-->

Arsip Twitter Toggle

23 Tweets | Angkringan Buku – Haji Misbach Sang Propagandis | Yogyakarta

Haji Misbach adalah tokoh pergerakan nasional awal abad ke-20 di Solo. Ia seorang muslim yang mendaku diri sebagai komunis. Pergerakanya dituangkan dalam banyak tulisan di Medan Muslimin, medianya sendiri. Ia juga memimpin pemogokan yang dilakukan buruh. Dalam sejarah pergerakan, ia dikenal sebagai haji merah yang membela kepentingan masyarakat tertindas akibat kolonialisme dan imperialisme. Diskusi mengenai Haji Misbach digagas oleh LPM Ekspresi (@ekspresionline) bertempat di UNY.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Muhammad Roiz Alfin Rizal | Yogyakarta

alfin-edit

Muhammad Roiz Alfin Rizal adalah mahasiswa Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Yogyakarta yang sedang berkonsentrasi di lukis. Aktivitasnya adalah berkomunitas, menulis, pameran, dan diskusi serta membuat acara dengan komunitas lain. Diskusi yang sering dibuat adalah diskusi mengenai tulisan dan lukisan, sering dilakukan di dalam maupun di luar kampus.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Muhammad Roiz Alfin Rizal (Lelaku) | Yogyakarta

alfin-lelaku

Muhammad Roiz Alfin Rizal, biasa dipanggil Alfin Rizal atau Rizal untuk lebih akrabnya. Ia adalah mahasiswa Jurusan Seni Murni Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Konsentrasi perkuliahannya adalah Seni Lukis. Aktivitasnya kini mengikuti berbagai bentuk pameran dan menulis tentang review pameran. Juga menulis cerpen. Serta melakukan aktivitas bersama kelompoknya, Sastra Rupa untuk perform di berbagai event.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – Sanggar Belajar Bareng Gubug Liat Jombang | Yogyakarta

Sanggar Belajar Bareng Gubug Liat Jombang berdiri di bulan Mei 2010 saat perkembangan komunitas sastra Jombang sedang pesat. Gubug Liat diketuai oleh Rahmat Sularso Nh yang mendirikannya setelah dia lulus kuliah. Dipilih nama ‘Sanggar Belajar’ di depan ‘Gubug Liat’ karena Sularso dan teman-temannya lebih fokus pada proses pembelajaran. Kegiatan Gubug Liat seperti Jumatan Sastra, Kemah Kreasi, dan nonton film bareng. Gubug Liat juga memberikan bantuan mengerjakan pekerjaan rumah pada anak-anak sekitar. Gubug Liat berada di Perumahan Mojongapit Indah G5, Jombang. Pendanaan Gubug Liat disokong bersama-sama. Ada yg berasal dari dana pribadi, sponsorship, juga hasil membuat barang-barang kreasi.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Dodo Hartoko | Yogyakarta

Dodo Hartoko adalah seniman dan juga sejak tahun 2002 mendirikan Penerbit Buku Baik di Yogyakarta. Lahir di Batang, Jawa Tengah. Setelah pengembaraanya di berbagai kota, Dodo sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu sosial dan Politik,
Universitas Katholik Atma Jaya Yogyakarta tetapi tidak pernah selesai. Selanjutnya Dodo mencoba untuk daftar di ISI tetapi tidak pernah diterima, bukan karena kemampuannya dalam bidang seni tidak mumpuni, tetapi lebih karena sering keliru dalam mengikuti test masuk perguruan tinggi tersebut.

(lebih…)

23 Tweets | Katalog Seni – UKM Seni Musik UAD (Konser Diskusi Rasa) | Yogyakarta

Konser Diskusi Rasa merupakan tema yang diangkat oleh UKM Seni Musik UAD (Universitas Ahmad Dahlan) dalam penyelenggaraan agenda tahunannya di 2016 ini. Konser yang mendatangkan band Fortwenty, Stigman, dan Rubah di Selatan ini akan menjadi sarana untuk mengembangkan dan menyalurkan kreativitas mahasiswa UAD serta menjalin silaturahmi antara mahasiswa UAD. Selain itu, konser ini juga bertujuan untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan pihak sponsorship; menjalin silaturahmi antara forum UKM musik se-Yogyakarta; dan menjadi event pembuktian bagi masyarakat umum.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Eka Kurniawan (Cantik Itu Luka) | Yogyakarta

EkaKurniawan lahir di Tasikmalaya, 1975, menyelesaikan pendidikan dari Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tahun 1999. Karya-karya Eka Kurniawan adalah Sastra Realisme Sosial, Pramoedya Ananta Toer, Gelak Sedih, Cantik Itu Luka, Lelaki Harimau, Cinta Tak Ada Mati (Kumpulan Cerpen), Corat-coret di Toilet. Selain buku-buku tersebut, Eka Kurniawan banyak menulis di berbagai media massa baik elektronik maupun cetak. Konon, tulisan Eka Kurniawan penuh polemik di  dunia sastra Indonesia. Fairuzul Mumtaz berbincang dengan Eka Kurniawan seputar novel Cantik Itu Luka (Beauty is a Wound). Cantik Itu Luka adalah salah satu novel fenomenal yang ditulis Eka Kurniawan. Novel ini pernah masuk long list Khatulistiwa Literary Award tahun 2003.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – Agustinus Keiya | Yogyakarta

agustinus

Agustinus Keiya adalah pemain sepakbola asal Papua yang mengawali kariernya sejak usia 18 tahun. Lelaki yang juga berkuliah di Universitas Cendrawasih, Jayapura ini tengah mempersiapkan kelengkapan dokumen untuk bergabung di Club Aitana FC, Timor Leste. Memiliki mimpi untuk menjadi pemain timnas dan dapat mengharumkan nama Indonesia, lelaki ini giat mengembangkan diri dengan mencoba merantau dan bergabung dalam tim sepakbola di luar Papua. Boaz Salossa, Bambang Pamungkas, dan Lionel Messi menjadi sumber inspirasinya.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Nadia Elasalama | Yogyakarta

nadia

Nadia Elasalama (18 tahun) berasal dari Kebumen. Ia adalah mahasiswa Ilmu Filsafat UGM, semester tiga. Selain kuliah ia aktif di Badan Kegiatan Mahasiswa LSF Cogito dan Radio Buku sebagai Volunteer Batch #3. Saat SD ia membaca buku karangan H. C. Andersen, Beatrix Potter, Pramoedya dan Dewi Lestari. Buku yang berkesan baginya adalah Bumi Manusia, And The Mountains Echoed, Totto-Chan, Harry Potter, karya-karya Pram, karya-karya Dewi Lestari, dan Tetralogi Laskar Pelangi. Penulis terfavoritnya adalah Pramoedya Ananta Toer. Ia turut menulis esai tentang Ibu Dewi Januari dan Siti Maryam di Aku dan Buku #2.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950 | Yogyakarta

prof-greg

Soldaat in Indonesië 1945-1950: Getuigenissen van een oorlog aan de verkeerde kant van de geschiedenis atau Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950: Kesaksian perang pada sisi sejarah yang salah adalah sebuah buku yang membahas perang dekolonisasi Belanda-Indonesia di tahun 1945-1950. Buku ini ditulis oleh Prof. Gert Oostindie dan Ireen Hoogenboom. Buku ini berdasarkan pada dokumen ego yang berisi memoar, surat, dan catatan harian Serdadu Belanda saat berperang di Indonesia. Penelitian untuk buku ini berlangsung selama 3 tahun yang melibatkan mahasiswa intern di KITLV dan peneliti lain di KITLV. Di Indonesia buku ini diterjemahkan dan dipublikasikan oleh Yayasan Pustaka Obor.

(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan