-->

Kronik Buku Toggle

23 Tweets | Katalog Seni – Besut’s Jombang | Yogyakarta

Besut’s Jombang adalah band beraliran musik reggae yang berasal dari Jombang, Jawa Timur, beranggotakan Rizky di vokal, Vicky di gitar, Adjie di bass, Ragil di drum, dan Bayu di keyboard. Band yang terbentuk pada 11 Maret 2013 ini telah mengeluarkan satu album berjudul “Growing Together”, berisi 11 lagu dengan tema besar percintaan, dan sedang menyiapkan album kedua yang akan rilis tahun 2017.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Aku dan Buku #2 | Yogyakarta

Kamis, 6 Oktober 2016, IndonesiaBuku meluncurkan buku Aku dan Buku #2: Perempuan-perempuan yang mencintai buku. Secara umum, buku ini mengisahkan persentuhan para perempuan dengan buku. Acara yang bertempat di Foodpark Lembah UGM ini merupakan satu dari serangkaian acara Kampung Buku Jogja. Launching buku ini menghadirkan tiga pembicara; Prima Sulistya, Diana AV Sasa, dan Ale Siregar.
(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Arif Hadi Prayoga | Yogyakarta

Arief Hadi Prayoga adalah pustakawan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) dan pernah bergiat di komunitas literasi Pojok Baca yang digelar di ruang tengah fakultasnya. Saat ini aktif sebagai Volunteer Batch 4 di Radio Buku. Lahir dari keluarga yang cukup akrab dengan buku membuatnya seringkali diajak ke perpustakaan kota mencari refrensi sekaligus materi ceramah bersama sang bapak. Pesan Arief untuk Booklovers “Berbahagialah dengan buku-bukunya,” karena itu adalah warisan Booklovers buat anak-anaknya.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Ngaji Filsafat – Filsafat Cinta Erich Fromm Bagian II

Sejak April 2013, Masjid Jendral Sudirman, Kolombo, Yogyakarta rutin menggelar Ngaji Filsafat setiap Rabu selepas Isya. Februari 2017, Ngaji Filsafat memasuki sesi ke 141-144 dengan tema Filsafat Cinta dari pandangan beberapa tokoh diantaranya Plato, Erich Fromm, Rabiah Al-adawiyah, dan Maulana Jalaludin Rumi.

Rabu minggu kedua, (08/02) Erich Fromm (1900 -1980 ) mendapat giliran untuk dibahas dalam Ngaji Filsafat. Ia merupakan tokoh Psikoanalisis terakhir yang melanjutkan tradisi gurunya Sigmund Freud namun pula mengkritiknya karena Fromm menganggap gurunya ini terlalu fokus pada libido seks manusia. Lalu Fromm pun mengambil fokus pada Psikologi Sosial Humanistik. Karena tahun 1930-an Jerman dilanda perang dunia, ia kemudian pindah ke Amerika dalam usia 34 tahun untuk melajutkan kuliah dan menjadi guru besar. Di akhir hidup, ia tinggal di Swiss sampai meninggal dalam usia 80 tahun.Kali ini kita mencuplik pikiran terkait Erich Fromm konsepsi tentang Cinta melalui bukunya The Art of Loving.

(lebih…)

27 Maret 2017 | Bincang-Bincang Teater Edisi Ketiga | Yogyakarta

 

Bincang-Bincang Teater Edisi Ketiga

“Seri Sejarah: Kisah Teater Yogya Era 70-an”

Hari, Tanggal: Senin, 27 Maret 2017

Pukul: 19.38 WIB

Tempat: Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta

Bersama:

Fajar Suharno (Bengkel Teater/Teater Dinasti) dan

Meritz Hindra (Teater Alam)

Moderator:

Udik Supriyanta (Dewan Teater Yogyakarta)

(lebih…)

25 Maret 2017 | Bincang-Bincang Sastra Edisi 138 | Yogyakarta

BERGURU KEPADA SUTA NAYA DHADHAP WARU

 Hari, Tanggal: Sabtu, 25 Maret 2017

Pukul: 20.00 WIB

Tempat: Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta

Pengisi Acara:

Emha Ainun Nadjib; Iman Budhi Santosa; Nana Ernawati;

Renville Siagian; dan Kelompok Musik Puisi NanKiNun

Pemandu Acara:

Sukandar

Studio Pertunjukan Sastra (SPS) bekerja sama dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Penerbit Interlude, kembali menggelar Bincang-bincang Sastra (BBS). Bertajuk “Berguru Kepada Suta Naya Dhadhap Waru”, BBS edisi 138 hadir dalam rangka peluncuran buku Suta Naya Dhadhap Waru: Manusia Jawa dan Tumbuhan karya Iman Budhi Santosa.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – Perahu Baca | Yogyakarta

Ganda Purnama, seorang kepala desa, dan gandrung pada buku. Ia mendirikan Taman Bacaan Masyarakat Perahu Baca. Melihat masyarakat dan kondisi yang kurang baik, ia banyak membuat program-program kreatif.

Salah satunya kemah buku, penelitian, dan lain-lain. Tujuannya, mengembalikan anak pada kepedulian lingkungan. Anak cenderung individual karena teknologi.

Meski begitu, jalannya tidak mulus. Ia banyak difitnah karena program kreatifnya. Ia dituduh sebagai misionaris. Istrinya sempat histeris mendengar kabar itu. Namun dengan pendekatan yang baik, pandangan masyarakat kemudian berubah.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Aristayanu Bagus Setiawan | Yogyakarta

Aristayanu Bagus Setiawan lahir di Jombang, 19 Januari 1997. Pria yang akrab diceluk Aye ini sedang menjalani masa cuti kuliah. Persentuhannya dengan buku, bermula dari bacaan-bacaan rohani sampai karya sastra. Aye percaya bahwa “Membaca buku bukanlah hal yang haram dan menulis bukanlah hal yang berdosa.”

(lebih…)

23 Tweets | Katalog Seni – Akademi Samali | Yogyakarta

Akademi Samali adalah komunitas yang konsen pada komik (grafis). Mereka menolak bahwa komik Indonesia sedang mundur. Komik Indonesia nyatanya terus meningkat, terbukti dengan makin banyaknya genre komik. Mereka menyimpan berbagai koleksi komik hingga berani menyatakan diri, “Jika ada yang ingin meneliti tentang komik, maka Akademi Samali bisa menjadi rujukan pertama.”

Perjalanan mereka tentu tidak mulus. Akademi Samali dimulai dari dua orang. Salah satu dari mereka kemudian hengkang karena berbeda visi. Satunya lagi tetap mempertahankan dengan jerih payah yang tidak bisa disepelekan. Kini, Akademi Samali makin kuat pada posisinya.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Ngaji Filsafat – Filsafat Cinta Erich Fromm Bagian I | Yogyakarta

Sejak April 2013, Masjid Jendral Sudirman, Kolombo, Yogyakarta rutin menggelar Ngaji Filsafat setiap Rabu selepas Isya. Februari 2017, Ngaji Filsafat memasuki sesi ke 141-144 dengan tema Filsafat Cinta dari pandangan beberapa tokoh diantaranya Plato, Erich Fromm, Rabiah Al-adawiyah, dan Maulana Jalaludin Rumi.

Rabu minggu kedua, (08/02), Erich Fromm (1900 -1980 ) mendapat giliran untuk dibahas dalam Ngaji Filsafat. Ia merupakan tokoh Psikoanalisis terakhir yang melanjutkan tradisi gurunya Sigmund Freud, namun pula mengkritiknya karena Fromm menganggap gurunya ini terlalu fokus pada libido seks manusia. Lalu Fromm pun mengambil fokus pada Psikologi Sosial Humanistik. Karena tahun 1930-an Jerman dilanda perang dunia, ia kemudian pindah ke Amerika dalam usia 34 tahun untuk melajutkan kuliah dan menjadi guru besar. Di akhir hidup, ia tinggal di Swiss sampai meninggal dalam usia 80 tahun.Kali ini kita mencuplik pikiran terkait Erich Fromm konsepsi tentang Cinta melalui bukunya The Art of Loving.

(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan