-->

Kronik Toggle

Ada Perpus Tunanetra di Medan

Pertama kali di Sumatera Utara, perpustakaan untuk tunanetra hadir. Kaum tunanetra bisa mengakses seluruh koleksi ini untuk menambah pengetahuan mereka. Tidak hanya tulisan berhuruf braille, perpustakaan ini juga memiliki koleksi berbentuk rekaman audio.

”Secara resmi, kami buka besok (Senin 6/7). Uji coba telah kami lakukan Sabtu lalu. Perpustakaan ini akan buka setiap hari, mulai Senin sampai Sabtu pukul 08.00 sampai 17.00,” tutur Kepala Badan Perpustakaan Daerah Sumut Syaiful Syafri, Minggu di Medan.

Perpustakaan tunanetra ini didirikan oleh Badan Perpustakaan Daerah Sumut. Perpustakaan ini menempati salah satu ruang di lantai 1 Gedung Perpustakaan Daerah Sumut di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Untuk sementara, tutur Syaiful, koleksi perpustakaan berjumlah 625 buku dari 125 judul. Bacaan yang tersedia antara lain pengetahuan agama, keterampilan rumah tangga, keterampilan memijat tangan, fiksi, kiat menghadapi seleksi perguruan tinggi, kamus komputer, dan buku tentang kewanitaan.

”Buku-buku ini selain dibeli dari dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Sumut, juga sumbangan dari Departemen Sosial RI, Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, serta sumbangan dari Balai Penerbitan Braille Indonesia Abiyoso Cimahi,” ujarnya.

Data Badan Perpustakaan Daerah Sumut menunjukkan, di Medan ada sekitar 600 tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia. Selama ini, katanya, penyandang tunanetra kesulitan mencari bacaan ilmu pengetahuan karena minimnya buku bacaan berhuruf braille. Pendirian perpustakaan ini untuk membantu menyediakan bahan bacaan bagi kaum tunanetra. ”Mereka yang sudah mempunyai keterampilan bisa meningkatkan kompetensinya,” katanya.

Kaum tunanetra yang bosan membaca bisa memanfaatkan koleksi perpustakaan di ruangan audio. Tanpa indera penglihatan, kaum tunanetra bisa mengoptimalkan kemampuan mendengar untuk menambah ilmu pengetahuan. ”Jika memungkinkan, kami akan menyediakan fasilitas internet untuk mereka,” katanya.

Pertumbuhan minat baca di Sumut belakangan ini meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah tingkat kunjungan di Perpustakaan Daerah Sumut dan jumlah buku yang dipinjam warga.

Selain itu, di sekitar Medan berdiri 78 perpustakaan baik swasta maupun yang dikelola negara.

* Dinukil dari Harian Kompas Edisi Sumatera Utara 6 Juli 2009

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan