-->

Lainnya Toggle

Fahrenheit 451: Kisah Pasukan Pembakar Buku

Fahrenheit 451_Movie1Oleh: Diana AV Sasa

Sutradara: François Truffaut | Pemain: Oskar Werner

Berdasarkan novel Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury

Ini adalah kisah tentang pembakaran buku. Bayangkan saja bagaimana rasanya jika Anda seorang kutu buku dan hidup di sebuah negeri di mana membaca buku adalah hal yang terlarang. Setiap saat Anda dihantui perasaan was-was jika sewaktu-waktu pasukan pembakar buku berhenti di depan rumah.  Kemudian semua koleksi kesayangan akan dibakar habis di depan mata Anda. Mungkin kah Anda akan memilih ikut terbakar bersama buku-buku itu? Satu adegan dalam Fahrenheit 451 memperlihatkan seorang perempuan renta rela ikut menjadi abu bersama perpustakaannya.

Ngeri. Miris. Kejam. Sadis. Tak beradab. Begitu mungkin Anda gerundel jika menyaksikan film ini di mana pasukan Fahreinheit 451 sedang beraksi membakar buku. Bahkan ada yang dibakar dengan pemiliknya sekaligus. Hidup-hidup. Memang itulah tugas pasukan mereka di negeri antibuku itu. Mereka harus merazia setiap orang yang ketahuan menyimpan atau membaca buku. Membakarnya hingga jadi abu. Motonya adalah: “Kami membakar mereka hingga menjadi abu, kemudian kami membakar abunya”.

Untuk melakukan operasi razia itu pasukan pembakar buku itu mendapat pendidikan khusus. Mereka tahu persis di mana buku biasanya disembunyikan dengan menyamarkan setiap perabot rumah. Di atas kap lampu, di kotak televisi, di dalam bantal, di balik dinding, bahkan dalam pesawat telepon pun mereka bisa dengan mudah menemukannya. Untuk tahu di mana buku disembunyikan, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan buku, begitu pelajaran dasar mereka.

Buku dilarang karena dianggap menganggu, menjadikan orang anti sosial. Novel, dianggap membuat orang tidak bahagia, karena berisi orang yang tak pernah ada. Pembaca novel akan terobsesi untuk hidup dalam cara yang tidak akan pernah bisa mereka raih. Maka buku adalah musuh sekaligus wabah yang layak diberangus.

Sementara itu, masyarakat dijejali dengan tayangan televisi yang menyajikan kepalsuan. Tayangan yang membawa pemirsanya masuk dalam dunia yang sama sekali tak nyata. Televisi telah menggiring orang untuk percaya bahwa kehidupan sesungguhnya ada di dalam kotak kaca itu. Jika ada yang tidak menonton TV mereka dianggap aneh dan berbeda.

Masyarakat lebih menikmati imajinasi yang disodorkan televisi. Buku yang menuliskan tentang kondisi mereka yang sebenarnya dianggap menyakitkan. Mereka  tak suka kebenaran dan kenyataan tentang diri mereka yang lemah ditunjukkan di depan hidung. Kepalsuan lebih memabukkan daripada kesunyatan. Televisi lebih asyik daripada buku.

Masyarakat mati buku itu dilukiskan dengan satir dalam sosok Linda, istri Montag, seorang petugas pembakar buku. Linda dan kawan-kawan perempuannya bahkan begitu menghamba pada televisi dan demikian percaya ketika televisi menyajikan sebuah kebohongan sekalipun. Hidupnya berkompas pada televisi. Apa yang dikatakan televisi diamininya. Sejenak beranjak dari depan televisi berarti melewatkan sebuah bagian penting yang amat disesali. Bahkan televisi dipercayai bisa memahami tekanan mentalnya, lebih peduli daripada suaminya sendiri. Demikian candunya hingga keberadaan suami pun nyaris terabaikan. Sungguh sebuah pelarian dari kesepian dan kegelisahan yang fatal.

Sementara Montag yang harus setiap hari membakar buku, mulai terpengaruh seorang gadis yang terus menerornya dengan pertanyaan “Mengapa orang sepertimu—yang begitu tulus hati—mau melakukan pekerjaan semacam itu?”. Gadis itu adalah Si X , seorang kutu buku. Lantaran terus-menerus dirongrong tentang buku, dan di rumah selalu kalah dengan televisi, Montag mengusir kesepian dengan mencoba membaca buku.

Buku pertama yang dibacanya adalah David Copperfield akrya Charles Dickens. Di bawah temaram lampu baca, diejanya kata demi kata dengan suara lirih dan terbata. Betapa dia sudah begitu asing dengan buku hingga membacanya pun dia nyaris terpatah-patah. Namun di situlah kesepiannya terobati. Montag pun menyelipkan beberapa buku yang akan dibakarnya ke dalam tas dan membacanya di rumah. Begitu asyik Montag hanyut dengan pesona setiap buku hingga tak sadar seorang kawan sekerja telah mengintai perilaku terlarangnya.

Montag terus menikmati persetubuhannya dengan buku sampai suatu malam Linda memergoki buku-buku yang disimpannya di atas loteng kamar mandi. Mereka saling menyalahkan tentang keintiman mereka dengan televisi dan buku. Linda cemburu karena suaminya lebih menikmati buku ketimbang menemaninya nonton televisi. Montag merasa lebih nikmat bersama buku karena Linda seperti orang asing baginya; begitu terobsesi pada televisi dan abai pada suami. Sebuah antiklimaks perang buku dan televisi di rumah itu.

Pertengkaran itu pun berujung pada laporan Linda pada Fahreinheit 451. Montag sampai pada suatu hari yang janggal dalam tugasnya. Mobil patroli pembakar buku yang dinaiki berhenti tepat di depan rumahnya. Karena tak mau berakhir konyol, Montag memilih untuk lari. Demikian dramatis pelariannya hingga mobil dengan pengeras suara mengumumkan dirinya sebagai buron mesti berkeliling ke seluruh penjuru kota. Dia diawasi dari helikopter dan semua televisi menyiarkannya. Montag sang pembakar buku menjadi buron karena ketahuan membaca buku.

Montag berlari ke pinggiran kota dengan modal petunjuk dari guru TK. Guru yang telah memikatnya dengan buku itu pernah memberinya nama sebuah tempat rahasia. Ternyata di sana ia menemukan sekumpulan pecinta buku yang memilih membentuk kelompok dan kehidupan sendiri daripada tinggal di negeri anti buku.

Di tempat tersembunyi itu, mereka mengganti nama masing-masing dengan buku yang sudah mereka hafalkan isinya. Ya, buku itu dihafalkan, tua muda semua menghafal. Lalu buku itu dibakar. Fahrenheit 451 bisa membakar buku, tapi mereka tak bisa membakar isi kepala kita, begitu kata pemimpin komunitas itu.

Fahrenheit 451 meski nampak seperti fiksi di beberapa bagian, sesungguhnya menyiratkan dengan jelas siapa dan apa yang ingin diungkapnya. Pakaian seragam pasukan pemburu buku sangat mirip dengan baju tentara Nazi Jerman. Angka 451 adalah titik suhu yang digunakan Hitler untuk membakar buku-buku Yahudi. Sebuah sindiran untuk menunjukan betapa pembakaran buku merupakan sebuah penumpulan nalar masyarakat. Sekaligus pemaparan bahwa televisi telah mendorong masyarakat menjadi jauh dari tradisi literasi.

Buku-buku dalam Fahrenheit 451 diambil dari koleksi pribadi Truffaut.  Sedangkan 10 ribu buku yang dibakar adalah milik seorang gadis yang dibayar £1 per buku. Gadis itu baru saja menerimanya sebagai hadiah dan di hari yang sama buku itu dijualnya. Berikut ini daftar buku yang tertangkap kamera. Mungkin di antaranya adalah buku favorit Anda. Selamat bersedih. Buku itu telah hancur jadi abu dalam Fahrenheit 451.

Inilah daftar buku yang dibakar pasukan Fahrenheit 451:

* Alice’s Adventures in Wonde rland,Lewis Carroll

* Animal Farm,George Orwell

* Arthur Schopenhauer

* David Copperfield, Charles Dickens

* Don Quixote, Miguel de Cervantes

* Friedrich Nietzsche

* Gulliver’s Travels,Jonathan Swift

* Jane Eyre, Charlotte Brontë

* Leo Tolstoy

* Lolita, Vladimir Nabokov

* Madame Bovary, Gustave Flaubert

* Mein Kampf, Adolf Hitler

* Metaphysics,Aristotle

* Mo, -Dick, Herman Melville

* Nadia

* Othello, William Shakespeare

* Pride and Prejudice, Jane Austen (volumes 1 and 2)

* Republic, Plato

* Robinson Crusoe, Daniel Defoe

* The Adventures of Tom Sawyer, Mark Twain

* The Brothers Karamazov, Fyodor Dostoyevsky

* The Catcher in the Rye, J. D. Salinger

* The Corsair, George , ron

* The Good Life

* The Martian Chronicles, Ray Bradbury

* The Pickwick Papers, Charles Dickens

* The Trial, Franz Kafka

* Walt Whitman

* William Faulkner

* Wuthering Heights, Emily Brontë

* Nineteen Eighty-Four, George Orwell

* A History of Science & Technology

* A Journal of the Plague Year, Daniel Defoe

* A Year of Grace

* Argos

* Ba,  Doll

* Cahiers du Cinéma

* Christopher Landon

* Confessions of an Irish Rebel, Brendan Behan

* Death of a Dream

* Death of a Ghost, Margaret Allingham

* Death on Milestone Buttress, Glyn Carr

* Decline and Fall, Evelyn Waugh

* Dom Juan, Molière

* Fathers and Sons, Ivan Turgenev

* Gargantua and Pantagruel, François Rabelais

* Gasparo Hauser

* Geheimnisse der Fürstin von Cadignan, Honoré de Balzac

* Gone with the Wind, Margaret Mitchell

* Holy Deadlock , A. P. Herbert

* Inspector French and the Cheyne Mystery, Freeman Wills Crofts

* Interglossa, Lancelot Hogben

* In ze pocket (The Hustler), Walter S. Tevis

* Jazz

* Jean Cocteau

* Jeanne D’Arc ,  Joseph Delter

* Journal of André Bulat

* Journey into Space ,  Charles Chilton

* Justine ,  Marquis de Sade

* Le Avventure di Pinocchio ,  Carlo Collodi

* Le Monde à Côté ,  Gyp

* Les Deux Anglaises et le Continent ,  Henri-Pierre Roché

* Les Nègres ,  Jean Genet

* Lewis et Irène ,  Paul Morand

* Look With Mother ABC Book

* Marcel Proust

* Marie Dubois ,  Jacques Audiberti

* Memoirs of Saint Simon ,  Louis de Rouvroy

* Metallurgy for Engineers

* My Autobiography ,  Charles Chaplin

* My Life and Loves ,  Frank Harris

* My Life in Art ,  Constantin Stanislavski

* Nest of Vipers ,  Tod Claymore

* New Writing

* Ninety Years Wiser

* No Orchids for Miss Blandish ,  James Hadley Chase

* Or Be the Deed

* Our Nuclear Future

* La Peau de Chagrin ,  Honoré de Balzac

* Petrouchka ,  Igor Stravinsky

* Plexus ,  Henry Miller

* Raffles and Miss Blandish ,  George Orwell

* Reappraisals of History

* Rebus ,  Paul Gegauff

* Roberte ce soir ,  Pierre Klossowski

* Sanctuary

* Sermons and Soda-Water ,  John O’Hara

* She Might Have Been Queen ,  Geoffrey Bocca

* Social Aspects of Disease ,  A. Leslie Banks

* Spanish Crossword Puzzle Book

* Swann’s Way ,  Marcel Proust

* Sweet Danger ,  Margaret Allingham

* Tales of Mystery & Imagination ,  Edgar Allan Poe

* The Bodley Head

* The Castle on the Hill ,  Elizabeth Goudge

* The Defeat of the Spanish Armada ,  Garrett Mattingly

* The Ethics ,  Aristotle

* The Evil of the Day ,  Thomas Sterling

* The Ginger Man ,  J. P. Donleavy

* The Good Soldier Schweik ,  Jaroslav Hašek

* The Happy Prisoner ,  Monica Dickens

* The History of Torture

* The House of the Arrow ,  A. E. W. Mason

* The Jason Murders ,  John Newton Chance

* The Jewish Question ,  Jean-Paul Sartre

* The Moon & Sixpence ,  W. Somerset Maugham

* The Mystery of Jack the Ripper ,  Leonard Matters

* The Owls’ House ,  Crosbie Garstin

* The Picture of Dorian Gray ,  Oscar Wilde

* The Pilgrim’s Progress ,  John Bunyan

* The Prince ,  Niccolò Machiavelli

* The Sittaford Mystery

* The Thief’s Journal ,  Jean Genet

* The Voyage of the Dawn Treader ,  C.S. Lewis

* “The Walrus and the Carpenter” ,  Lewis Carroll

* The Weather ,  George Kimble & Raymond Bush

* The White Friday Murders

* The White Priory Murders

* The World of Salvador Dali ,  Robert Descharnes

* Their London Cousins ,  Lydia Miller Middleton

* Through the Looking Glass ,  Lewis Carroll

* Vanity Fair ,  William Makepeace Thackeray

* Waiting for Godot ,  Samuel Beckett

* Weir of Hermiston ,  Robert Louis Stevenson

* We’re Still Using That Greasy MAD Stuff (a MAD Magazine compilation)

* Wreck of the Running Gate

* Zazie dans le Métro ,  Raymond Queneau

(Diana AV Sasa)

8 Comments

missy_butterfly - 05. Sep, 2009 -

belum ada bukunya Pak Soemarsono

R.N. Bayu Aji - 05. Sep, 2009 -

loh ake tenan seng dibakar 🙁

athar - 05. Sep, 2009 -

ternyata novel tahun 1953 ya, difilmkan 1966
hehehehe….

Romly Revolver - 05. Sep, 2009 -

biadab sekali mereka itu ya..

Irwan Bajang - 05. Sep, 2009 -

Yah….
beberapa buku yang pernah aku baca, dan beberapa jadi buku kesayanganku terbakar di film itu:
🙁

* The Prince , Niccolò Machiavelli
* Animal Farm,George Orwell
* Dom Juan, Molière
* Friedrich Nietzsche
* Leo Tolstoy
* Lolita, Vladimir Nabokov
* Mein Kampf, Adolf Hitler
* Metaphysics,Aristotle
* The Trial, Franz Kafka

Cari filmnya akh. belum nonton, ini film baru atau lama Mbak Diana??
saya mau nonton, dan pastinya sambil misuh2!!!
😀

sasa - 06. Sep, 2009 -

@Irwan: Hahhaaa….. untungnya tak ada satupun buku yang kubaca ada di list. Indonesia Buku tentu saja menyimpan film itu, Jadi bila ke surabaya atau jogja baiknya mampir saja. itu film lawas.OK?

cha-ndut - 10. Apr, 2010 -

Kira2, novel fahrenheit 451 masih ada ga ya?
Penasarn banget,,, kenal dari Libri di Luca soal Fahrenheit 451,,

Mohon info
terima kasih

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan