-->

Arsip Tokoh Toggle

Peter van Dongen | Penulis Buku Komik Masa Kolonial (Amsterdam)

Harian Media Indonesia edisi 23 September hlm 16 menurunkan profil Peter van Dongen. Inspirasi komikus asal Belanda ini berasal dari cerita dan foto-foto nenek dan kakek buyutnya yang hidup di era itu. Peter mulai berkarya sejak 1990 dengan bukunya Muizentheater serta mengakui besarnya pengaruh Herge (pengarang Tin Tin) dalam karya-karyanya. Selengkapnya ini profil pembuat komik “Rampokan Java dan Rampokan Celebes”: (lebih…)

Patmi Yati | Mengajak Anak Bercerita | Samarinda

Harian Kompas edisi 19 September 2014 menurunkan ulasan sosok berprestasi di bidang pendidikan anak berusia dini. Perkenalkan, Patmi Yati dari Samarinda. Ia adalah yang gigih mengajar dan menuliskan buku untuk si belia. (lebih…)

Yanti Budiyanti | Bunda Bagi Lahirnya Penulis Cilik (Jambi)

Harian Kompas edisi 11 September 2014 menurunkan sosok pendidik Yanti Budiyanti dari Jambi. Dari rasa kasihnya tak bertara dan kekukuhan hatinya, ia menjadi pemantik lahirnya sejumlah penulis cilik dari Jambi. Rumah Baca Evergreen yang dikeelolanya menjadi rumah yang gratis bagi anak-anak yang berhasrat besar menuliskan apa saja. Inilah laporan Ester Lince Napitupulu. (lebih…)

Nursida Syam | Klub Baca Perempuan NTB

Harian Media Indonesia edisi 2 September 2014 menurunkan profil Nursida Syam, pendiri Sekolah Alam Anak Negeri dan Klub Baca Perempuan NTB. Bagi Nursida Syam, membaca bukan hanya mencerdaskan diri sendiri, melainkan juga bangsa ini. Berikut liputan RICHALDO HARIANDJA selengkapnya: (lebih…)

Peter Carey: Naskah Kuno “Babad Diponegoro”

Situs berita daring detik.com edisi 28 Agustus 2014 menurunkan wawancara peneliti “Babad Diponegoro” dari Inggris Peter Carey. Kepada Nograhany Widhi K, Peter berkisah tentang pentingnya pemindaian naskah-naskah kuno. Berikut wawancara selengkapnya:

“Babad Diponegoro” merupakan karya sastra kuno dari bumi Nusantara. Meski sudah diakui UNESCO sebagai memori kolektif dunia tahun 2012, namun sayang, belum ada naskah ‘Babad Diponegoro’ yang diterbitkan di Indonesia sehingga belum banyak rakyat yang mengetahui isinya. Digitalisasi naskah kuno bisa menjadi solusi itu semua.

“Saya kira gampang. Itu tidak membutuhkan banyak uang, mungkin mendigitalisasi 200 manuskrip,” imbau sejarawan asal Inggris, Peter Brian Ramsey Carey (66), saat ditanya apa yang harus dilakukan agar rakyat Indonesia bisa menghargai naskah sejarah bangsa sendiri.

Usai peluncuran dan bedah buku “Strategi Menjinakkan Diponegoro” yang ditulis sejarawan Saleh As’ad Djamhari di Freedom Institute, Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2014) malam, Peter dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaan detikcom seputar Pangeran Diponegoro dan naskah “Babad Diponegoro”.  (lebih…)

Syaihul Hadi | Menulis Novel untuk Kesembuhan Sang Putri | Situbondo

Harian Jawa Pos edisi 24 Agustus 2014 menurunkan kisah warga Situbondo yang berjuang habis-habisan untuk kesembuhan putrinya, Viara Hikmatun Nisa. Kisah perjuangannya ditorehkan dalam sebuah novel berjudul “Gadis Kecilku”. Inilah feature yang dituliskan Priska Birahy, Surabaya. (Redaksi) (lebih…)

GM dan Buku

Di pembukaan #BookLoversFest (23/4) yang diselenggarakan di Bale Black Box, Sewon Bantul, Goenawan Mohamad berbagi sepenggal cerita tentang dirinya dan buku. Ini rangkuman cerita dari lelaki yang tumbuh di Batang dan kerap disapa GM. (lebih…)

Indrian Koto | Si Penjual Buku Sastra via Internet | Yogyakarta

Tribun Jogja 17 Februari 2014 menurunkan kisah penyair Indrian Koto dalam mengelola lini usaha yang tak biasa, menjual buku sastra di bawah bendera “Jualan Buku Sastra/JBS”. Tulisan yang diturunkan web daring tribunjogja.com itu dibagi dalam tiga artikel. Inilah sosok Indrian Koto di rimba dunia internet merambah usaha jualan buku sastra. (lebih…)

Bambang Basuki | Buku Yang Menerangi dalam Gelap | Jakarta

Empat puluh enam tahun lalu, kegelapan menjadi teman Bambang Basuki (63) saat penglihatannya terenggut tiba-tiba. Namun, Bambang tidak menyerah dan bekerja menciptakan ”terang” bagi tunanetra lainnya.

Di balik dinding bangunan di pojok Jalan Gunung Balong, Jakarta Selatan, itu para tunanetra yang haus ilmu menjadi raja. Di kantor Yayasan Mitra Netra itulah tersedia ribuan judul buku dalam huruf braille sehingga dengan rabaan jari, mereka dapat membacanya. (lebih…)

Andi Malewa | Rumah Baca Paguyuban Terminal (Depok)

Empat tahun setelah bergaul dengan anak jalanan di Terminal Depok, Jawa Barat, Andi Malewa (31) mengambil langkah berani. Dia mendirikan rumah baca di titik ekstrem di kawasan itu, di bagian terminal yang sering dihindari orang, kawasan kumuh tempat orang sering mabuk-mabukan. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan