-->

Kronik Toggle

Bakar Buku Merugikan Penulis

Sekitar 30 aktivis menggelar aksi kekecewaan atas insiden pembakaran buku, 2 September lalu. Aksi di Taman Apsari, depan Gedung Grahadi itu, diwujudkan dengan orasi dan pembacaan buku bersama-sama.

Puluhan anak muda yang terdiri atas seniman, penerbit, penulis, serta aktivis LSM tersebut menamakan diri Masyarakat Pencinta Buku (MPB). Mereka beraksi sebagai bentuk kekecewaan atas pembakaran buku testimonial Soemarsono yang berjudul Revolusi Agustus, Kesaksian Pelaku Sejarah. Pembakaran buku itu dilakukan oleh Front Anti-Komunis (FAK) di depan kantor Jawa Pos, Rabu (2/9).

Aksi yang dimulai pukul 16.00 tersebut menampilkan banyak hal. Setelah beberapa aktivis berorasi mengecam pembakaran buku tersebut, aksi dilanjutkan dengan membaca buku bersama. Masing-masing membaca buku yang dipegang di halaman 7, 19, dan 29. Halaman-halaman itu mewakili hari kemarin (7/9/2009).

Koordinator MPB Diana A.V. Sasa mengungkapkan, pembakaran buku merupakan tindakan vandalisme. Pembakaran buku merupakan pelecehan terhadap harga diri penulis. ”Sebab, menulis buku adalah kerja dengan darah, keringat, dan energi besar,” tuturnya.

Diana menambahkan, apa pun ideologinya, haram kiranya seseorang atau kelompok orang membakar buku. Sebab, tindakan itu tidak layak dilakukan oleh orang-orang yang beradab.

”Buku adalah dokumen sejarah. Apa pun isinya, saya kira anak muda berhak memperoleh pemahaman yang berimbang. Jangan sampai anak muda kehilangan referensi karena buku hanya memuat satu sisi peristiwa saja,” tegasnya. ”Peristiwa 1965 adalah contoh yang kasatmata,” lanjut dia.

* Dinukil dari Harian Jawa Pos Edisi 8 September 2009

2 Comments

arah - 13. Sep, 2009 -

saya tidak tahu apa2 tentang kebenaran.
yang saya tahu ada pertentangan dengan sejarah yang benar, ada sejarah yang ingin dimunculkan dan ada yang berusaha untuk membatasi/ menutupi!!!!

namun yang pasti, kita tidak punya hak membakar buku/ karya siapapun. pastinya dia berkarya/ menulis mempuyai dasar pemikiran tertentu, namun belum tentu dapat diterima masyarakat.
begitupun, kita tidak mempunyai hak untuk melenyapkannya…

silahkan berikan yang berbeda, tulis buku ataupun berkarya untuk meyakinkan pembaca/masyarakat. dan masyarakatlah yang akan memilih mana yang mereka yakini!!!!!

Maspoedjo - 16. Agu, 2010 -

Dengan buku kita bisa membedah dunia
Hanya orang dungu yang membakar buku, karena akan membakar dunia beserta isinya……
Islam mengajarkan manusia menjadi pintar karena ada ayat yang mengatakan: “tidak Kuciptan Qur’an kecuali kaum yang berfikir”

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan