-->

Arsip Komunitas Toggle

Komunitas – Kedai Baca Sipakainga | Makassar

Kedai Baca dan Warung Kopi Sipakainga 43 berada di Jalan Veteran Utara Lorong 43, Makassar. Pemiliknya bernama Anwar Amin, akrab disapa Daeng Anwar. Kedai baca ini adalah bukti kecintaan lelaki 64 tahun ini pada buku. Sejak kecil kedua orangtua Daeng Anwar sering membelikan buku untuk dia dan saudara-saudaranya. (lebih…)

Komunitas – Kedai Buku Jenny

Menurut kalian, apakah semua pertanyaan tentang alasan mengapa kita melakukan atau memutuskan sesuatu harus selalu diberikan eksplanasi panjang lebar dan kemudian dikabarkan ke khalayak? Jawabannya pasti akan bervariasi.

Ada yang akan menjawab tergantung pada kebutuhannya, atau kondisi dan situasinya dan yang terpenting menurutku adalah urgensi dan substansinya. Seberapa penting jawaban-jawaban itu dikabarkan ke “seluruh dunia”, lalu tentunya yang sebisa mungkin dipikirkan apakah semua itu membawa pesan “kenabian”. (lebih…)

Yayasan Indonesia Buku

Awal Gelaran Indonesia Buku atau Gelaran [I: boekoe] sejatinya telah dimulai sejak tahun 1999 dengan nama awal “Gelaran Budaya”, sebuah balai budaya sekaligus galeri pameran seni rupa yang dikelola oleh para pegiat seni di Yogyakarta – dahulu terletak di Karangkajen, Yogyakarta. (lebih…)

Toko Gunung Agung

Tjio Wie Tay atau kemudian lebih dikenal dengan Masagung merupakan pendiri dari Toko Gunung Agung. (lahir di Batavia, 8 September 1927 – meninggal di Jakarta, 24 September 1990 pada umur 63 tahun) merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan Tjio Koan An dan Tjoa Poppi Nio. Ayahnya seorang ahli listrik tamatan Belanda, sedangkan kakeknya seorang pedagang ternama di kawasan Pasar Baru, Bogor. (lebih…)

Komunitas – Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL)

Dalam rangka penyerahan donasi #SatuBukuSatuSaudara tahap kedua setelah Lombok, saya, @vera_makki, @nicowijaya dan mas Vandy terbang ke Wangi-wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara untuk mengunjungi #TamanBacaanAnakLebah Wakatobi. Kami akan bertemu dengan bang Tonang Pammajere, Pembina TBAL di desa Mola Selatan, yang berlokasi di pinggir pantai tempat suku asli Bajo bermukim. Kami berangkat dari rumah pukul 3 pagi untuk mengejar pesawat ke Makassar pukul 5, dilanjutkan penerbangan menuju Wangi-wangi pukul 10 pagi, transit di pulau Bau-bau. Lengkap sudah dalam setengah hari, kami melalui 3x take off dan 3x landing. But we’re excited! (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan