-->

Kronik Toggle

A.M. Fatwa Hadiahi Soeharto Buku Politik

Jakarta: Wakil Ketua MPR A.M. Fatwa mengaku tidak ada rasa dendam kepada mantan penguasa Orde Baru Soeharto yang pernah mengirimnya ke penjara selama 18 tahun. Ia datang ke Rumah Sakit Pertamina tempat Soeharto dirawat sejak kemarin.

Fatwa datang dengan membawa bingkisan berupa tiga buah buku politik yang ia tulis selama di dalam penjara. Rencananya buku-buku itu akan diserahkan kepada putrid sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana yang biasa disapa Mbak Tutut, sebagai bingkisan. Salah satu bukunya berjudul antara lain “Menggugat dari Balik Penjara: Surat-Surat Politik dari A.M. Fatwa.

“Saya tidak ada motivasi poitik apa-apa. Ini ketiga kalinya Soeharto dirawat dan ketiga kalinya saya mengunjungi Beliau,” ungkap Fatwa.

Setelah menjenguk Soeharto, Fatwa menyempatkan dirinya untuk bertemu wartawan. “Saya sempat mencium Soeharto”, ungkapnya. Selama pertemuan, menurut Fatwa, Soeharto sempat mengeluhkan tentang sesak nafas yang dideritanya.

Di sekujur tubuh Presiden RI ke dua itu, kata Fatwa, masih terpasang selang infus. Tiga putra-putrinya tampak mendampingi kamar perawatan. Mereka, kata Fatwa, adalah Bambang Trihatmodjo, Siti Hedijati harijadi alias Titik dan Tutut. Rengga Damayanti

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 08 Mei 2005

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan