-->

Kronik Toggle

Miring, Gedung Perpustakaan Jakarta Barat

Jakarta: Gedung Perpustakaan Umum Daerah (Perpumda) Jakarta Barat di Jalan Tanjung Duren Barat 36, mengalami kemiringan. Bagian depan gedung itu lebih rendah ketimbang bagian belakangnya.

Menurut petugas, ketimpangan ketinggian tercatat 30 sentimeter. “Rasanya lebih miring dari 30 sentimeter, karena kalau ke arah belakang tanjakannya tinggi,” kata Kepala Bagian Tata Usaha, Siti Sarah, Ahad (24/8).

Akibatnya pengunjung sering merasa pusing. “Jalan jadi doyong,” ujar salah seorang pengunjung, Muhammad Jamal, 27 tahun, warga Kembangan.

Menurut Sarah, gedung yang dibangun 1985 ini, mulai terasa miring sekitar 5 tahun lalu. Pada 2004, petugas Kantor Tata Bangunan dari Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan, memeriksa Perpustakaan Jakarta Barat.

Hasilnya, gedung yang menyimpan 65 ribu judul buku itu dinyatakan miring. “Karena tanahnya ambelas,” ujar Sarah. Pasalnya lahan seluas 2.868 meter persegi itu bekas rawa yang diuruk. Petugas merekomendasikan pemugaran total. “Kalau hanya direnovasi, bisa berbahaya,” kata Sarah.

Berdasarkan pengamatan Tempo, gedung dua lantai seluas 885 meter persegi itu, tampak kokoh. Tidak ditemukan retak atau pun pilar yang goyah.

Pada 2006, Sarah melanjutkan, Pemerintah Provinsi menganggarkan Rp 200 juta untuk pemugaran. Namun dana baru keluar di ujung tahun anggaran, yaitu pada Oktober. “Terpaksa kami kembalikan karena waktunya tidak cukup,” ujarnya.

Pasalnya, untuk menunjuk pelaksana proyek harus melalui lelang yang paling cepat butuh waktu seratus hari. “Kami tidak berani melanjutkannya,” kata Sarah.
Tahun berikutnya, dana yang diajukan keluar lebih awal, pada Juli.

Namun lagi-lagi harus terbentur dinding. Biro Keuangan Pemprov DKI menyatakan terdapat kesalahan dalam pengisian kode rekening. “Karena takut ada apa-apa, uang kami kembalikan lagi,” ucap Sarah.

Merasa patah arang, tahun ini pengurus perpustakaan tidak lagi mengajukan permohonan dana. “Sekarang kami coba berkonsultasi dulu dengan Badan Pengawas Kota,” kata Sarah. Dia mengatakan baru akan kembali mengajukan dana pemugaran tahun depan.

REZA MAULANA

*) Dikronik dari Tempointeraktif, Minggu, 24 Agustus 2008

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan