-->

Kronik Buku Toggle

23 Tweets | Katalog Seni – JToku | Yogyakarta

Jumat, 28 Desember 2012. Di sore yang teduh, JNM Jogja dipenuhi aktivis komik. Mereka mendiskusikan Superhero Indonesia dari Gambar ke Layar. Diskusi dengan narasumber utama dari JToku, Nawari Eda atau Ade Irawan, mengupas tentang superhero dari berbagai negara. Ia juga menganalisa kecenderungan dan kekurangan penggarapan superhero di Indonesia.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Allan Akbar (Memata-matai Kaum Pergerakan) | Yogyakarta

Diskusi buku Memata-Matai Kaum Pergerakan: Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934 karya Allan Akbar diselenggarakan Komunitas HaHaHiHi, Marjin Kiri, dan Etnohistori di Warung Kopi Lidah Ibu, Gejayan Yogyakarta pada 20 April 2013.

Tampil sebagai pembicara adalah Allan Akbar (Penulis) dan Uji Nugroho (Dosen UGM). Sementara pembaca kritis buku yang awalnya berasal dari skripsi Allan di Jurusan Sejarah Universitas Indonesia 2012 ini ditugaskan kepada Muhidin M. Dahlan (Warung Arsip Yayasan Indonesia Buku), Wildan Sena Utama (asisten pengajar di UGM), dan Lubabun Ni’am (Editor Insist Press).

Diskusi berlangsung hampir 3 jam. Di Program “Angkringan Buku” ini kami putarkan hanya cuplikan #arsipsuara-nya. Arsip yang lebih lengkap tersimpan di warungarsip.co @warungarsip.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – TBM Kakenda (Adil Tambono) | Yogyakarta

Adil Tambono dari Mandar, Sulawesi Barat adalah salah satu pegiat di komunitas teater yang pada akhirnya bergabung dengan PKBM menjadi Taman Baca Masyarakat Kakenda. TBM Kakenda berlokasi di bekas Kerajaan Baladipa, Sulawesi Barat. Melalui pendidikan kesenian dan kebudayaan, TBM Kakenda melakukan pendekatan terhadap Masyarakat Mandar. Salah satu tujuan jangka panjang TBM ini adalah untuk memajukan daerah Mandar. Salah satu caranya dengan memperkenalkan literasi dari desa ke desa dengan Mandar Membaca dan Membaca Mandar yaitu program mengampanyekan literasi. TBM Kakenda dapat dihubungi melalui Facebook Adil Tambono.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Aan Mansyur | Yogyakarta

Aan Mansyur pemilik akun Twitter @Hurufkecil ini adalah seorang penyair yang tinggal di Makassar. Setelah Tidak Ada New York Hari Ini, kabarnya akan ada buku puisi yang akan terbit lagi. Dalam kesempatan ini, sembari membayar rindu pada Radio Buku. Aan Mansyur akan bercerita mengenai buku pertamanya, yang ternyata memang sedari kecil sudah dekat dengannya.

Karena buku adalah obat, di kala @hurufkecil tidak bisa main sebagaimana anak kecil lainnya. Lewat perpustakan mini milik Kakeknya, ia mulai membaca dan kemudian jatuh cinta. “Semoga, dalam waktu dekat akan ada satu buku puisi yang terbit,” katanya di akhir wawancara bersama Radio Buku.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Eka Kurniawan (Part 1) | Yogyakarta

Eka Kurniawan merupakan salah seorang novelis berbakat indonesia. Karya-karyanya telah banyak dialih bahasakan, antara lain ke dalam bahasa: Inggris, Perancis, dan Jepang. Novel pertamanya, berjudul Cantik Itu Luka, diterbitkan oleh Jendela pada tahun 2002 dan masuk long list Khatulistiwa Literary Award tahun 2003. Pada 2006 Cantik Itu Luka diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang oleh Ribeka Ota.

Novelis kelahiran Tasik, November 1975 tersebut, menggunakan gaya kepenulisan yang disebut realisme magis hampir dalam setiap karyanya. Maka tidaklah berlebihan bila ia dijuluki sebagai The Next Pramoedya.

Selain Cantik Itu Luka, Eka Kurniawan juga telah menerbitkan: Lelaki Harimau (2004), Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Corat-coret di Toilet (2014), Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014), Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (2015), dan yang teranyar adalah novel berjudul O, yang diterbitkan Maret 2016 yang lalu. Eka Kurniawan dapat dijumpai pada website pribadinya, ekakurniawan.com.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – FTBM Jawa Barat (Heni Rohani) | Yogyakarta

Heni Rohani, tinggal di Bandung, Ketua Taman Bacaan Masyarakat Jawa Barat. Sejak menajabat menjadi ketua, ia melakukan konsolidasi terhadap seluruh TBM di Jawa Barat yang jumlahnya ribuan. Temuannya, ribuan TBM itu tidak seluruhnya hidup. Untuk meningkatkan minat baca, ia juga menggaet komunitas sebagai partner.

Menurut Heni, budaya baca sudah menjadi gaya hidup di Bandung. Hal ini terlihat dari mall dan kafe yang menyediakan bahan bacaan. Harapan Heni, Bandung bisa menelurkan penulis-penulis yang hebat.

(lebih …)

23 Tweets | Komunitas – FTBM Papua (Hery Rumanasen) | Yogyakarta

Hery Rumanasen perwakilan dari Forum Taman Bacaan Masyarakat Papua aktif sebagai relawan dan bergerak secara gerilya. Ia mencari dan mendistribusikan buku ke pedalaman dengan transportasi yang sulit dicangkau. Dari kabupaten satu ke kabupaten yang lain, ia harus menggunakan pesawat. Sedangkan harga satu kursi pesawat cukup mahal.

Minimnya daya baca masyarakat Papua membuat Hery kesulitan dan harus banyak bersabar. Program-program yang sempat dirancang terpaksa ditunda pelaksanaannya dan diganti dengan program pemberantasan buta aksara. Suatu kali, ia pernah mendistribusikan ke tiga TBM di Kabupaten Wamena. Beberapa bulan kemudian ia menengok kembali tiga TBM tersebut, ia kecewa ketika melihat buku-buku itu masih rapi tak tersentuh. Lalu ia bertanya, “Kenapa buku-bukunya masih rapi dan bagus begini?” Dijawab oleh relawan TBM, “Di sini tidak ada yang tahu baca.”

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Hariss Iskandar | Yogyakarta

Harris Iskandar merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Agronomi pada 1984. Sepuluh tahun hidupnya dihabiskan di Amerika Serikat untuk melanjutkan studi di Syracuse University, New York. Saat ini, Harris menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD & Dikmas).

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Antje Missbah | Yogyakarta

Antje Missbah adalah antropolog asal Australia yang meneliti tentang para pencari suaka di Indonesia. Hasil penelitiannya kemudian diterbitkan dalam buku berjudul Troubled Transit: Politik Indonesia Bagi Para Pencari Suaka, yang versi bahasa Inggris-nya (Troubled Transit: Asylum Seekers Stuck in Indonesia) lebih dulu hadir pada tahun 2015. Antje tertarik menyoroti masalah imigran dan pengungsi pencari suaka karena melihat adanya suatu pembiaran yang berulang serta kurangnya penegakan hukum yang adil.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Karim Ilham | Yogyakarta

Muhammad Ilham Nurul Karim, lahir di Batang, 24 April 2017. Saat ini aktif berkuliah di Jurusan Sastra Perancis Universitas Gajah Mada dan menjadi volunteer Radio Buku Batch #4. Karim sempat berkegiatan di Sanggar Pembacaan Puisi Licak, juga bermusik dan berlatih bela diri. Buku teks Bahasa Indonesia yang didapat ketika SD merupakan buku pertama yang berpengaruh baginya.

(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan