-->

Kronik Toggle

Depok Larang Sekolah Jual Buku

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Etti Suryahati mengatakan sekolah tidak diperbolehkan menjual buku, apalagi sampai mewajibkan siswa membeli buku tertentu. “Sekolah tidak boleh menyebutkan distributor dan toko buku tempat buku bisa dibeli,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Depok kemarin.

Yang diperbolehkan, Etti melanjutkan, adalah menganjurkan siswa untuk memiliki buku. Memiliki buku bisa dengan meminjam dari kakak kelas, tetangga, ataupun memfotokopi. Selain itu, untuk mata pelajaran tertentu, sekolah mendapat bantuan buku-buku dari pemerintah provinsi. Adapun untuk buku pendamping, Etti menegaskan tidak ada kewajiban untuk membeli buku tersebut.

Sebelumnya, di SD Negeri Cipayung 1 Depok, sejumlah orang tua murid mengeluh mahalnya harga buku paket yang harus dibeli. Mereka juga diminta membeli buku di distributor yang telah ditunjuk sekolah. Namun, pihak sekolah membantah tudingan bahwa mereka mewajibkan orang tua murid membeli buku di sekolah. Yang benar, menurut pihak sekolah, adalah sekadar mengarahkan.

Etti mengaku dinas pendidikan memang sudah mendengar tentang beberapa sekolah yang diduga melakukan praktek jual-beli buku. “Kami baru dengar sebatas info,” ujarnya. Jika terbukti, pihak dinas pendidikan akan memberikan sanksi administratif.

Meski demikian, Etti mengatakan hanya bisa menindak para perangkat pendidikan, bukan distributor. Dalam memberikan sanksi, pihaknya juga tidak ingin gegabah, tetapi perlu ada pengecekan terlebih dulu kepada pihak sekolah yang diduga ikut mengambil keuntungan dalam penjualan buku. “Bagaimanapun juga mereka kan punya hak jawab,” ujarnya.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan kasus-kasus jual-beli buku pelajaran tersebut perlu dicek terlebih dulu. Akan tetapi, “Kalau memang ada delik hukumnya, ya, perlu ditindaklanjuti,” ujarnya seusai upacara peringatan Hari Koperasi Nasional yang ke-62. TIA HAPSARI

* Dinukil dari Harian Koran Tempo Edisi 18 Juli 2009

1 Comment

nona - 16. Agu, 2010 -

Bagaimana dengan ini:
Pasal 11 Permen 2/2008

Pendidik, tenaga kependidikan, anggota komite sekolah/madrasah, dinas pendidikan pemerintah daerah, pegawai dinas pendidikan pemerintah daerah, dan/atau koperasi yang beranggotakan pendidik dan/atau tenaga kependidikan satuan pendidikan, baik secara langsung maupun bekerjasama dengan pihak lain, dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik di satuan pendidikan yang bersangkutan atau kepada satuan pendidikan yang bersangkutan, kecuali untuk buku-buku yang hak ciptanya sudah dibeli oleh Departemen, departemen yang menangani urusan agama, dan/atau Pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) dan dinyatakan dapat diperdagangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1).

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan