-->

Arsip Twitter Toggle

GARDALA (Memang “Kafir”)

1. Dari Kota Semarang, garuda dikafirkan oleh poster yang beredar di lingkup akademia Universitas Diponegoro (Undip) #Gardala

2. Duh, mahasiswa pembikinnya bakal terkena sanksi berat dari kampus seakan mereka pelaku makar pengguling kuasa negara #Gardala

3. Tidak hanya karena garuda bagian inheren dari visual konstitusi utama negara, melainkan juga posisi politis garuda. #Gardala (lebih…)

23 Tweets | Komunitas – PEKKA NTT | Yogyakarta

Datang dari jauh, tiga perempuan. Satu berkeluarga lengkap, satu janda empat anak, satu lagi lajang. Dari NTT berniat belajar menata perpustakaan. Banyak menyimpan buku tapi tak tahu cara merawatnya. Perpustakaan Gelaran Iboekoe dianggap tepat untuk belajar kepustakaan.

Susan, perempuan pertama ini bercerita banyak tentang organisasi PEKKA. Pertama kali PEKKA datang ke Adonara, NTT, ditolak mentah-mentah oleh warga. Sederhana persoalannya, yang membawa PEKKA ke sana berjilbab, sementara mayoritas penduduk beragama Katolik. Mereka takut Islam akan membunuh mereka seperti Front Pembela Islam. Perempuan kedua, Veronica Tutowara, janda empat anak, berhasil mengangkat kehidupan ekonomi dan pengalaman hidup berkat PEKKA. Ia pun bisa menyekolahkan empat anaknya. Begitu pula dengan Apriani Ina Esek. Perempuan lajang yang jadi tulang punggung keluarga. Sebelumnya ia tak pernah diperhitungkan dalam masyarakat, namun berkat PEKKA kini ia bisa menyejahterakan keluarga dan menjadi narasumber di gereja dan beberapa pertemuan.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – FSTVLST | Yogyakarta

FSTVLST, kelompok musik yang beraliran rock dari Kota Yogyakarta, turut menjadi pengisi panggung di event “MOCOSIK” Book and Music Festival. Band ini beranggotakan Farid Stevy Asta, Roby Setiawan, Humam Mufid Arifin, serta Danish Wisnu Nugraha. Band yang bermula dari Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta ini mengusung konsep “Almost Rock Barely Art”.

(lebih…)

23 Tweets | Katalog Seni – JToku | Yogyakarta

Jumat, 28 Desember 2012. Di sore yang teduh, JNM Jogja dipenuhi aktivis komik. Mereka mendiskusikan Superhero Indonesia dari Gambar ke Layar. Diskusi dengan narasumber utama dari JToku, Nawari Eda atau Ade Irawan, mengupas tentang superhero dari berbagai negara. Ia juga menganalisa kecenderungan dan kekurangan penggarapan superhero di Indonesia.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Allan Akbar (Memata-matai Kaum Pergerakan) | Yogyakarta

Diskusi buku Memata-Matai Kaum Pergerakan: Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934 karya Allan Akbar diselenggarakan Komunitas HaHaHiHi, Marjin Kiri, dan Etnohistori di Warung Kopi Lidah Ibu, Gejayan Yogyakarta pada 20 April 2013.

Tampil sebagai pembicara adalah Allan Akbar (Penulis) dan Uji Nugroho (Dosen UGM). Sementara pembaca kritis buku yang awalnya berasal dari skripsi Allan di Jurusan Sejarah Universitas Indonesia 2012 ini ditugaskan kepada Muhidin M. Dahlan (Warung Arsip Yayasan Indonesia Buku), Wildan Sena Utama (asisten pengajar di UGM), dan Lubabun Ni’am (Editor Insist Press).

Diskusi berlangsung hampir 3 jam. Di Program “Angkringan Buku” ini kami putarkan hanya cuplikan #arsipsuara-nya. Arsip yang lebih lengkap tersimpan di warungarsip.co @warungarsip.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – TBM Kakenda (Adil Tambono) | Yogyakarta

Adil Tambono dari Mandar, Sulawesi Barat adalah salah satu pegiat di komunitas teater yang pada akhirnya bergabung dengan PKBM menjadi Taman Baca Masyarakat Kakenda. TBM Kakenda berlokasi di bekas Kerajaan Baladipa, Sulawesi Barat. Melalui pendidikan kesenian dan kebudayaan, TBM Kakenda melakukan pendekatan terhadap Masyarakat Mandar. Salah satu tujuan jangka panjang TBM ini adalah untuk memajukan daerah Mandar. Salah satu caranya dengan memperkenalkan literasi dari desa ke desa dengan Mandar Membaca dan Membaca Mandar yaitu program mengampanyekan literasi. TBM Kakenda dapat dihubungi melalui Facebook Adil Tambono.

(lebih…)

23 Tweets | Buku Pertamaku – Aan Mansyur | Yogyakarta

Aan Mansyur pemilik akun Twitter @Hurufkecil ini adalah seorang penyair yang tinggal di Makassar. Setelah Tidak Ada New York Hari Ini, kabarnya akan ada buku puisi yang akan terbit lagi. Dalam kesempatan ini, sembari membayar rindu pada Radio Buku. Aan Mansyur akan bercerita mengenai buku pertamanya, yang ternyata memang sedari kecil sudah dekat dengannya.

Karena buku adalah obat, di kala @hurufkecil tidak bisa main sebagaimana anak kecil lainnya. Lewat perpustakan mini milik Kakeknya, ia mulai membaca dan kemudian jatuh cinta. “Semoga, dalam waktu dekat akan ada satu buku puisi yang terbit,” katanya di akhir wawancara bersama Radio Buku.

(lebih…)

23 Tweets | Angkringan Buku – Eka Kurniawan (Part 1) | Yogyakarta

Eka Kurniawan merupakan salah seorang novelis berbakat indonesia. Karya-karyanya telah banyak dialih bahasakan, antara lain ke dalam bahasa: Inggris, Perancis, dan Jepang. Novel pertamanya, berjudul Cantik Itu Luka, diterbitkan oleh Jendela pada tahun 2002 dan masuk long list Khatulistiwa Literary Award tahun 2003. Pada 2006 Cantik Itu Luka diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang oleh Ribeka Ota.

Novelis kelahiran Tasik, November 1975 tersebut, menggunakan gaya kepenulisan yang disebut realisme magis hampir dalam setiap karyanya. Maka tidaklah berlebihan bila ia dijuluki sebagai The Next Pramoedya.

Selain Cantik Itu Luka, Eka Kurniawan juga telah menerbitkan: Lelaki Harimau (2004), Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Corat-coret di Toilet (2014), Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014), Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (2015), dan yang teranyar adalah novel berjudul O, yang diterbitkan Maret 2016 yang lalu. Eka Kurniawan dapat dijumpai pada website pribadinya, ekakurniawan.com.

(lebih…)

23 Tweets | Komunitas – FTBM Jawa Barat (Heni Rohani) | Yogyakarta

Heni Rohani, tinggal di Bandung, Ketua Taman Bacaan Masyarakat Jawa Barat. Sejak menajabat menjadi ketua, ia melakukan konsolidasi terhadap seluruh TBM di Jawa Barat yang jumlahnya ribuan. Temuannya, ribuan TBM itu tidak seluruhnya hidup. Untuk meningkatkan minat baca, ia juga menggaet komunitas sebagai partner.

Menurut Heni, budaya baca sudah menjadi gaya hidup di Bandung. Hal ini terlihat dari mall dan kafe yang menyediakan bahan bacaan. Harapan Heni, Bandung bisa menelurkan penulis-penulis yang hebat.

(lebih …)

23 Tweets | Komunitas – FTBM Papua (Hery Rumanasen) | Yogyakarta

Hery Rumanasen perwakilan dari Forum Taman Bacaan Masyarakat Papua aktif sebagai relawan dan bergerak secara gerilya. Ia mencari dan mendistribusikan buku ke pedalaman dengan transportasi yang sulit dicangkau. Dari kabupaten satu ke kabupaten yang lain, ia harus menggunakan pesawat. Sedangkan harga satu kursi pesawat cukup mahal.

Minimnya daya baca masyarakat Papua membuat Hery kesulitan dan harus banyak bersabar. Program-program yang sempat dirancang terpaksa ditunda pelaksanaannya dan diganti dengan program pemberantasan buta aksara. Suatu kali, ia pernah mendistribusikan ke tiga TBM di Kabupaten Wamena. Beberapa bulan kemudian ia menengok kembali tiga TBM tersebut, ia kecewa ketika melihat buku-buku itu masih rapi tak tersentuh. Lalu ia bertanya, “Kenapa buku-bukunya masih rapi dan bagus begini?” Dijawab oleh relawan TBM, “Di sini tidak ada yang tahu baca.”

(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan