-->

Arsip Twitter Toggle

23 Tweets | Buku Pertamaku – A. S. Rimbawana | Yogyakarta

A.S. Rimbawana merupakan mahasiswa Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Yogyakarta. Kesenangannya membaca buku banyak dipengaruhi oleh cerita masa kecil dengan sang ayah yang menjadi guru di sekolahnya. Dongeng Ayah Rimbawana membawanya menempuh perkuliahan saat ini. Beberapa penulis seperti Pramoedya Ananta Toer, Idrus dan Seno Gumira Ajidarma, banyak membantu Rimbawana dalam melihat kondisi sosial budaya Indonesia secara nyata.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – Sanggar Anak Akar (Susilo Adinegoro) | Yogyakarta

Susilo Adinegoro, akrab dipanggil Pakde Sus, aktif di Sanggar Anak Akar Jakarta. Ia memproklamirkan model pendidikan integratif, dengan nama Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar. Juli 2016, ia bersama kawan-kawan mendeklarasikan Gerakan Jaringan Pendidikan Alternatif yang diinisiasi beberapa lembaga.

Sejak muda Pakde Sus sudah akrab dengan pendidikan alternatif. Hal itu bermula dari kegiatannya di sanggar seni depan Kraton Solo. Sejak pindah ke Jakarta, ia aktif sebagai relawan di Institut Sosial Jakarta untuk mendampingi anak-anak jalanan.

Dalam acara Bulan Pendidikan dan Kebudayaan, Pakde Sus bersama kawan-kawannya menginisiasi Dialog Nasional Pendidikan Alternatif pada Oktober 2016 berlangsung di Sanggar Anak Alam Yogyakarta dengan tajuk Kongres Anak Merdeka.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Violis Mawar Putih Bromo | Yogyakarta

 

Novel Violis Mawar Putih Bromo Trilogy Chapter 1 adalah novel indie yang ditulis Purwo bin Koplak (begitu penulis ini menyebut namanya). Novel ini diterbitkan oleh Kamboja Merah Publishing dan mengangkat kisah cinta nyata dari Purwo bin Koplak. “Angin mulai bertutur semirip kata pujangga, antara Bromo dan Cinta. Menyibak masa lalu nan indah tentang Romantisme Remaja SMA” begitu sinopsis yang ditulis di website Kamboja Merah Publishing. Latar cerita dalam novel bergenre romance ini adalah Gunung Bromo.

Kamboja Merah Publishing sendiri menyebut diri mereka sebagai komunitas literasi yang bergerak lewat beberapa jaringan kota yang berasal dari Malang, Denpasar, Jogja, Jember, Bandung, Jakarta, Surabaya, Makasar, Papua, Aceh, Medan dan Lampung. Misi mereka besar, menggerakkan jiwa literasi bagi sastrawan-sastrawan muda yang karyanya banyak dipinggirkan karena pangsa pasar.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – Kelas Inspirasi Yogyakarta | Yogyakarta

Kelas Inspirasi adalah sebuah gerakan profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari. Profesional yang terdiri dari ragam profesi, akan berbagi cerita dan pengalaman kerja, juga motivasi meraih cita-cita kepada anak-anak. Sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Mengajar (IM) bentukan Anies Baswedan, Kelas Inspirasi Yogyakarta terbentuk di tahun kedua, pada tanggal 20 Februari 2013. Tercatat sudah lebih dari 150 kabupaten/kota di Indonesia yang turut andil dalam gerakan nasional peduli pendidikan ini.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Ageng Indra | Yogyakarta

Ageng Indra, lahir 4 Maret 1996 di Banjarnegara. Ketika dewasa ia menetap di Boyolali, Jawa Tengah. Saat ini, ia sedang menyelesaikan studi di Jurusan TV dan Film Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Karena latar akademik inilah, Ageng menghidupkan beberapa komunitas perfilman sebagai media untuk mengapresiasi karya seni. Selain itu, kecintaannya kepada buku membawanya bergelut di dunia literasi dengan bergabung ke Radio Buku.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Saut Situmorang Bagian 2 | Yogyakarta

Acara Jual Buku Sastra (JBS) mendatangkan beberapa penulis dan menghadirkan karya-karyanya guna kebutuhan pameran dan pendistiribusian kepada masyarakat karena tidak semua karya dari penulis mampu menembus toko-toko buku. Dalam acara ini hadir Saut Situmorang. Ia menghadiri acara tersebut dengan misi sama yaitu menjadi pembicara sekaligus mengklarifikasi skandal sastranya.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Azhar Ibrahim Alwee | Yogyakarta

Azhar Ibrahim Alwee adalah dosen studi Malaysia-Indonesia di National University of Singapore. Saat ini ia telah menghasilkan karya, seperti Bahasa dan Tantangan Intelektualisme, Cendekiawan Melayu Penyuluh Emansipasi, dan Menyanggah Belenggu: Kerancuan fikiran masakini. Azhar menyukai karya sastra bernuansa perlawanan dan emansipatoris, seperti Gadis Pantai karya Pram. Selain itu, Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis dan Menjenguk Tuhan karya Ahmad Tohari adalah dua karya yang menyentuhnya. Lima buku yang berpengaruh adalah Tajus Salatin; Ranjau Sepanjang Jalan karya Shahnon Ahmad; Macbeth karya Shakespeare; Muqadimmah karya Ibnu Khaldun; juga karya-karya puisi Chairil Anwar, Usman Awang, Mohamed Latiff Mohamed, W. S. Rendra, dan Widji Thukul.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Saut Situmorang Bagian 1 | Yogyakarta

Acara Jual Buku Sastra (JBS) mendatangkan beberapa penulis dan menghadirkan karya-karyanya guna kebutuhan pameran dan pendistiribusian kepada masyarakat karena tidak semua karya dari penulis mampu menembus toko-toko buku. Dalam acara ini hadir Saut Situmorang. Ia menghadiri acara tersebut dengan misi sama yaitu menjadi pembicara sekaligus mengklarifikasi skandal sastranya.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Dea Anugrah (Bakat Menggonggong) Bagian 2 | Yogyakarta

Acara bincang buku yang dilaksanakan pada tanggal 3 September 2016 di Angkringan Mojok membincangkan buku karangan sastrawan muda, Dea Anugrah.

Acara tersebut diramaikan dengan hadirnya Rozi Kembara seorang penulis sekaligus seorang teman dekat dari sang sastrawan muda dan Irwan Bajang sang kepala suku Indie Book Corner untuk mengarahkan alur diskusi. Acara bincang tersebut di siarkan streaming oleh radiobuku.com dengan nama program #AngkringanBuku.

Buku karangan Dea Anugrah tersebut diberi judul Bakat Menggonggong. Keseruan diskusi buku disebabkan karena yang dibahas tidak hanya berkisar tentang buku, tetapi juga membahas personal penulis dan proses kreatifnya sehingga dapat menciptakan karya prosa tersebut.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Prima Hidayah | Yogyakarta

Prima Hidayah lahir di Blambangan (sekarang Probolinggo). Ia adalah volunteer Radio Buku Batch #3 dan kini masih berkuliah di Jurusan Filsafat Universitas Gajah Mada. Buku pertama yang berkesan bagi Prima adalah Aki karya Idrus. Penulis yang mengesankan bagi Prima adalah Seno Gumira Ajidarma, Remy Silado, dan Korrie Layun Rampan. Ia juga menyukai puisi, seperti yang ditulis oleh Indonesia O’Galelano, Hamsad Rangkuti, dan Gus Mus. Selepas membaca skripsi Eka Kurniawan, Prima mulai berkeinginan belajar sejarah dari hal-hal yang ada di dekatnya. Selama Prima belum bisa mengkritik Muhidin M. Dahlan, ia bertekad untuk terus berada di Radio Buku.

(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan