-->

Kronik Buku Toggle

NGOPI | #LiterasiSelatan #EquatorFestival

08 LAPAK ZINEKata dasarnya memang kopi. Dalam pelafalan harian kata kopi menjadi ngopi. Kata “ngopi” ini menimbulkan asosiasi macam-macam. Ngopi bisa bermakna harfiah, ya minum kopi, baik yang minum kopi primer yang diolah barista di warkop modern (kelompok masyarakat berkesadaran, cie), minum kopi tubruk yang umumnya disajikan simbok-simbok di warung-warung kecil, atau mereka yang mereguk dengan nikmat kopi-kopi Nusantara yang diantar, disaset, dan dipromosikan sebuah kapal uap (bukan pelni) dengan segala turunan perusahaannya.

Ngopi juga bisa berasosiasi sebuah perilaku atau tindakan menggandakan teks di atas kertas yang mengilhami lembaga kajian budaya KUNCI mengubah tipografi logonya dengan “mengopi” tipografi ala “Xerox”. Bahkan ajaib na na na, di beberapa tempat fotokopi yang dekat dengan kampus, agensi-agensi fotokopi sudah memiliki “pemikiran maju” dengan membuat daftar buku-buku utama yang layak kopi. Kok bisa tahu? Pengalaman berhadapan dengan praktik mengopi mengajarkan si agensi mesin fotokopi untuk mengurasi mana buku paling diminati kaum terpelajar kita. Dia membikin sistem yang praktis saja. Buatkan daftar, diserahkan uang, dan kopi. Bahkan bisa lebih bagus dari aslinya.

Praktik literasi mengopi adalah “khas kita”. Seperti mengopi buku yang teramat sangat dibutuhkan, tapi tak ada di toko buku. Ketika bersekolah atau berkuliah karena banyak urusan yang di luar, baik yang jelas maupun tak jelas, eh ketinggalan mata pelajaran. Dan jalan untuk mengejar ketertinggalan, baik tertinggal yang jelas maupun yang tak jelas, pasti ngopi catatan pelajaran teman. Ini “khas” Nusantara dan sudah “diajarkan” oleh guru dan orangtua sejak kelas 1 SD. (lebih…)

KBEA | #LiterasiSelatan #EquatorFest

04 MOJOK.CO

Mereka menyebut dua huruf di depan singkatan itu adalah Klinik Buku dan EA adalah singkatan yang melekat di belakang aktivis sosial dan penulis yang gandrung pada pencarian bentuk, Puthut EA. Tapi makin ke sini, saat Klinik Buku sungsang, akronim itu bergeser menjadi Keluarga Bahagia (eh, atau Komunitas Bahagia).

Pendeknya, saat ada kata bahagianya itu, tiba-tiba semuanya semringah. Mula-mula KBEA mendirikan mojok.co dengan tagline: “Sedikit Nakal, Banyak Akal” yang kemudian menjadi menjadi fenomena baru di dunia penulisan daring.

Di KBEA juga ada situs web yang menampung kelompok pemuda progresif, militan, tapi kesepian untuk menghabiskan energi yang banyak, tapi tak tersalurkan dalam asmara yang nyata, dalam sebuah aktivitas positif dan sehat (tapi belum tentu bahagia), yakni menulis. Namanya: jombloo.co.

Bersamaan dengan itu, dari rumah yang sama, muncul sebuah laman web yang berbeda dengan dua laman web sebelumnya yang menulis suka-suka. Di laman web ini menulis makalah serius adalah harga mati! Makin berjubel catatan kaki, makin dianjurkan. Prototipe di antara penulisan ala skripsi dan artikel-artikel populer di koran harian, diambil oper laman ini. Namanya pindai.org. (lebih…)

Kabar Resensi Buku | Minggu, 27 September 2015

Setiap Minggu, pers cetak mengeluarkan rubrik resensi buku untuk mengulas buku-buku termutakhir. Kami informasikan kabar resensi dan kabar buku lainnya di #KoranMinggu tersebut. Jika berminat mendapatkan kopi digital atas resensi tersebut, tersedia di bagian arsip kamar koran perpustakaan Gelaran Ibuku, warungarsip.co atau twitter @warungarsip.

(lebih…)

2-4 Oktober 2015 | Panggung Literasi Selatan | Panggungharjo, Sewon, Bantul | #EquatorFestival #LiterasiSelatan

Biennale Jogja XIII Equator #3 bekerjasama dengan Radio Buku dan Pemerintahan Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul

mempersembahkan

Panggung Literasi Selatan

Tema:
Emansipasi Desa: Kebudayaan, Ritus, dan Pengetahuan

Waktu:
Jumat, Sabtu, Minggu – 2, 3, 4 Oktober 2015
09.00 – 22.00 WIB

Tempat:
(1) Dusun Prancak Glondong (Halaman Radio Buku, Jl. Sewon Indah I)
(2) Dusun Pandes (Gedung Serbaguna/GOR Kelurahan Panggungharjo)
(3) Lapangan Prancak (Utara Kampus ISI Yogyakarta)

00 PANGGUNG LITERASI SELATAN

(lebih…)

Press Release Kampung Buku Jogja | 8-10 Oktober 2015

 

12009644_10200870582484218_3065783125232487211_n

 

Acara: Kampung Buku Jogja

Tempat: Foodpark UGM

Waktu: 8-10 Oktober 2015

Pkl. 11.00-21.00 WIB (lebih…)

Saiful Hadi | Menghadirkan Taman Bacaan Saat Bencana | Yogyakarta

SAIFUL HADIBukannya sibuk membangun kembali rumah keluarga yang hancur akibat gempa melanda Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2006, Saiful Hadi (47) justru memprioritaskan pendirian sanggar anak-anak. Sanggar itu untuk kegiatan membaca dan bermain. Saiful hanya ingin anak-anak, yang sering terlupakan karena kesibukan orang dewasa memulihkan kondisi ekonomi keluarga seusai bencana alam, tidak luput dari perhatian.

Dari sinilah Saiful, yang karyawan swasta, mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Luru Ilmu. TBM ini kemudian setia hadir di daerah-daerah bencana yang dapat dijangkaunya untuk menghadirkan bacaan yang bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat yang terkena bencana. Ada rasa bahagia kala dia bisa membuat anak-anak dan masyarakat di daerah bencana seperti korban Gunung Merapi teralihkan perhatiannya sejenak pada buku-buku bacaan yang dibawanya dengan sepeda motor yang dilengkapi kotak untuk menyimpan buku. (lebih…)

17-19 September 2015 | Pameran “Jogja Calling: International Stickers Exhibition” | Sewon, Bantul

JOGJA Calling: International Stickers Exhibition,

17-19 September 2015 | 13.00-22.00

Tempat: Hall Pameran Radio Buku

Alamat: Jl Sewon Indah No 1, Bantul, Yogyakarta

Pembukaan: 17 September 2015, 19.00 WIB

  (lebih…)

Kabar Sastra | Minggu, 13 September 2015

Hari Minggu adalah hari di mana sastra Indonesia mendapatkan tempat di koran-koran Minggu. Di helai-helai koran Minggu ini kita temukan taman susastra yang terus-menerus ditulis dan diperkenalkan kepada pembaca.

Katalog informasi sastra di koran Minggu ini sekadar merekam nama dan judul, terutama #cerpen, #puisi, dan #esei. Adapun artefak tulisan yang utuh disimpan di Gudang @warungarsip. (lebih…)

Kabar Resensi Buku | Minggu, 13 September 2015

Setiap Minggu, pers cetak mengeluarkan rubrik resensi buku untuk mengulas buku-buku termutakhir. Kami informasikan kabar resensi dan kabar buku lainnya di #KoranMinggu tersebut. Jika berminat mendapatkan kopi digital atas resensi tersebut, tersedia di bagian arsip kamar koran perpustakaan Gelaran Ibuku, warungarsip.co atau twitter @warungarsip. (lebih…)

#23Tweets | Katalog Seni – Laras Sinawang (Arsita Pinandita) | Yogyakarta

Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY 27 telah berakhir memang. Tapi terbitnya katalog “Laras Sinawang” bisa memperpanjang perbincangan tentangnya. Jejak pameran yang diselenggarakan di Sasono Hinggil Dwi Abad Alun-Alun Selatan Yogyakarta selama sepuluh hari, 25-31 Agustus 2015 itu bisa dibaca dan diwacanakan kembali, terutama melihat potret karya-karya perupa muda terkini.

Arsita Anindita atau akrab disapa Dito @dito_vietnam bercerita pengalamannya menata jalannya pameran itu. Latar bermusiknya yang bermazhab “Metal Karoke” dan pendidikan seninya berbasis Desain Visual menarik untuk disimak.

Arsita Pindandita
(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan