-->

Kronik Toggle

Lawan Buku Komunis dengan Agama yang Kuat

Inilah rangkuman pendapat dari perupa Wahyu Nugroho kepada Indonesia Buku terkait dengan gerakan anti komunis dan pembakaran buku di Jawa Pos (2/9). Saat ini, Wahyu Nugroho tinggal di Pasuruan.

* * *

Yang paling tidak saya setujui dari ideologi Komunis adalah:

a. Atheis, yaitu memandang segala sesuatu yg berhubungan dg immaterial, dianggap omong-kosong. Misalnya Tuhan dan spiritualitas/ religiositas manusia dinafikan.

b. Segala sesuatu diatur oleh pemerintah, sampai-sampai masyarakat dikelompokkan dalam fungsi-fungsi yang dibutuhkan oleh negara (penguasa), sehingga kurang menghargai potensi dan hak individual.

c. Dalam garis perjuangannya menghalalkan segala cara, bahkan tidak jarang menciptakan instabilitas dengan membuat konflik pertentangan kelas.

Tentang trauma masa lalu, secara pribadi saya tidak pernah berhubungan langsung. Tapi bapak saya pernah menjadi target pembunuhan oleh kelompok komunis. Untung bisa lolos. Dan dari bapak saya juga, saya mendapat banyak kisah tragis tentang komunis.

Di samping itu, saya juga mendapat wawasan dari pengajian-pengajian ilmiah yang mengupas banyak tentang ideologi komunis. Mulai dari akar filsafatnya sampai pada praktik sistem pemerintahan.

Saya juga tidak jarang membaca tulisan-tulisan yang berbau komunis. Maka dalam menghadapi tulisan-tulisan komunis, secara pribadi kita harus membekali pemahaman agama yang relatif kuat.

Secara perjuangan organisasi, kita bisa melakukan:

a. Menyatukan langkah dengan mengungkap setiap ideologi yang tersirat maupun tersurat untuk dilaporkan kepada yg berwenang.

b. Membuat tulisan yang mengkanter tulisan-tulisan komunis untuk disajikan kepada masyarakat luas agar tidak terkecoh.

Kalo yang mengganyang organisasi sosial masyarakat, justru ini menguntungkan pihak komunis. Karena mereka memang menghendaki adanya konflik sosial untuk menciptakan citra sebagai orang yang teraniaya. (GM)

4 Comments

Best-X - 05. Sep, 2009 -

apasalah komunis???? apa pula jadinya bila manusia tidak beragama??? dan kenapa agama sering jadi kambing hitam untuk diperjual-belikan??? Munafik………salahkan diri kita masing2……. jangan memnggangu orang lain kalo tidak mau di ganggu balik…. itu baru agama…….

El Hadi - 10. Jan, 2010 -

Justru agama tidak menyalahkan Komunis, tapi Komunislah yang menjustifikasi agama sebagai candu. Itu akbatnya menjadi kewajiban kami untuk mengcounter ide sesat ini. Coba jika komunis tidak mengcounter agama, pasti kalian hanya kami anggap Kafir Dzimmi.

IBOEKOE - 11. Jan, 2010 -

Bung Hadi, benar sekali bahwa ada satu pernyataan dari Marx bahwa agama itu candu. Lantaran sepotong pernyataan ini anda kemudian membuat justifikasi “jika komunis tidak mengcounter agama, pasti kalian hanya kami anggap Kafir Dzimmi..” Ujung justifikasi itu pastilah “agama” yang anda maksud dicounter komunis itu adalah “Islam”. Justru keliru, agama yg dimaksudkan adalah Katolik di Eropa dalam konteks sosiologi agama. Dan Anda juga tak jelas mencantumkan, komunis mana. kalau di Indonesia ada PKI, di China ada PKT, di Sovjet ada PKUS. Sedikit saja Anda membuka pikiran dan lepas dari dogma Orde Baru dan membaca literatur alternatif akan mengubah persepsi Anda tentang PKI (maaf, jika yg anda maksudkan komunis adalah PKI). Pada tahun 1922, PKI di Hindia Belanda mengutus Tan Malaka untuk ikut Konferensi Komintern. Di sana Tan berpidato dan mengusulkan spesifikasi bahwa satu2nya kawan segaris untuk mendongkel kolonialisme di Hindia Belanda adalah Islam. Tapi karena usulan ini PKI dinihilkan di pentas internasional. Juga keunikan komunis di Indonesia, bahwa ia lahir dari rahim pergerakan Islam. Semaun dan Muso adalah murid didikan langsung Tjokroaminoto. Kedua pendiri PKI itu juga adalah petinggi Sjarekat Islam. Tjokro juga adalah guru langsung Soekarno dan Kartosuwirdjo. Ini data resmi, tapi tak pernah diajarkan di sekolah. Bahwa eksponen utama Komunis, Nasionalisme, dan Islamisme berada dalam satu rumah kos dengan satu guru utama. (Muhidin M Dahlan)

Pustakawan - 12. Jan, 2010 -

Assalammu’alaikum Bung Hadi.

Ada baiknya Bung Hadi menelaah lagi hubungan antara komunisme dengan ajaran Islam.
Berdasarkan pembacaan saya, ketika seorang muslim memegang teguh ajaran Islam justru akan sepakat dengan perjuangan komunisme, tanpa harus mengubur komunisme dan memberi nisan bertuliskan kafir dan atheis.

http://www.unisosdem.org/ekopol_detail.php?aid=2754&coid=3&caid=22

http://www.syarikat.org/content/perjuangan-seorang-muslim-komunis

Wassalam

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan