-->

Kronik Toggle

Farid Stefyatsa: Anak Band, Baca Buku Donk!

Anak Band, Baca Buku Donk!
Anak-anak muda Jogja sedang gandung pada Jenny. Bukan pada lekuk tubuhnya yang aduhai, atau rambut panjangnya yang tergerai, tapi pada kata-kata dari bibirnya yang terburai.
Bukan karena Jenny secantik Sarah Dewi yang membuat anak-anak muda itu berduyung melihat Jenny manggung. Mereka ABG dengan baju full print, hingga mereka yang berambut gondrong dan penuh tattoo, semua menggilai Jenny. Jenny bukan cewek, ia cowok. Bukan satu tapi empat. mereka anak-anak Desain Grafis ISI Jogja. Anis yang gebuk drumb, Roby yang metik gitar, Simbah yang nyabet bass, dan Farid yang teriak-teriak. Jenny, sebuah band rock yang sedang naik daun di Jogja.
Musik Jenny mungkin biasa saja, tapi lirik-liriknya membuat pendengarnya tersihir dan tercenung merenung. Ini cuplikannya:
MATI MUDA
Berbaris baris dan bersiaplah
Bersiap-siap, siapkan jawaban dan sambutlah
Sambut sebuah istilah universal untuk akhiran
Nyala tak akan terlalu lama
Padam akan datang lebih segera
Jika harus jadi maka jadilah
jika harus mati maka matilah
Semoga matimu mati muda
semoga matiku mati muda
Hidup tak perlu terlalu lama
Jika dosa yang berkuasa
Jika harus mati maka matilah
Jika harus kini maka sekaranglah
Lirik ini ditulis oleh Farid sang vokalis. Suatu sore di sudut sturbuck Malioboro, saya tanya padanya tentang referensi kata-katanya itu. Dan ia bilang: “Saya menulis lirik mulai dari membaca. Saya baca buku-buku filsafat dan teori kritis. Dari situ saya mendapat referensi tentang wacana post modernisme dan hal-hal sederhana tentang hubungan manusia-Tuhan. Sebuah band akan bisa beda dari referensinya. Lirik Jenny adalah apa yang dibaca Jenny”
Bertambah satu lagi bukti bahwa buku(baca:membaca) memperkaya referensi dalam berkarya. Termasuk dalam musik. Jika kamu anak band, ingin berkarya yang tidak kacangan dan pasaran, menyanyikan lirik-lirik lagu yang tak cinta-cintaan melulu, maka turuti saran Jenny:Baca Buku. Buku apa saja. Semakin beragam akan makin berwarna juga referensimu. Selamat berkarya!

Anak-anak muda Jogja sedang gandung pada Jenny. Bukan pada lekuk tubuhnya yang aduhai, atau rambut panjangnya yang tergerai, tapi pada kata-kata dari bibirnya yang terburai.

Bukan karena Jenny secantik Sarah Dewi yang membuat anak-anak muda itu berduyung melihat Jenny manggung. Mereka ABG dengan baju full print, hingga mereka yang berambut gondrong dan penuh tattoo, semua menggilai Jenny. Jenny bukan cewek, ia cowok. Bukan satu tapi empat. mereka anak-anak Desain Grafis ISI Jogja. Anis yang gebuk drumb, Roby yang metik gitar, Simbah yang nyabet bass, dan Farid yang teriak-teriak. Jenny, sebuah band rock yang sedang naik daun di Jogja.

Musik Jenny mungkin biasa saja, tapi lirik-liriknya membuat pendengarnya tersihir dan tercenung merenung. Ini cuplikannya:

MATI MUDA

Berbaris baris dan bersiaplah

Bersiap-siap, siapkan jawaban dan sambutlah

Sambut sebuah istilah universal untuk akhiran

Nyala tak akan terlalu lama

Padam akan datang lebih segera

Jika harus jadi maka jadilah

jika harus mati maka matilah

Semoga matimu mati muda

semoga matiku mati muda

Hidup tak perlu terlalu lama

Jika dosa yang berkuasa

Jika harus mati maka matilah

Jika harus kini maka sekaranglah

Lirik ini ditulis oleh Farid sang vokalis. Suatu sore di sudut J.Co Donuts Malioboro, saya tanya padanya tentang referensi kata-katanya itu. Dan ia bilang: “Saya menulis lirik mulai dari membaca. Saya baca buku-buku filsafat dan teori kritis. Dari situ saya mendapat referensi tentang wacana post modernisme dan hal-hal sederhana tentang hubungan manusia-Tuhan. Sebuah band akan bisa beda dari referensinya. Lirik Jenny adalah apa yang dibaca Jenny.”

Bertambah satu lagi bukti bahwa buku (baca:membaca) memperkaya referensi dalam berkarya. Termasuk dalam musik. Jika kamu anak band, ingin berkarya yang tidak kacangan dan pasaran, menyanyikan lirik-lirik lagu yang tak cinta-cintaan melulu, maka turuti saran Jenny:Baca Buku. Buku apa saja. Semakin beragam akan makin berwarna juga referensimu. Selamat berkarya! (DAVS)

11 Comments

udin - 24. Jul, 2009 -

yang ini muantafff liriknya, gan. gitu dong anak band, masak cinta2an mulu, dah gitu sok puitis tapi cemen. kalo ada link downloadnya dong, hehehe…

Dee - 25. Jul, 2009 -

Ini band indie, beli donk CDnya…

pera - 24. Jul, 2009 -

foto jenny dunk? penasaran..
mp3 ato youtobee ada gak?

Dee - 25. Jul, 2009 -

Ada tuh mbak di halaman depan

angga - 24. Jul, 2009 -

keren banget ni om farid..
gw bakal mulai baca buku dah

Wacapra - 06. Sep, 2009 -

Mohon diperiksa ulang, Boss
yg di Malioboro Mall itu bukan Starbucks Coffee, tpi J.Co Donuts, karena Starbucks adanya di Ambarrukmo Plaza

IBOEKOE - 06. Sep, 2009 -

Ok teman. Thanks atas koreksinya. Sekarang sudah diganti….

ANAK BAND - 19. Okt, 2009 -

e, miNTa mp3nyA duMz…..

anggie - 07. Apr, 2010 -

liriknya lugas dan bahasanya enak,.agak filosofis

mirza - 01. Mei, 2010 -

wah tnyata jenny tuh kereeeen jg,..
aku prtama kenal nih band dri tmenku ternyata keingintauanku ga ada ruginya…

jgn berheni berkarya,aku tnggu lagu2nya yg trbaru…..

isnan - 15. Agu, 2010 -

hal ini biasa diterapkan oleh para organisatoris dari dulu sehingga mereka menjadi politikus yang pandai berakrobat dengan kata-kata., memang sudah seharusnya anak band pun harus banyak membaca buku agar memiliki banyak pengetahuan (bukan cinta melulu) meski lagu cinta yang banyak diminati… karena semestinya yang ber akrobat dengan kata-kata adalah para seniman bukan para politikus,,, contoh bang IWAN FALS.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan