Buku Pertamaku
Farid Gaban (Wonosobo)
Edisi: Rabu, 19 Sepember 2012
Tradisi jurnalistik pertama di Nusantara pada dasarnya pencatatan perjalanan. Dan itu pula yang dilakukan Farid Gaban dan ditemani Ahmad Yunus (KLIK). Yakni, meletakkan satu tradisi perjalanan sebagai model jurnalistik. Berbeda dengan pola perjalanan sebelumnya yang sekadar memorabilia dan kesan-kesan personal, Gaban dalam waktu yang serentak mengajak masyarakat untuk ikut bersama dengan mengendarai momentum ledakan media sosial.
Dengan jurnalisme perjalanan itu, Gaban coba melihat Indonesia dari pintu belakang di mana selama ini Indonesia dominan disaksikan dari depan, seperti yang terjadi di dunia pariwisata, investasi, dan simbol-simbol kultural. Menemui orang biasa, peristiwa biasa, lalu menyimpan memori itu dalam buku harian, dalam lensa kamera, dan mata video.
Booklovers, inilah kisah serangkaian kecil hidup Farid Gaban. Sebagai jurnalis ia sudah 25 tahun bergelut dengan peristiwa sehari-hari yang harus disikapi secara kritis. Dan sebagai pembaca buku, terutama buku Asrar-i-Khudi karya M Iqbal, ia tak takut berseberangan dengan kebiasaan banyak orang.
RadioBuku LIVE Streaming di beberapa web berikut ini:
4. winamp
5. Smartphone Android dan BlackBerry

Farid Gaban (tengah) berfoto dengan anggota Majalah Online E-magazine


