-->

Lainnya Toggle

Azharine Purwa Jingga: Kubaca, Kupetik Bintang, dan Kuarungi Dunia

Penulis-Cilik-postSosok Azharine Purwa Jingga terlihat mungil. Memang, umurnya baru sembilan tahun. Hari itu, dia terlihat membalik-balik halaman novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy, kisah cinta-cintaan yang telah diangkat ke layar lebar.

Azharine terlihat begitu serius. Tak hanya melahap Ayat-Ayat Cinta, di samping tempat duduknya, di ruang tamu rumahnya yang beralamat di Graha Sunan Ampel, Wiyung, sudah menunggu tumpukan buku. ”Itu yang akan saya baca,” katanya. Menurut dia, buku tersebut menginspirasi dirinya untuk menulis buku. Sebagai sumber-sumber utama, buku-buku itu tidak hanya dibaca sekali atau dua kali. Dia membacanya sampai lima atau tujuh kali. ”Kalau satu kali, kadang saya belum dapat ide. Makanya, saya baca berkali-kali,” ujar anak pasangan Moch. Zamachsari dan Kartika Nuswantara itu.

Dalam menjalani kiprah kepenulisannya, Azharine punya semboyan kuat. Yaitu, kubaca, kupetik bintang, dan kuarungi dunia. Semboyan tersebut membuatnya tetap kukuh membaca, menggali ide, dan memetik intisari bahan bacaan itu.

Cara tersebut cukup cespleng. Buku pertamanya, A Nice Doll, adalah kisah yang terinspirasi dari buku lain. Yaitu, Aku Berani Tidur Sendiri karya Eka Wardana. Kisah dalam buku itu dia kombinasikan dengan pengalaman pribadi. ”Aku juga pernah takut tidur sendiri. Pas pertama punya kamar sendiri,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat tidur sendirian itu, dia merasa takut. Rasanya, ada sesuatu yang bakal menggodanya. Apalagi, dia merasa mendengar suara-suara menakutkan. Rasa ngerinya kian bertambah. Nah, pengalaman itulah yang lantas dia tulis menjadi cerita.

Selain kisah pribadi, inspirasi bisa datang dari kejadian-kejadian di masyarakat, kejadian yang tengah menjadi berita. Misalnya, bencana alam. Contohnya, dia pernah menulis cerita Terima Kasih Rumah Pohon. Inspirasi tersebut datang ketika dia melihat bencana tanggul jebol di Situ Gintung. Saat melihat televisi, Azharine melihat banyak orang menyelamatkan diri di atas atap rumah dan pohon. ”Makanya, saya tulis cerita tentang rumah pohon. Ceritanya, ada dua anak yang selamat dari banjir karena naik ke pohon,” tutur anak berjilbab tersebut.

Kisah-kisah ringan yang dia alami sendiri pun kerap diangkat menjadi bahan tulisan. Misalnya, nasi goreng pedas dan jus melon. Cerita itu lahir lantaran dia pernah membeli nasi goreng yang sangat pedas. Dia pun memutuskan menjadikan kisah tersebut sebagai sebuah tulisan. ”Soalnya, saya ingat terus pengalaman itu,” tuturnya.

Kata Azharine, tulisan-tulisannya lahir begitu saja. Mengalir. Dia mengaku tidak pernah diajari menulis oleh orang tuanya. Dia bisa menulis lahir lantaran sangat suka membaca. Saat TK, dia suka membaca buku bergambar. Setelah membaca, gambarnya ditiru dan diberi cerita sendiri di bawahnya. Kebiasaan tersebut terus terbawa hingga dia bersekolah di SD Islam Terpadu At-Taqwa. ”Kalau ada kertas kosong, biasanya saya tulisi cerita,” ujarnya.

Pernah, suatu ketika, ibunya, Kartika Nuswantara, sibuk mengerjakan disertasi. Melihat ibunya sibuk, Azharine juga ”sibuk”. Dia menulis banyak cerita di kertas-kertas kosong. ”Ibu kan sibuk menulis. Ya saya juga meniru agar sama-sama sibuk,” ujar Azharine. Bahkan, ketika ibunya mengeluh pusing karena capek, dia juga menirukannya. ”Saya bilang, saya juga capek nulis disertasi,” ucapnya, lalu tertawa.

Azharine mengatakan, dirinya bisa menulis banyak cerita karena sering ditinggal sendiri di rumah. Ibu dan bapaknya bekerja. Waktu-waktu sendiri itulah yang dihabiskan Azharine untuk menulis cerita. Jika jenuh dan tidak punya ide menulis, dia membaca buku. ”Biasanya, saya dapat ide dari membaca buku,” terang Azharine. Dari ketekunannya itu, dia berhasil menulis tiga buku, A Nice Doll, My Soulmate, dan Cyber Adventure yang baru terbit. Semua karyanya adalah terbitan Dar! Mizan. ”Saya akan terus menulis karena masih banyak ide yang harus saya tulis,” ucap Zharine.

* Dinukil dari Harian Jawa Pos Edisi 11 Juli 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan