-->

Kronik Toggle

M Nursam: Karya yang tak Main-Main di Usia Sepuh

Buku terbaru Ahmad Syafii Maarif (ASM), Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah merupakan karya utuh dari seorang anak bangsa, warganegara Indonesia yang sudah sepuh.

Demikian testimoni yang diberikan sejarawan muda M Nursam kepada Indonesia Buku. Menurutnya, keistimewaan buku ASM ini ditulis ketika batang usianya sudah di atas 70 tahun. “Ini sebuah bukti bahwa usia sepuh pun, jika dirawat secara terus-menerus bisa menghasilkan karya intelektual yang tidak main-main,” katanya.

Dalam buku ini, ASM kembali menekankan betapa pentingnya memahami (agama) Islam sebagai syariah, sebagai agama Langit dengan Islam sejarah. Yang penting diaktualisasikan dan direlevansikan secara terus menerus adalah Islam sejarah yang terikat oleh ruang dan waktu, bergumul dengan persoalan-persoalan sekarang dan di sini dengan tetap menjadikan Alquran sebagai pijakan dasar dan utama.

“Dalam konteks inilah, maka keberislaman orang Islam (di Indonesia) harus dalam bingkai keindonesiaan dan kemanusiaan. Pada titik inilah tujuan utama Islam sebagai rahmatal lil alamin betul-betul menjadi sejarah yang abadi,” tegas direktur penerbit buku-buku sejarah ini, Ombak. (GM)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan