-->

Arsip Penerbit Toggle

16/04/2016 | PELUANG & STRATEGI BISNIS ONLINE SHOP BAGI MAHASISWA | di PKKH UGM

Bisnis OnlinePerubahan habit atau kebiasaan belanja online di dunia semakin semarak. Perubahan ini disebabkan oleh banyak hal. Tentunya perkembangan dan penerapan IT menjadi penyumbang terbesar perubahan ini. Seperti yang dikutip Fathul Wahid (Teknologi Informasi, Pembangunan, dan Ruang Publik; Melayang dari Masa Depan, Graha Ilmu, 2013), Walsham mengatakan ‘… dunia yang lebih baik adalah tujuan etis (ethical goals) penerapan TI’. (Walsham, 2012, profesor University of Cambridge, Inggris).

Berangkat dari ethical goals penerapan IT di atas, tentunya banyak hal kehidupan yang bisa dibuat menjadi lebih baik melalui penerapan IT yang benar dan tepat. Perdagangan atau jual beli salah satu aspek kehidupan yang bisa dijadikan lebih baik melalui penerapan teknologi. Perdagangan melalui internet atau transaksi jual beli online atau daring adalah contohnya. Saat ini begitu tinggi tingkat kelahiran online shop. Apalagi didukung juga dengan merebaknya konsep marketplace.

Kehadiran marketplace semakin memudahkan siapapun, mulai peorangan sampai perusahaan, tidak repot lagi untuk memiliki sebuah toko. Pada kategori perorangan, mulai pelajar, mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga, profesional, atau siapapun asalkan ‘melek’ internet. Nilai yang lebih strategis lagi dari olshop, adalah luasnya jangkauan pasar. Nyaris tak terbatas, mulai pelosok, kota kecil, pulau terpencil, nasional dan internasional, asal terjangkau internet.

Perubahan ini sunggu disayangkan jika tidak dimanfaatkan untuk menjadikan dunia lebih baik. Oleh karena itu, Penerbit Graha Ilmu melalui Divisi Graha Ilmu Online, sebagai wujud dari CSR ingin memberikan free seminar kepada mahasiswa tentang Peluang & Strategi Bisnis Online Shop khusus kepada mahasiswa. Menilik bisnis proses olshop dan marketplace yang ada, menjadikan bisnis ini sangat relevan dan cocok untuk mahasiswa. Sekaligus memberikan wacana mutakhir tentang pergeseran model kewirausahaan.

Apabila kemudian ada pertanyaan, mengapa seminar ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa, tiada lain karena terkait dengan konteks penyelenggaranya, yaitu Penerbit Graha Ilmu. Selama ini, Graha Ilmu adalah sebuah lembaga penerbitan buku dengan spesialisasi buku-buku literatur perguruan tinggi. Koleksi buku-buku yang pernah diterbitkan oleh Graha Ilmu hampir dari semua jurusan yang ada di perguruan tinggi. Oleh karena itu, Graha Ilmu merasa terpanggil untuk memberikan sesuatu kepada kalangan mahasiswa.

Yang kedua, melihat perkembangan peta konvensional outlet buku di Indonesia, untuk buku-buku kategori tertentu, termasuk buku literatur perguruan tinggi, aspek kemudahan dan kemerataan aksesnya semakin jauh dari maksimal. Nyaris, outlet buku konvensional yang ada saat ini, baik jaringan maupun lokal, hanya ada di kota-kota besar. Kemudian diperparah lagi dengan semakin mengecilnya, dari waktu ke waktu, alokasi area untuk kategori buku di outlet-outlet tersebut.

Pembicara
1. Lingga Archie Hutabarat – Leader Book Category Bukalapak.Com

a. Materi Seminar :
‘Sukses Berselancar di Pasar Online Terbesar di Indonesia’

b. Materi Workshop:
“Tips dan Trik agar Lapak bisa laris di Bukalapak.com’

2. Arif Abdulrakhim – Direktur Penerbit Graha Literata
Materi:
‘Potensi & Peluang Bisnis Online Buku Perguruan Tinggi di Indonesia’

Jadwal Acara
Pk.08.30 – 09.00 : Registrasi Peserta
Pk.09.00 – 09.15 : Pembukaan
Pk.09.15 – 10.00 : Presentasi Pembicara I
Lingga Archie Hutabarat
Materi:
‘Sukses Berselancar di Pasar Online Terbesar di Indonesia’
Pk.10.00 – 10.40 : Presentasi Pembicara II
Arif Abdulrakhim – Direktur Penerbit Graha Literata
Materi :
‘Potensi & Peluang Bisnis Online Buku Perguruan Tinggi di Indonesia’
Pk. 10.40 – 12.00 : Workshop dari Bukalapak
Materi:
‘Potensi & Peluang Bisnis Online Buku Perguruan Tinggi di Indonesia’
Diskusi

Waktu & Tempat:
Sabtu, 16 April 2016
Pk.08.30 – 12.00 WIB
Gegung PPKH UGM

Pelaksana:
Graha Ilmu Online Yogyakarta
Alamat Kantor: Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283
Telepon 0274-889398, 882262 Facs. 0274-889057
SMS Gateway 0857 2798 0088 – WA 0857 2798 0088
www.grahailmu.co.id – email: info@grahailmu.co.id

PIC : Arif Abdulrakhim – HP/WA 0812 155 1801 – arif@grahaliterata.com

27/01/16 | Stiletto Book EXPO – @Stiletto_Book | Yogyakarta

Acara: Perayaan Ulang Tahun ke-5 Stiletto Book

Waktu & Tempat: 27 Januari 2016, di Jogja Digital Valley, Jogjakarta

Pukul: 10.00 – 16.00 WIB

Poster Ultah Final

  (lebih…)

2-4 Januari 2006 | Ngayogbook 2016 Togamas Jogja | Yogyakarta

revisi poster ngayogbook 2016 + jamu

#NGAYOGBOOK 2016

Tema : DJAMU – Djajan Boekoe Djajan Ilmu

Waktu : Hanya 3 hari, Sabtu 03 Januari 2016 – Senin 04 Januari 2016

  • Diskon untuk semua buku 30% all item, kecuali ATK, majalah, buku impor dan buku perguruan tinggi
  • Diskon 30% hanya terjadi 3 hari dalam setahun
  • Diskon 30% meliputi buku best seller, komik, novel, buku sekolah, soal-soal, buku tes cpns, tes psikologi, motivasi, sastra, sejarah, buku agama, sejarah, buku indie dan lain lain.
  • Tetap Gratis Sampul Plastik anti rayap
  • BUGAR, Buku Bergaransi, Salah beli buku dapat ditukar, max 2 x 24 jam, bawa struk, kondisi buku belum sobek atau dicorat coret

(lebih…)

#KampungBukuJogja | 8-10 Oktober 2015 | Foodpark UGM | Yogyakarta

12009644_10200870582484218_3065783125232487211_n

Kampung Buku Jogja

Foodpark UGM, 8-10 Oktober 2015

Pkl. 11.00-21.00 WIB (lebih…)

Tan Khoen Swie: Kisah Penerbitan yang Melegenda di Kediri

KEDIRI – Selain menggeluti dunia bisnis, Tan Khoen Swie juga aktif di dunia kebatinan dan perkumpulan Kioe Kok Thwan, organisasi masyarakat Tionghoa di Kediri yang menentang Belanda. Pada 1935 ia juga menjabat redaktur sekaligus pemimpin redaksi sebuah majalah bulanan di Kediri yang memuat paham kebathinan Konghucu, Tao, Buddha Tionghoa berbahasa Melayu.

(lebih…)

Inilah Daftar Penerbit Buku di Indonesia

Pertama-tama memang menulis buku. Tapi setelah buku jadi lalu apa? Ada yang memilih tak menerbitkannya. Ada yang memutuskan menerbitkannya sendiri saja dengan modal yang ada di kantong. Tapi ada juga yang mencoba mencari-cari penerbit. Tanya sana tanya sini. Nah, berikut ini daftar penerbit-penerbit buku di Indonesia. Silakan dilihat-lihat, siapa tahu jenis naskah Anda sama dengan misi dan ciri salah satu penerbit di bawah ini. Selamat mencoba. (lebih…)

1009 Daftar Penerbit Indonesia

1       Abdi Raya Utama         Alamat: Jl. Moh. Toha Gg. Ripah No. 14 Bandung
40253 Telp.: 0225209844 Fax.: 0227565370 Terbitan.: Buku Umum & Agama

2       Abiyah Pratama  Alamat: Ruko Cempaka Mas Blok K-31 Jakarta Pusat
10640 Telp.: 42889058 Fax.: 42889085 Terbitan.: Buku Agama,
Pengembangan Diri dan Tematik

3       Absolut         Alamat: Jl. Ibu Ruswo No. 10 Pawirodirjan, Gondomanan Yogyakarta (lebih…)

Penerbit Percetakan Kanisius

6 Januari 1922, sebuah percetakan bernama Canisius Drukkerij didirikan di Yogyakarta sebagai sebuah karya misi. Percetakan ini membantu menyediakan buku-buku pelajaran bagi sekolah kaum pribumi serta buku-buku doa bagi Gereja Katolik di Indonesia. (lebih…)

Kelompok Pencinta Bacaan Anak

KBPAKelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) adalah organisasi nirlaba independen yang digagas pada tahun 1987 oleh Dr. Murti Bunanta SS. MA. Pada tahun 1990 KPBA menjadi anggota IBBY (International Board on Books for Young People).

Sejak berdiri, KPBA banyak mengadakan seminar, lokakarya untuk mahasiswa, guru pendidik, pengarang, illustrator, pendongeng, penerbit dalam usaha meningkatkan mutu bacaan anak Indonesia. Setiap minggu melakukan kegiatan rutin mendongeng di Rumah Sakit sejak 1993. Mengadakan Festival mendongeng setiap satu atau dua tahun dalam memperingati Hari Anak Nasional.

KPBA juga menggalang kerjasama dengan pemerintah, institusi dalam dan luar negri untuk kemajuan bacaan anak. Juga mendatangkan pembicara luar negeri untuk meningkatkan mutu pelaku perbukuan di Indonesia.

Sukarelawan KPBA terdiri dari peneliti, dosen, doktor, ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, pengarang, illustrator, pendongeng, guru, orang tua, dan lain-lain. Pengurus KPBA tidak digaji dan semua sumbangan yang diterima , diteruskan untuk kepentingan masyarakat khususnya anak dan membina kemampuan orang dewasa yang terlibat bagi pendidikan anak.

KPBA adalah pionir untuk memajukan minat membaca anak-anak di Indonesia. Selama dua puluh tahun KPBA berkiprah dalam meningkatkan minat baca anak, mutu bacaan, dan layanan perpustakaan.

Visi dan Misi

Tujuan dari Kelompok Pencinta Bacaan anak adalah untuk mengembangkan dan membina bacaan anak di Indonesia sebagai partisipasi bagi usaha mencerdaskan bangsa.

Kegiatan untuk Orang Dewasa :

Seminar, lokakarya, dan pelatihan mendongeng, pelatihan membuat alat peraga, pelatihan menulis, pelatihan membuat ilustrasi, dll.

Kegiatan untuk anak :

Festival mendongeng setiap satu atau dua tahun, kegiatan rutin mendongeng di RSCM setiap minggu, lomba membaca cerita,  membuat alat peraga mendongeng sederhana, dll.

Sejarah

Pencetus gagasan dan pendiri KPBA adalah Dr. Murti Bunanta SS.,MA yang menuangkan pikiran, gagasan dan keprihatinannya terhadap dunia bacaan anak di Indonesia dalam sebuah tulisannya, yang dimuat dalam harian Kompas, 22 September 1987, berjudul “Kalau Belum Terlambat, Mengapa Tidak Sekarang? Kita Butuh Kelompok Pencinta Bacaan Anak”.

Tulisan ini menarik minat sekelompok pendukung gagasan dan simpatisan yang menaruh perhatian pada bacaan anak dan mencintai anak-anak, yang secara rutin bertemu sebulan sekali untuk memantapkan gagasan sambil mengadakan kegiatan mendongeng untuk anak-anak.

Pada tahun 1988 dibentuk kepengurusan yang bergabung dalam wadah bernama : Kelompok Pencinta Bacaan Anak (Inggris : Society for the Advancement of Children’s Literature). Organisasi ini bersifat independen, non profit dan pengurus serta anggotanya bekerja atas dasar sukarela.

Pameran dengan tema Anak, Bacaan dan Mainan yang diadakan dalam rangka menyambut hari anak nasional Juli 1989 adalah tonggak sejarah kegiatan KPBA selanjutnya, baik secara nasional maupun internasional.

Kegiatan KPBA yang intens dalam memajukan mutu bacaan anak Indonesia menarik perhatian dunia internasional. April 1990, KPBA resmi menjadi seksi nasional suatu organisasi dunia yang bernama International Board on Books for Young People (IBBY) sebagai seksi nasional ke 51.

Pada tahun 2006, untuk meluaskan kerja KPBA, maka seksi nasional tersebut yang bernama Indonesian Board on Books for Young People (INABBY) dipisahkan menjadi organisasi tersendiri dan bekerjasama secara erat dengan KPBA.

Pengurus

Ketua (President): Dr. Murti Bunanta SS., MA

Wakil Ketua (Vice President): Dr. Ir. Tety Elida, MM

Sekretaris I (Secretary): Devina Erlita S.Hum.

Bendahara (Treasurer): Dra Dinar Utami Prasidono.

Sekretaris II

  1. Ika Anggraeni, ST, MM
  2. Ir. Ari Raharjo, MBA

Program

  1. Dina Novita Tuasuun, S.Si.(teol.)
  2. Dra. Juniwulan Dewi

Pembantu Umum

  • Rika E. Triyani, SS

*)Sumber:kpba-murti.org

Pengurus

Ketua (President): Dr. Murti Bunanta SS., MA

Wakil Ketua (Vice President): Dr. Ir. Tety Elida, MM

Sekretaris I (Secretary): Devina Erlita S.Hum.

Bendahara (Treasurer): Dra Dinar Utami Prasidono.

Sekretaris II

  1. Ika Anggraeni, ST, MM
  2. Ir. Ari Raharjo, MBA

Program

  1. Dina Novita Tuasuun, S.Si.(teol.)
  2. Dra. Juniwulan Dewi

Pembantu Umum

  • Rika E. Triyani, SS

Yayasan Pantau

Yayasan Pantau adalah sebuah lembaga yang bertujuan memperbarui jurnalisme di Indonesia. Nama “Pantau” berasal dari sebuah majalah yang diterbitkan oleh Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada tahun 1999. ISAI dan Article XIX, sebuah organisasi kebebasan media dari London, bersama-sama memantau televisi dan menerbitkan penelitiannya lewat “newsletter” Pantau.

Pada akhir 2000, muncul pemikiran untuk membuatnya lebih populer, tak hanya mengandalkan analisis isi. Maka Maret 2001 Pantau diubah jadi majalah bulanan. Partnership for Governance Reform in Indonesia dan Ford Foundation membantu pendanaan. Tujuannya, menjadikan Pantau sebagai majalah bulanan dengan liputan mendalam soal media dan jurnalisme. Beberapa perusahaan dan organisasi memberikan sumbangan sehingga total dana Pantau terpakai sekitar $350,000 dalam dua tahun (termasuk investasi awal).

Pantau terbit rutin tiap Senin pertama. Tiap bulan dicetak 3,000 eksemplar dan sirkulasi terjualnya naik hingga mencapai 2,500 pada Februari 2003. Menurut survei Business Digest pada Oktober 2002, sebuah majalah Pantau rata-rata dibaca enam orang dan 62 persen pembaca Pantau adalah wartawan (media cetak disusul wartawan televisi). Sisanya politisi, akademisi, orang public relation, dan mahasiswa.

Ali Alatas, mantan menteri luar negeri Indonesia, termasuk pelanggan Pantau dan menyukai majalah ini. Liem Sioe Liong dari organisasi hak asasi manusia Tapol London menyebut majalah ini sebagai “majalah terbaik di Indonesia.” Muchtar Buchori, seorang legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan kolumnis Jakarta Post, menyebutnya “majalah investigasi.”

Pantau terbit dengan laporan-laporan panjang baik soal media, Aceh, terorisme, dan lain-lain. Isinya, sekitar 60 persen soal media dan 40 persen non-media. Pantau jadi fenomena baru dalam jurnalisme Indonesia karena pertama kalinya media Indonesia diliput media lain dengan standar wajar – tanpa standar ganda karena khawatir saling mengganggu sesama wartawan. Pada 10 Februari 2003, ISAI mengambil keputusan menutup Pantau. Manajemen ISAI berpendapat majalah macam ini tak viable ketika ISAI juga lagi menghadapi kesulitan finansial.

Sekitar 100 kontributor Pantau merasa misi mereka meningkatkan mutu jurnalisme Indonesia dan melayani publik lewat informasi-informasi yang independen dan bermutu, jadi terputus. Mereka menilai majalah ini harus diterbitkan lagi karena di Indonesia tak ada media yang menyajikan informasi dengan bercerita atau “story telling” macam The New Yorker atau The Atlantic Monthly. Riset dalam, referensi banyak, dan enak dibaca.

Manajemen ISAI mendukung dan bersedia memberikan copy rights majalah Pantau kepada Yayasan Pantau. Desember 2003, majalah Pantau kembali menemui pembaca dengan desain baru, dan isu lebih luas: politik-cum-kebudayaan. Kesulitan keuangan, ditambah pengelolaan bisnis yang runyam, lagi-lagi menghantui Pantau sehingga majalah ini kembali berhenti terbit pada Maret 2004.

Tidak hanya sebatas menerbitkan majalah, bagi Yayasan Pantau banyak cara untuk menunjukkan sikap perduli terhadap jurnalisme di Indonesia. Kini Yayasan Pantau berkosentrasi penuh pada pelatihan-pelatihan wartawan dan diskusi terbatas, selain menerbitkan buku dan melakukan kerjasama, baik secara internasional maupun nasional.

Kerjasama internasional yang sudah dikerjakan dan dirintis Yayasan Pantau adalah dengan Bill Kovach, wartawan terkemuka dunia, ketua Committee of Concerned Journalist dan kurator Nieman Foundation, Harvard University. Di bawah pengorganisasian Yayasan Pantau, Kovach pada Desember 2003 lalu berdiskusi di sejumlah kota di Indonesia, sambil meluncurkan bukunya The Elements of Journalism, yang diterbitkan Yayasan Pantau dalam bahasa Indonesia. Kemudian, pada Desember 2004, Yayasan Pantau menggandeng Michael Cowan, pengajar pada Columbia Graduate School of Journalism, New York, yang juga produser acara “Today” NBC.

Kerjasama internasional lain adalah dengan penulis buku Covering Globalization, Anya Schiffrin dari Initiative of Policy Dialogue, sebuah lembaga nirlaba yang dikembangkan penerima Nobel Joseph E. Stiglitz. Beberapa nama lain adalah Mila Rosenthal dari Columbia University dan Kevin Cassidy dan Carmen dari ILO, Noriel dan Agatha Schmaedick dari the Worker’s Right’s Consortium.

Mei 2005, Yayasan Pantau jadi institusi resmi yang menjalankan program The East-West Center Jefferson Fellowships di Asia Pasifik. Program ini telah berlangsung selama 38 tahun di berbagai negara, yang menghimpun sedikitnya 400 jurnalis negara-negara maju, dengan mata acara mulai seminar hingga studi lapangan dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan.

*) http://asopian.blogspot.com, 1 Januari 2005

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan