-->

Arsip 23Tweets Toggle

#23Tweets | Katalog Seni – Green Scene Filmmaker | Yogyakarta

Green Scene merupakan sekelompok anak muda yang peduli tentang lingkungan. Kampanye tentang lingkungan mereka sampaikan melalui film; media populer yang diangankan bisa dinikmati semua kalangan. Baik dari masyarakat kecil hingga elit politik di negeri ini.  Meski fokus tentang lingkungan, namun tidak menutup kemungkinan menggarap hal lain karena kelompok mereka menjadi tempat belajar segala hal kreatif. Di dunia daring mereka berumah di bingkaiindonesia.org. (lebih…)

#23Tweets | Angkringan Buku – History Week Jurusan Sejarah, FIB UGM | Yogyakarta

Pada awalnya History Week diselenggarakan karena banyaknya acara sejarah yang kurang diminati masyarakat. Hingga sekarang sejak 2007, History Week menjadi agenda rutin di Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah FIB. Program acaranya pun berkembang sesuai misinya yang bertambah. BKMS memperkenalkan jurusan sejarah pada pelajar SMA, mengembangkan ide kreatif mahasiswanya, dan menanamkan pola pikir historis pada masyarakat melalui rangkaian acara history week. Dari Donor Darah, Lomba Esai, Kunjungan Malam ke Museum Vredeburg, Forum Mahasiswa Sejarah, Pameran Fotografi, hingga menonton film sejarah mereka selenggarakan dalam lima hari. Ingin tahu lengkapnya? Apa saja acara yang mereka selenggarakan pada History Week? (lebih…)

#23Tweets | Angkringan Buku – “Gus Dur, Guru Orang Papua” | Titus Pekei

Titus Chris Pekei adalah peneliti yang bekerja di Papua Ecology Institute yang fokus pada kebudayaan dan lingkungan Papua. Ia juga mengajar di beberapa universitas di Jakarta maupun Jayapura tentang studi Papua. Beberapa kali telah menulis buku mengenai daerah tercintanya. Misalnya buku tentang “Noken Papua”, tas tradisional hasil kerajinan tangan rakyat Papua, yang bakal terdaftar di UNESCO. (lebih…)

#23Tweets | Komunitas – TBM Sufado | Manokwari, Papua Barat

Kata Sufado berasal dari Bahasa Biak yang berarti ‘Mari Masuk Ke Hutan’. Mama Aksamina Kambuaya mengajak teman-teman yang sudah mengecap pendidikan untuk bersama-sama masuk ke hutan membantu mengajar masyarakat Papua yang belum bisa baca tulis. Mari bersama-sama masuk ke hutan membimbing masyarakat Papua untuk hidup dengan lebih baik. (lebih…)

#23Tweets | Katalog Seni – Teguh Waluyo, Dalang Ruwat Bumi | #Banyumas

Tinggal di Pabuaran, Purwokerto, Teguh Waluyo adalah dalang dan pengrajin wayang kulit. Dalam seni pertunjukan tradisi wayang kulit, Teguh mengukuhkan diri membawa lakon ruwat, yakni murwakala dan metridesa. Murwakala ritus membuang kesialan, sementara mertidesa adalah ritus ruwat bumi. Dalam tradisi Jawa, setiap orang membawa kesialan masing-masing. Apalagi dalam sepurnama lebih banyak mendapatkan sial ketimbang untung. Sugesti ini kemudian yang melahirkan ritus ruwat murwakala. Sementara ruwat bumi adalah ritus ucapan terimakasih kita kepada semesta yang memberi kita tumpangan hidup dengan segala fasilitasnya. (lebih…)

#23Tweets | Komunitas – Sudut Baca Soreang | Kab Bandung

Bermula dari tenda berukuran 2×3 meter persegi dan rak buku etalase mirip konter pulsa, Sudut Baca Soreang lahir. Untuk membuatnya permanen, maka pendirinya, Kang Agus Munawar, memindahkan buku-buku perpustakaan ke dalam kamar yang dibobol. Tapi ternyata tidak cukup, akhirnya Kang Agus memilih untuk menjual mobil kesayangannya dan membeli rumah tetangga yang over-credit. (lebih…)

#23Tweets | Buku Pertamaku – Sutrisno Murtiyoso, Arsitektur, dan Cerita Silat | Jakarta

Sutrisno Murtiyoso seorang pengajar arsitektur di Universitas Tarumanegara, Ketua Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia, Wakil Ketua Masyarakat Cerita Silat. Sejak kecil menyenangi membaca. Semua buku ia baca. Nafsu membaca sangat besar, sementara ketersediaan buku-buku bacaan sangat minim. Hingga sekarang, ia masih terheran-heran dengan buku-buku yang ia baca ketika kecil. Sebagaimana pecinta buku sezamannya, ia melahap habis semua buku cerita silat. Awalnya ia membaca komik, namun ia lebih menemukan kepuasaan pada cerita narasi. Kebiasaan membaca itu membuatnya tak mengenal cinta remaja. Buku lebih menyenangkan ketimbang lawan jenis. (lebih…)

#23Tweets | Angkringan Buku – Lupa Endonesa dan 5 Buku Lainnya | Sudjiwo Tejo

Dia menyebut dirinya dalang. Dalang edan. Memiliki pikiran yang meloncat-loncat. Tak biasa. Menabrak pakem. Tapi logis setelah direnungkan dengan berlapis-lapis makna. Mewarisi darah dalang dari ayahnya yang bernama Soetedjo. Bagi seorang dalang, demikian mahasiswa jebolan Matematika dan Teknik Sipil ITB ini mengaku, menulis buku adalah tugas konstitusionalnya. Mbah Tedjo yang memiliki akun twitter @sudjiwotedjo ini menuturkan dengan runut buku-buku yang pernah ditulisnya hingga saat ini. Ia juga berkisah tentang proses kreatifnya. Buku-buku yang pernah menuntun pikirannya. Bahkan tentang kehidupan separuh bohemian di Bandung bersama teman-temannya sesama seniman di luar jurusan Matematika dan Teknik Sipil. (lebih…)

#23Tweets | Komunitas – Baduy Membaca | Banten

Adat Baduy pada dasarnya melarang segala bentuk pendidikan. Kegiatan baca tulis tidak boleh dilakukan secara terang-terangan. Semua ini dilakukan katanya agar melindungi Adat agar tidak rusak. Benarkah begitu? Sarpin melawannya. Baduy asli ini menganggap bahwa untuk menjaga agar adat Baduy tidak rusak, anak-anak Baduy seharusnya justru belajar dan menjadi pintar. Menjadi bodoh justru melemahkan adat. Maka ia diam-diam mengajarkan anak-anak baduy membaca. Perjuangan dilakukan geriliya, sembunyi-sembunyi dan malam hari. Beberapa kali ia ketahuan dan dipanggil Ketua Adat untuk diminta berhenti. Ia berhenti, tapi kemudian diteruskannya lagi. Karena kerja belum usai. Pendidikan dan pencerahan harus tetap diteruskan ke generasi Baduy selanjutnya. Penasaran? (lebih…)

#23Tweets | Katalog Seni – Bingkai Indonesia | Yogyakarta

Bingkai Indonesia adalah komunitas berisi jiwa-jiwa muda yang fokus pada kegiatan audio visual, pembuatan film, baik dokumenter maupun fiksi. Hingga saat ini mereka telah menghasilkan puluhan film. Isu yang mereka angkat adalah sosial dan penegakan HAM. Namun, mereka lebih suka menyuarakan hal-hal yang tak biasa diangkat oleh media mainstream. Mulanya, Bingkai Indonesia merupakan sayap fundraising dari Kapala Indonesia, sekelompok anak muda yang mencitai alam dan lingkungan. Sejak tahun 2007 mereka memilih jalur sendiri dan fokus pada film. Sejak terbentuk Bingkai Indonesia, mereka telah memiliki sekitar 40-an tenaga relawan. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan