-->

Arsip 23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Sutrisno Murtiyoso, Arsitektur, dan Cerita Silat | Jakarta

Sutrisno Murtiyoso seorang pengajar arsitektur di Universitas Tarumanegara, Ketua Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia, Wakil Ketua Masyarakat Cerita Silat. Sejak kecil menyenangi membaca. Semua buku ia baca. Nafsu membaca sangat besar, sementara ketersediaan buku-buku bacaan sangat minim. Hingga sekarang, ia masih terheran-heran dengan buku-buku yang ia baca ketika kecil. Sebagaimana pecinta buku sezamannya, ia melahap habis semua buku cerita silat. Awalnya ia membaca komik, namun ia lebih menemukan kepuasaan pada cerita narasi. Kebiasaan membaca itu membuatnya tak mengenal cinta remaja. Buku lebih menyenangkan ketimbang lawan jenis. (lebih…)

#23Tweets | Angkringan Buku – Lupa Endonesa dan 5 Buku Lainnya | Sudjiwo Tejo

Dia menyebut dirinya dalang. Dalang edan. Memiliki pikiran yang meloncat-loncat. Tak biasa. Menabrak pakem. Tapi logis setelah direnungkan dengan berlapis-lapis makna. Mewarisi darah dalang dari ayahnya yang bernama Soetedjo. Bagi seorang dalang, demikian mahasiswa jebolan Matematika dan Teknik Sipil ITB ini mengaku, menulis buku adalah tugas konstitusionalnya. Mbah Tedjo yang memiliki akun twitter @sudjiwotedjo ini menuturkan dengan runut buku-buku yang pernah ditulisnya hingga saat ini. Ia juga berkisah tentang proses kreatifnya. Buku-buku yang pernah menuntun pikirannya. Bahkan tentang kehidupan separuh bohemian di Bandung bersama teman-temannya sesama seniman di luar jurusan Matematika dan Teknik Sipil. (lebih…)

#23Tweets | Komunitas – Baduy Membaca | Banten

Adat Baduy pada dasarnya melarang segala bentuk pendidikan. Kegiatan baca tulis tidak boleh dilakukan secara terang-terangan. Semua ini dilakukan katanya agar melindungi Adat agar tidak rusak. Benarkah begitu? Sarpin melawannya. Baduy asli ini menganggap bahwa untuk menjaga agar adat Baduy tidak rusak, anak-anak Baduy seharusnya justru belajar dan menjadi pintar. Menjadi bodoh justru melemahkan adat. Maka ia diam-diam mengajarkan anak-anak baduy membaca. Perjuangan dilakukan geriliya, sembunyi-sembunyi dan malam hari. Beberapa kali ia ketahuan dan dipanggil Ketua Adat untuk diminta berhenti. Ia berhenti, tapi kemudian diteruskannya lagi. Karena kerja belum usai. Pendidikan dan pencerahan harus tetap diteruskan ke generasi Baduy selanjutnya. Penasaran? (lebih…)

#23Tweets | Katalog Seni – Bingkai Indonesia | Yogyakarta

Bingkai Indonesia adalah komunitas berisi jiwa-jiwa muda yang fokus pada kegiatan audio visual, pembuatan film, baik dokumenter maupun fiksi. Hingga saat ini mereka telah menghasilkan puluhan film. Isu yang mereka angkat adalah sosial dan penegakan HAM. Namun, mereka lebih suka menyuarakan hal-hal yang tak biasa diangkat oleh media mainstream. Mulanya, Bingkai Indonesia merupakan sayap fundraising dari Kapala Indonesia, sekelompok anak muda yang mencitai alam dan lingkungan. Sejak tahun 2007 mereka memilih jalur sendiri dan fokus pada film. Sejak terbentuk Bingkai Indonesia, mereka telah memiliki sekitar 40-an tenaga relawan. (lebih…)

#23Tweets | Buku Pertamaku – Yunior Hafidh Hery | Bali

Booklovers, berikut ini adalah #23Tweets dari penulis buku “Tan Malaka Dibunuh” (2007). Dialah Jun a.k.a Yunior Hafidh Hery. Ia seorang guru SD yang menyandang dua gelar sarjana, nyaris dua gelar magister. Saat ini sedang menamatkan gelar magisternya yang kedua di Fisipol UGM. Lelaki sederhana dengan daya humor cukup tinggi. Menyenangi aktivitas belajar dan gratis. Studi pascasarjana ia tempuh dengan gratis. Untuk ukuran guru SD mungkin ia terlalu tinggi. Tapi pilihan itu tak bisa ia elakkan. Belum lagi jika dilihat buku-buku bacaan yang mempengaruhinya, seperti Jalaluddin Rumi, Sukarno (Penjambung Lidah Ra’jat), Nietzsche (Spoke Zarathustra), Lenin (Sosialis Demokrasi), Tan Malaka (Madilog), dan lain-lain. #23Tweets ini dikerjakan¬†Nadia Aghnia Fadhillah. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan