-->

Kronik Toggle

Buku Laris versi Jawa Pos Edisi 12 Juli 2009

[1] Monggo Mampir: Mengudap Rasa secara Jogja

Jogja sungguh kota romantic dan nostalgic. Jogja juga surga sajian khas berselera. Siapa pun yang berasal dari Jogja, pernah tinggal di Jogja, atau sekadar singgah piknik di kota itu, senantiasa akan merindukan kunjungan pertama mereka di warung-warung tradisional tempat kudapan lezat dijajakan.

Buku Monggo Mampir: Mengudap Rasa secara Jogja (Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2009) ini berkisah perihal tempat-tempat makan legendaries di Jogja. Legendaris dari segi usia, cerita panjang keunikan, dan popularitasnya. Makanan dan minuman tradisional disajikan secara manual, setahap demi setahap, menggunakan racikan bumbu alamiah, dan diolah dengan penuh kecintaan. Dalam buku ini, Syafaruddin Murbawono mampu menyuguhkan warung-warung legendaris itu sebagai tempat wisata kuliner yang asyik dan layak diampiri.

[2] Soekarno: Obor Tak Pernah Padam

Cerita tentang Soekarno sebagai tokoh bangsa, sebagai mitos, sebagai sosok kontroversial, hampir tak pernah ada habisnya. Sampai sekarang, orang masih membicarakannya, orang masih menokohkannya, bahkan ada yang tetap menguntuskannya. Ya, Soekarno adalah sosok yang merasuk ke dalam hati sanubari para pengikutnya, terutama kalangan wong cilik, yang merasa terayomi, yang merasa aspirasinya terwakili ”sang penyambung lidah rakyat”. Karena itu, tak heran bila sampai sekarang pembicaraan tentang Bung Karno (BK) tetap relevan. Orang-orang masih percaya bahwa BK adalah obor yang tak pernah padam. Suara orasinya masih terdengar menggelegar dalam kendang telinga para pengikutnya, mengobarkan semangat perjuangan dan pemberontakan terhadap penjajah. Buku Soekarno; Obor yang Tak Pernah Padam (Selasar Surabaya, 2009) gubahan Djoko Pitono ini berisi kisah-kisah romantisme tentang BK itu. (*)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan