tolong, sesuai dengan ketentuan undang-undang, aslinya harus diserahkan kepada negara,” kata SBY dalam sambutan peresmian Dio rama Sejarah Perjalanan Bangsa di Kantor Arsip Nasional RI kemarin (31/8).
Presiden menduga, masih banyak arsip negara yang disimpan individu-individu. Bisa jadi, menurut dia, itu bukan kesengajaan. Mungkin saja, lanjutnya, hal tersebut terkait dengan situasi konflik pada suatu masa sehingga dokumen itu tidak bisa di simpan sebagaimana mestinya.
SBY menjelaskan, jika dokumen negara ti dak terdokumentasikan dengan baik, se perti naskah asli Supersemar (Surat Perin tah Sebelas Maret) yang masih belum jelas keberadaannya, akan menyebabkan po lemik yang berkepanjangan. Sebab, penulisan sejarah tidak didasarkan kepada dokumentasi yang sahih.
Presiden mengatakan, kebenaran sejarah harus selalu tegak. Selain itu, studi serta penelitian sejarah dan akademis harus merujuk kepada sumber-sumber yang benar. (sof/iro)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak yang masih menyimpan arsip maupun dokumen terkait dengan sejarah negara segera menyerahkan kepada pemerintah. Arsip-arsip tersebut penting bagi kehidupan ber negara pada masa yang akan datang.

“Kopinya tentu bisa dimiliki. Tapi, tolong, sesuai dengan ketentuan undang-undang, aslinya harus diserahkan kepada negara,” kata SBY dalam sambutan peresmian Dio rama Sejarah Perjalanan Bangsa di Kantor Arsip Nasional RI (31/8).

Presiden menduga, masih banyak arsip negara yang disimpan individu-individu. Bisa jadi, menurut dia, itu bukan kesengajaan. Mungkin saja, lanjutnya, hal tersebut terkait dengan situasi konflik pada suatu masa sehingga dokumen itu tidak bisa di simpan sebagaimana mestinya.

SBY menjelaskan, jika dokumen negara ti dak terdokumentasikan dengan baik, seperti naskah asli Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) yang masih belum jelas keberadaannya, akan menyebabkan polemik yang berkepanjangan. Sebab, penulisan sejarah tidak didasarkan kepada dokumentasi yang sahih.

Presiden mengatakan, kebenaran sejarah harus selalu tegak. Selain itu, studi serta penelitian sejarah dan akademis harus merujuk kepada sumber-sumber yang benar.

* Dinukil dari Harian Jawa Pos Edisi 01 September 2009

Gus Muh

Gus Muh

Pencatat dan Pencatut Dunia Koran