-->

Suplemen Toggle

Agung ’Tato’: Biografi Seniman Itu Penting

Agung kecilGambar arsitektur pernah dipandang sebagai suatu karya gambar yang dingin dan tidak ekspresif. Bahkan tidak diakui dunia senirupa. Menurutku, arsitektur juga bagian dari seni rupa. Dingin sebenarnya itu juga ekspresif. Aku mengaplikasikan konsep-konsep arsitektur yang pernah kupelajari di bangku kuliah. Maka kemudian nampak sekali karya-karyaku sangat teknis.

Ada empat unsur yang mempengaruhi wacanaku dalam berkarya: film, musik, pameran, dan buku. Film kunikmati tampilan visualnya. Musik kunikmati irama dan sampul albumnya. Pameran live kunikmati eksplorasi karyanya. Dan buku, kunikmati imajinasinya.

Ya, buku membuatku berimajinasi tentang apa yang dituliskannya. Tentu saja buku yang bisa begini adalah buku yang isinya teks. Buku yang isinya visual tak terlalu membantu imajinasi. Coba lihat bagaimana ketika sebuah buku bercerita tentang sebuah kejadian di sungai. Otomatis ketika membacanya kita akan membayangkan kejadian itu di sungai seperti apa, habitat di sekitarnya apa saja, airnya bagaimana, arusnya deras atau tenang, dan sebagainya. Setiap orang tentu memiliki imajinasi yang berbeda. Kebiasaan membayangkan isi buku itulah yang melatih imajinasiku dalam berkarya di senirupa.

Aku memang senang belanja buku. Setiap kali ada karya yang terjual, aku menyisihkan 10% untuk buku dan 5% untuk film. Sekarang sudah ada 5000 DVD, 2000 kaset, dan 700-an buku di rumahku. Memang tak semua buku itu terbaca, mungkin hanya 10% saja, tapi aku percaya buku-buku itu pasti bermanfaat suatu saat. Jika tidak sekarang mungkin nanti. Yang penting buatku adalah belanja buku dulu, baca bisa belakangan. Kebiasaan ini aku tularkan pula ke kawan-kawan seniman yang lain. Habis berapapun, membeli buku itu penting, outputnya dalam karya akan sangat terlihat, begitu kutegaskan berkali-kali.

Aku pernah membaca beberapa buku filsafat dan senirupa. Tapi karena merasa terlalu berat, aku mengimbanginya dengan novel. Diantaranya ada lima yang paling kusuka. Mereka adalah Hiper-realitas Kebudayaan (Yasraf Amir Piliang), The God of Small Things (Arundhati Roy), Dunia Yang Dilipat (Yasraf A.P), Wastucitra (Mangun Wijaya), dan Bumi Manusia (Pramoedya Ananta Toer). Aku juga senang memesan buku senirupa di toko on line. Buku Understanding Instalation Art (Mark Rosenthal), Conceptual Art (Joseph Kosuth) , Public Art (Amanda Crabtree), adalah beberapa buku yang kubeli di dunia maya melalui jasa baik seorang kawan.

Kesukaanku pada buku tidak datang serta merta. Semasa belia, aku senang makan sambil baca komik. Di jaman itu, saat makan adalah saat luang. Tidak seperti sekarang, masa luang banyak dimakan oleh televisi. Di masa itu aku mengenal buku-buku seperti Pasukan Mau Tahu dan Lima Sekawan-nya Anyd Blyton. Komik Petualangan Tin tin, Lucky Luck, majalah Bobo, dan majalah HAI adalah tambahan bacaan visualku saat itu. Buku-buku itu secara tidak langsung juga melatihku berimajinasi sejak kecil.

Buku imajinasi-jika aku boleh menyebutnya begitu- yang sangat aku inginkan untuk diterbitkan/ ditulis adalah buku tentang seni instalasi yang membahas sejarah hingga profil senimannya secara lengkap. Lingkupnya bisa Indonesia bisa Surabaya atau Jatim. Kurasa buku itu penting. Selain sebagai dokumentasi buku itu juga sekaligus dapat menjadi penanda jaman di setiap fase perkembangannya.

Aku juga membayangkan bila setiap seniman yang telah mapan secara financial akan mau membuat monograf atau biografi. Buku biografi seniman penting bagi generasi mendatang agar mereka dapat belajar dari kesalahan yang dibuat seniman terdahulu, sehingga mereka tak akan mengulangnya.

Aku tak mau hanya berhayal dan membayangkan. Aku ingin memberi bukti dengan sikap, bukan kata-kata saja. Tahun ini, aku berencana menerbitkan buku biografiku. Aku ingin buku ini bukan hanya merekam jejakku dalam berkarya di senirupa tapi juga bisa menjadi media pembelajaran setiap pegiat seni di Surabaya kini dan nanti. Semoga (Diana AV Sasa)

Agung’tato’ Suryanto Surabaya, 24 Mei 1970 JL. Sukomanunggal Jaya 9/ 17 Surabaya 60188, Jawa Timur,   Indonesia,(031) 731 21 85,  0852 300 50732, Email: aguxtt@yahoo.com, 1989-1997 teknik arsitektur UNTAG’ 45 Surabaya, 1998- 2008 seni rupa STKW {sekolah tinggi kesenian wilwatikta } Surabaya. Pemenang kedua Indofood Art Award 2002. Pemenang khusus Jakarta Art Awards 2008Pameran tunggal: 2002 Metamorfosa Patung Instalasi, Galeri 66 Surabaya 2006 ‘The Watchers’ Installation Project, Graha Pena Surabaya 2008 ‘Biru Dalam Seni Patung’, Tugas Akhir, Ruang kaca STKW, Surabaya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan