-->

Kronik Toggle

Buku Ponari Beredar di Tuban

TUBAN, Buku tentang dukun cilik Ponari asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, beredar di Tuban.

“Saya tertarik menjual buku Ponari, ini berangkat dari pengalaman buku jagal asal Jombang, Ryan, yang juga saya jual di Tuban,” kata seorang penjual buku di Tuban, Mukhlis (37), Selasa (17/2).

Warga Desa Tomerto, Kecamatan Rengel, Tuban, ini mengatakan, dia menjual buku Ponari baru hari ini (Selasa) karena dianggap bisa mendatangkan keuntungan lebih besar dibandingkan menjual peta Kabupaten Tuban atau kabupaten lain di Jawa Timur yang biasa menjadi barang dagangannya.

Dia juga memperhitungkan daya jual buku Ponari akan melampaui buku mengenai Ryan yang pernah dijual ketika kasus itu mencuat. Mukhlis langsung ke Jombang untuk membeli buku Ponari dari seorang penjual buku. Dia membeli 50 eksemplar buku yang diterbitkan Bintang Usaha Jaya Surabaya dengan harga Rp 3.000 per eksemplar. “Hanya dalam beberapa jam berjualan buku Ponari sudah terjual 20 buku,” katanya.

Buku setebal 63 halaman yang terdiri dari 12 bab ini dijual dengan harga mulai Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per eksemplar.

Ia menjual buku Ponari di Tuban dengan cara menawarkan di simpang empat jalan protokol kepada setiap pengendara sepeda motor atau mobil saat lampu lalu lintas berwarna merah. Menurut dia, baru dirinya yang menjajakan langsung buku ponari di jalanan di wilayah Tuban. Namun, kata dia, di toko besar di Tuban juga dijual buku Ponari. “Tetapi harganya berapa, saya tidak tahu,” katanya. Pembelinya berasal dari berbagai kalangan.

Mukhlis optimistis, dalam beberapa hari ini penjualan buku Ponari di wilayah Tuban akan laris karena peminatnya banyak dibandingkan dengan buku tentang Ryan. Sebab, menurut dia, selain kehidupan Ponari menarik, harga bukunya lebih murah dibandingkan buku tentang Ryan yang mencapai Rp 10.000 per eksemplar. “Kalau buku Ponari ini habis, saya akan memborong lagi buku Ponari di Jombang untuk saya jual di Tuban,” katanya.
JY
Sumber : Ant

*) Dikronik dari Oase Kompas 18 Februari 2009

1 Comment

bambang subiyakto - 12. Jul, 2012 -

jgn terjebak mistik,sekolah sing pinter men dadi dokter

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan