-->

Arsip 23Tweets Toggle

23 Tweets | Buku Pertamaku – Ageng Indra | Yogyakarta

Ageng Indra, lahir 4 Maret 1996 di Banjarnegara. Ketika dewasa ia menetap di Boyolali, Jawa Tengah. Saat ini, ia sedang menyelesaikan studi di Jurusan TV dan Film Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Karena latar akademik inilah, Ageng menghidupkan beberapa komunitas perfilman sebagai media untuk mengapresiasi karya seni. Selain itu, kecintaannya kepada buku membawanya bergelut di dunia literasi dengan bergabung ke Radio Buku.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Saut Situmorang Bagian 2 | Yogyakarta

Acara Jual Buku Sastra (JBS) mendatangkan beberapa penulis dan menghadirkan karya-karyanya guna kebutuhan pameran dan pendistiribusian kepada masyarakat karena tidak semua karya dari penulis mampu menembus toko-toko buku. Dalam acara ini hadir Saut Situmorang. Ia menghadiri acara tersebut dengan misi sama yaitu menjadi pembicara sekaligus mengklarifikasi skandal sastranya.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Azhar Ibrahim Alwee | Yogyakarta

Azhar Ibrahim Alwee adalah dosen studi Malaysia-Indonesia di National University of Singapore. Saat ini ia telah menghasilkan karya, seperti Bahasa dan Tantangan Intelektualisme, Cendekiawan Melayu Penyuluh Emansipasi, dan Menyanggah Belenggu: Kerancuan fikiran masakini. Azhar menyukai karya sastra bernuansa perlawanan dan emansipatoris, seperti Gadis Pantai karya Pram. Selain itu, Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis dan Menjenguk Tuhan karya Ahmad Tohari adalah dua karya yang menyentuhnya. Lima buku yang berpengaruh adalah Tajus Salatin; Ranjau Sepanjang Jalan karya Shahnon Ahmad; Macbeth karya Shakespeare; Muqadimmah karya Ibnu Khaldun; juga karya-karya puisi Chairil Anwar, Usman Awang, Mohamed Latiff Mohamed, W. S. Rendra, dan Widji Thukul.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Saut Situmorang Bagian 1 | Yogyakarta

Acara Jual Buku Sastra (JBS) mendatangkan beberapa penulis dan menghadirkan karya-karyanya guna kebutuhan pameran dan pendistiribusian kepada masyarakat karena tidak semua karya dari penulis mampu menembus toko-toko buku. Dalam acara ini hadir Saut Situmorang. Ia menghadiri acara tersebut dengan misi sama yaitu menjadi pembicara sekaligus mengklarifikasi skandal sastranya.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Dea Anugrah (Bakat Menggonggong) Bagian 2 | Yogyakarta

Acara bincang buku yang dilaksanakan pada tanggal 3 September 2016 di Angkringan Mojok membincangkan buku karangan sastrawan muda, Dea Anugrah.

Acara tersebut diramaikan dengan hadirnya Rozi Kembara seorang penulis sekaligus seorang teman dekat dari sang sastrawan muda dan Irwan Bajang sang kepala suku Indie Book Corner untuk mengarahkan alur diskusi. Acara bincang tersebut di siarkan streaming oleh radiobuku.com dengan nama program #AngkringanBuku.

Buku karangan Dea Anugrah tersebut diberi judul Bakat Menggonggong. Keseruan diskusi buku disebabkan karena yang dibahas tidak hanya berkisar tentang buku, tetapi juga membahas personal penulis dan proses kreatifnya sehingga dapat menciptakan karya prosa tersebut.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Prima Hidayah | Yogyakarta

Prima Hidayah lahir di Blambangan (sekarang Probolinggo). Ia adalah volunteer Radio Buku Batch #3 dan kini masih berkuliah di Jurusan Filsafat Universitas Gajah Mada. Buku pertama yang berkesan bagi Prima adalah Aki karya Idrus. Penulis yang mengesankan bagi Prima adalah Seno Gumira Ajidarma, Remy Silado, dan Korrie Layun Rampan. Ia juga menyukai puisi, seperti yang ditulis oleh Indonesia O’Galelano, Hamsad Rangkuti, dan Gus Mus. Selepas membaca skripsi Eka Kurniawan, Prima mulai berkeinginan belajar sejarah dari hal-hal yang ada di dekatnya. Selama Prima belum bisa mengkritik Muhidin M. Dahlan, ia bertekad untuk terus berada di Radio Buku.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Dea Anugrah (Bakat Menggonggong) Bagian 1 | Yogyakarta

Acara bincang buku yang dilaksanakan pada tanggal 3 September 2016 di Angkringan Mojok membincangkan buku karangan sastrawan muda, Dea Anugrah.

Acara tersebut diramaikan dengan hadirnya Rozi Kembara seorang penulis sekaligus seorang teman dekat dari sang sastrawan muda dan Irwan Bajang sang kepala suku Indie Book Corner untuk mengarahkan alur diskusi. Acara bincang tersebut di siarkan streaming oleh radiobuku.com dengan nama program #AngkringanBuku.

Buku karangan Dea Anugrah tersebut diberi judul Bakat Menggonggong. Keseruan diskusi buku disebabkan karena yang dibahas tidak hanya berkisar tentang buku, tetapi juga membahas personal penulis dan proses kreatifnya sehingga dapat menciptakan karya prosa tersebut.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – LPM Pendapa UST | Yogyakarta

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pendapa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa adalah unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang jurnalistik. LPM Pendapa berdiri pada 2 Mei 1988. ‘Pendapa’ berasal dari ikon Taman Siswa yaitu Pendapa Agung yang memiliki makna bangunan tanpa pintu. Oleh karena itu, siapapun berhak belajar di LPM Pendapa.
Perekrutan pengurus LPM Pendapa dilakukan satu tahun sekali. Dalam proses perekrutan terdapat seleksi menulis, wawancara, dan akhirnya magang. Teman-teman dilatih membuat buletin dan mampu menulis. Produk LPM Pendapa berupa majalah dan buku. Selain itu LPM Pendapa aktif menerbitkan berita di lpmpendapa.com.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Dodit Sulaksono (Tokohitam) | Yogyakarta

Dodit Sulaksono, pemilik Tokohitam, adalah pedagang buku lawas yang sudah 10 tahun menekuni bidang tersebut. Ia mengawali usaha dengan menjual buku secara online di sebuah milis pasar buku. Kebanyakan buku yang ia jual adalah sastra, sejarah, dan politik yang pada masa orde baru buku-buku tersebut dilarang. Saat kecil, ia menyukai Buku Seri Pustaka Jaya: Seri mitologi Yunani dan seri pahlawan, Majalah Bobo, dan Serial Lima Sekawan. Selain itu. ia juga menyukai Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer dan karya-karya George Orwell.

(lebih…)

23 Tweets | Katalog Seni – Bunda Kata (Awalludin Lutfi dan Koskow) | Yogyakarta

Awalludin Lutfi dan Koskow datang dengan membawa konsep yang cukup baru berjudul Bunda Kata. Bunda Kata, Buku Gotong Royong ini adalah sebuah gerakan buku yang mencoba mengapresiasi sudut pandang pembaca.

Bunda Kata merupakan buku yang disusun dari kumpulan tulisan dari berbagai penulis yang nantinya akan disusun sendiri oleh pembaca yang kemudian dicetak di tempat, yang dalam hal ini di pameran buku dan dapat segera dibawa pulang.

Kegiatan ini berdasar pada perilaku konsumen yang lebih suka mengunduh dan menyusun sendiri urutan hal yang ingin dikonsumsinya. Seperti urutan lagu yang disusun di pemutar musik, Bunda Kata ingin mewujudkan perilaku itu dalam sastra dan membaca.

(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan