-->

Tokoh Toggle

Soebagijo Ilham Notodijodjo, Perawat Alamat Pers Indonesia

Soebagijo IN2Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 5 Juli 1924 ini sudah menjejakkan citra sebagai spesialis antologi tokoh pers. Jagad Wartawan Indonesia adalah karya terbesarnya. Dalam pengerjaan buku yang diterbitkan tahun 1981 tersebut, Soebagijo IN dengan telaten mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang diperlukan, menyurati atau mewawancarai kerabat dan orang-orang terdekat wartawan yang dibidiknya.

Soebagijo juga menulis buku Sebelas Perintis Pers Indonesia. Buku ini berisi himpunan profil para jurnalis pelopor. Perjuangan dan keteguhan Soebagijo dalam merintis penulisan antologi pers inilah yang membuatnya layak menerima apresiasi tertinggi, dan lelaku itu menjadi panutan bagi generasi setelahnya.

Ketekunan Soebagijo kembali teruji ketika pada awal dekade 1980-an ia menyuntuki kronik yang dimuat di harian Sinar Harapan. Mengkronik jelas bukan pekerjaan yang mudah, membutuhkan mental baja agar tak lekas jenuh, dan dalam hal ini, Soebagijo terhitung sukses melakoninya.

Soebagijo sudah mulai menulis sejak masih sekolah di Taman Bocah Kejawen Jakarta dan di Taman Poetra Swara Tama Jogjakarta. Pada era pendudukan Jepang, anak ketiga dari 5 bersaudara ini giat mengirimkan tulisan ke berbagai suratkabar untuk biaya sekolahnya. Pada awal revolusi 1945, Soebagijo dipercaya memimpin redaksi Api Merdeka. Tahun 1946, ia merintis Kantor Berita Antara cabang Yogyakarta. Selanjutnya pada 1949, Panjebar Semangat bergerak di bawah pimpinannya.

Soebagijo hijrah ke Jakarta pada 1957 untuk bergabung dengan kantor pusat Antara. Pada warsa yang sama, saat usianya menginjak 25 tahun, Soebagijo menerbitkan buku perdananya yang berjudul Pengukir Soekarno. Hingga kini, Soebagijo telah menghasilkan sekitar 42 buku.

Soebagijo IN adalah salahsatu jurnalis Indonesia yang diundang ke markas besar PBB di New York pada 1957. Sepulangnya ke tanah air, Soebagijo langsung dipercaya memimpin perwakilan Antara di Yugoslavia sekurun 1966-1968. Sesudahnya, Soebagijo diangkat sebagai Kepala Perpustakaan dan Dokumentasi Antara hingga pensiun tahun 1981. Dan pada 1991, Soebagijo terbang ke Jepang atas undangan seorang peneliti yang sedang meriset ihwal pers.

Jika dalam sastra ada sosok seperti HB Jassin, maka dalam pers ada Soebagijo IN. Ia adalah sosok yang konsisten dan terus-menerus merawi dan merawat ingatan bersama kita tentang dunia pers Indonesia. Kerja kronikal dan dokumentanya itu membantu generasi selanjutnya untuk mengenali alamat-alamat penting mana saja yang sudah kita lalui dan akan kita jejaki.

Soebagijo Ilham Notodijodjo, ia adalah sang pemula.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan