-->

Tokoh Toggle

WIDJI ASTUTI:Sekeluarga Suka Baca Buku

Keluarga WIDJI ASTUTI patut dijadikan teladan. Nenek berusia 60 tahun itu, hingga kini masih menyempatkan diri membaca buku. Ketika ditemui suarasurabaya.net di Taman Bungkul Sabtu (17/05), nenek berjilbab ini sedang membaca buku berjudul herbal untuk bumbu dan sayur.

Ternyata membaca telah menjadi budaya keluarga WIDJI. Di rumah tersedia aneka bahan bacaan yang bisa dibaca oleh keluarga besar yang tinggal di daerah Darmokali ini. Sehingga anak-anaknya sedari kecil terbiasa membaca buku.

Awalnya WIDJI datang ke Taman Bungkul untuk olahraga pagi. Tidak disangka di sebelah pojok ada mobil berwarna biru. Ketika mendekat, baru diketahui kalau mobil itu adalah mobil perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan Kota Surabaya.

Mobil penuh koleksi buku itu menyambangi taman yang berada di tengah kota tiap Sabtu dan Minggu. Maka begitu tahu ada mobil yang memuat koleksi buku, WIDJI meminta kedua anaknya dan seorang cucu yang kebetulan habis berjalan pagi untuk mendatangi mobil tersebut.

AA SA’ADAH (7) cucu WIDJI langsung mencari buku kegemarannya yaitu komik. Putri dari UMI KULSUM ini saat berumur empat tahun sudah bisa membaca. “Saya suka baca buku mulai dari komik hingga buku cerita nabi,” katanya. Saat ini siswi kelas dua SD Al Falah ini ketika membaca sebuah buku bisa menghabiskan waktu kurang dari satu jam.

UMI KULSUM (43), ibunda SA’ADAH sejak kecil sudah suka membaca buku. Bahkan saat masih kecil suka menyewa buku di tempat persewaan buku dan komik. “Saya sudah bisa membaca buku sejak TK. Dulu suka pinjam di persewaan komik mulai dari Donal Bebek dan Superman,” ujar UMI.

Tak hanya komik, dulu ketika kecil dia sembunyi-sembunyi membaca novel Karmila karena tidak diijinkan sama orang tua. “Saya berani membaca novel Karmila di kamar. Bila Ibu masuk ke kamar, novel itu saya tutup,” tambah UMI.

Sedangkan FARIDAH (40) adik UMI mengatakan, baru bisa membaca setelah kelas dua SD. Maka dari itu, ayahnya langsung membelikan aneka bahan bacaan. Mulai dari majalah anak-anak yang diterbitkan di Jakarta, hingga komik dan buku cerita anak-anak. “Karena di rumah tersedia banyak bahan membaca, akhirnya saya ikut suka baca buku,” ungkap FARIDAH. (kho)

*) suarasurabaya.net 17 Mei 2008

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan