-->

Resensi Toggle

Lelaki Tua dan Laut karya Hemingway

Lelaki-Tua-WEBLELAKI TUA DAN LAUT

Ernest Hemingway | PT Serambi Ilmu Semesta | 2009 | 145 halaman

Pengantar: Keteguhan Kunci Keberhasilan

Memancing memang mengasyikkan. Kalau umpan dilahap oleh target, wah… lega benget. Rasanya, waktu lama yang sudah dikorbankan buat nungguin kail pancing sebanding dengan apa yang kita dapatkan. Seekor ikan yang guede banget, misalnya. Itulah klimaks dari sebuah kegiatan memancing.

Benar apa yang orang kebanyakan bilang, memancing butuh kesabaran ekstra. Tapi, kali ini bukan cuma kesabaran, Ernest Hemingway mencoba menuturkan kisah yang penuh dengan pelajaran hidup mengenai ketabahan dan kerja keras pantang menyerah lewat lembaran-lembaran penuh semangat. Apa pun konsekuensinya harus dihadapi dengan tegar. Termasuk, menunggu hasil pancingan selama 84 hari…

84 hari? Ya, betul. Itulah waktu yang harus dibayar oleh Santiago, nelayan tua yang digambarkan oleh Ernest Hemingway dalam bukunya yang berjudul Lelaki Tua dan Laut. Sesuai judulnya, kisah dalam buku ini menceritakan tentang perjuangan Santiago. Hanya berbekal perahu tua, kail pancing, umpan, dan niat untuk menggapai keberhasilan di dalam 84 hari tersebut, dia menantang lautan untuk mendapatkan ikan marlin raksasa.

Mulai hari pertama hingga terakhir, dia menunggu umpannya disentuh ikan marlin. Tak ada setitik rasa putus asa di dalam hatinya. Terus saja dia tunggu ikan itu sampai datang menghampiri perahu dan umpannya tadi. Akhirnya dia berhasil. Meski, dia harus menghadapi kenyataan bahwa ikan tersebut tak bisa dibawanya ke daratan secara utuh.

Cerita Gigih Santiago, sang Nelayan dalam Lelaki Tua dan Lautan
Jangan Pernah Menyerah

Memancing. Apa sih yang ada di bayangan kalian mendengar kata tersebut? Nunggu, nunggu, dan nunggu. Membosankan? Kata itu tidak ada di kamus Santiago.

Santiago, tokoh utama dalam novel The Oldman and The Sea (Lelaki Tua dan Lautan), digambarkan punya semangat baja. Dia tidak menyerah meski usahanya mencari ikan sering terbentur kegagalan. Santiago sudah menganggap memancing sebagai tujuan hidup. Hal itulah yang coba diteladani para bookaholic kali ini.

Mustaghfiroh, Sena Aditya, Rischa Puspita, Bayu Santoso, dan Debrina Tedjawidjaja sangat mengagumi kegigihan Santiago. Nelayan satu itu dinilai para bookaholic memiliki dedikasi tinggi terhadap profesinya.

“Wow, bener-bener cerita keteladanan yang luar biasa. Santiago, dalam kisahnya, mampu memberi kita pelajaran berarti untuk menjalani hidup. Meski katanya dia sudah nggak punya keberuntungan lagi dalam memancing seperti waktu mudanya dulu, dia tetep keukeuh memancing di lautan lepas demi seekor ikan marlin raksasa,” ujar Firoh, sapaan akrab Mustaghfiroh.

Debrina juga memuji kandungan cerita dalam novel Lelaki Tua dan Lautan itu. Ceritanya sangat inspiratif. Debrina juga memberikan acungan jempol untuk penghargaan Pulitzer atau nobel sastra untuk buku tersebut. Salah satu bagian yang disuka Debrina adalah cover.

“Di bagian cover depan ditulis bahwa manusia bisa dihancurkan, tapi tidak bisa dikalahkan. Itu artinya sebagai manusia kita nggak boleh lemah. Meski harus jatuh bangun kayak Santiago gitu, kita harus tetep semangat,” ujar Debrina.

Ica, panggilan Rischa Puspita, setuju dengan dua bookaholic di atas. Dia juga merasakan keuntungan membaca buku itu. Apalagi kalo bukan pengetahuan tentang kelautan. Sebab, dalam buku itu, beberapa fungsi hewan laut disebutkan.

“Contohnya aja disebutin bahwa minyak ikan hiu itu bermanfaat bagi manusia. Makanya banyak dicari orang. Ato ternyata di laut itu ada ikan bernama marlin yang ukurannya sangat besar,” ujar Ica sambil menyantap spageti yang dipesannya.

“Iya ya, kirain yang namanya cuma artis aja. Marylin Monroe, Ha ha ha…” guyonan Ica disambut tawa keempat bookaholic lain.

Sambil memakan es krim miliknya, Sena ikut nimbrung. Dia lebih terkesan dengan persahabatan Santiago dan Manolin. Dua orang itu tidak punya hubungan darah atau saudara. Namun, saking lengketnya, hubungan dua orang itu seperti saudara kandung. Ada satu cerita yang membuat Sena terharu. Yaitu, ketika Manolin menyambut Santiago pulang dari melaut.

“Tapi omong-omong, spagetiku masih banyak nih. Siapa yang mau bantuin ngabisin ya?” Ica membuka tawaran untuk bookaholic lain. Tanpa pikir panjang, semua tangan bookaholic langsung terangkat, tanda menerima tawaran Ica.

CUAP – CUAP

Usung Kisah Inspiratif
Menyentuh. Nggak percuma deh di depan bukunya ada tulisan pemenang Pulitzer. Sebab, memang aslinya buku ini bisa jadi sumber inspirasi banget. Perjuangan Santiago untuk mendapatkan ikan marlin patut diacungi empat jempol sekaligus. Bayangin aja, dia nggak cuma menaklukkan ikan marlin, tapi dia juga harus mengalahkan ikan hiu yang buas. Selain itu, banyak kata-kata bijak dalam buku ini. Meskipun kadang tersampaikan secara tersirat, nasihat-nasihatnya mengena banget. Di sini, Santiago menemui berbagai halangan sewaktu dia mincing. Namun, dia tidak menghiraukan semua itu. Sebab, dia memiliki satu mimpi yang menjadi pendorong semangatnya.
Debrina Tedjawidjaja, Unair
Buku favorit: Pretty Pritta
Pengarang: Andrei Aksana
Rating: 4

– – –

Menarik Diimajinasikan
Bagi yang suka novel-novel terjemahan, buku ini bisa jadi salah satu pilihan. Tema cerita yang diusung relatif langka. Selain itu, ceritanya menarik buat diimajinasikan. Contohnya, waktu Santiago berhasil mendapatkan ikan itu. Sebelumnya, kan dia harus berjuang untuk melawan hiu, bagian ini seru buat diimajinasikan. Wah, perjuangannya pasti menegangkan. Coba aku ikutan berperan di cerita tersebut. Tak bantuin deh, Pak Santiago! Ha ha. Satu lagi yang menarik adalah pas Santiago berhasil ngedapetin ikan yang selama ini dia tungguin. Ukurannya raksasa.
Bayu Santoso, SMAN 7 Surabaya
Buku favorit: Harry Potter
Pengarang: J.K. Rowling
Rating: 4

– – –

Pekerja yang Tangguh
Sebagai seorang pekerja, Santiago patut dijadikan contoh. Dia adalah seorang nelayan yang supersabar. Nunggu umpan pancingannya disantap ikan marlin sampai 84 hari bakal dia lakoni. Hebatnya, dia melakukannya dengan senang hati tanpa mengeluh. Itu adalah pelajaran hidup yang sangat berharga buat kita. Yakni, kita harus total dalam menjalani sesuatu. Meski cobaannya begitu besar, kita harus tabah. Jangan sampai kita menyerah di tengah jalan. Sebab, di akhir nanti kita bakal mendapatkan hasil yang sepadan dengan apa yang sudah kita usahakan.
Mustaghfiroh Y., SMAN 4
Buku Favorit: 100 Orang yang Mewarnai Jakarta
Pengarang: Benny & Mice
Ratting: 5

– – –

Persahabatan Mengharukan
Seru! Ceritanya sarat petuah dan nasihat tentang kehidupan. Inti cerita ini begitu menyentuh. Terutama, bagian persahabatan antara Santiago dan lelaki muda itu. Nggak tau juga sih itu bisa dikategorikan sebagai persahabatan apa nggak. Tapi, yang jelas, di antara mereka muncul emosi yang kuat. Meskipun si lelaki muda tersebut nggak dibolehin sama orang tuanya melaut dengan Santiago, dia tetap menyambutnya sepulang dari menangkap ikan. Perbedaan usia di antara mereka jauh. Tapi, itu tak menjadi halangan bagi mereka untuk saling berbagi pikiran.
Sena Aditya, SMA Giki 2
Buku Favorit: 10 Things Before I Die
Pengarang: Daniel Ehrenhafi
Rating: 4

– – –

Tularkan Kegigihan
Biasanya, aku tertarik buat baca buku kalau sudah ada pembuktian bagus dari orang lain atau film. Kayak beberapa novel yang difilmkan itu, aku pasti baca. Nah, sama halnya kayak buku ini. Kayak yang aku tahu di beberapa website, buku ini sudah banyak direkomendasiin sama orang. Apalagi, dengan penghargaan Putlizer itu, bikin aku semangat baca. Kenyataannya, emang nggak rugi. Banyak hal baru yang bisa kita dapat dari sini. Intinya, seorang nelayan dengan kegigihannya dalam mendapat ikan. Waw, itu menurutku luar biasa.
Rischa Puspita, Unesa Surabaya
Buku favorit: AAC
Pengarang: Habiburrahman El Shirazy
Rating: 4

* Dikronik dari Harian Jawa Pos Edisi 28 September 2009

Sumber gambar: http://3.bp.blogspot.com/_D54w_K_rzek/SiSdoLOIisI/AAAAAAAABQ8/6_oTmE3WupE/s1600/Lelaki.jpg

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan