-->

Arsip Komunitas Toggle

Ngayogbook 2017: Semua Buku dari Semua Penerbit, Diskon!

Jumat – Minggu
3 – 5 Maret 2017

Togamas Affandi
Jl. Affandi No.5 Gejayan, Yogyakarta (perempatan Condong Catur)

Togamas Kotabaru
Jl. Suroto No.8 Kotabaru, (depan Perpusda Kota Yogyakarta)

0822 2221 6505 | 0888 0614 0008 | 0811256675 (lebih…)

Gubuk Baca Gang Tato | Jabung, Malang, Jawa Timur

Buruh tani, pengamen, sopir, dan kuli, membangun gubuk baca. Mereka, kaum muda Gang Tato, ingin menggeser ruang yang selama ini digunakan warga untuk bermabuk-mabukan. Tujuannya satu, ingin memutus mata rantai kemiskinan dan stigma negatif yang sudah mengungkung kampung itu selama empat generasi. (lebih…)

Taman Baca | Taman OI, Ciputat Tangerang Selatan

Setiap hari, di tengah hiruk-pikuk kolong jalan layang di depan Pasar Ciputat yang senantiasa macet itu, beberapa petugas kebersihan terlihat beristirahat di pos bertuliskan “Taman Baca”. Ada yang tidur di bangku panjang, di bawah rak-rak buku yang digantung di atasnya. Ada juga yang duduk di taman, membersihkan pos, atau membersihkan area itu dari sampah. (lebih…)

30 10 2016 | Hari Bersastra Yogya | Studio Pertunjukan Sastra Yogyakarta

14589580_1308299979204068_1120914502815406907_oDi tahun 2016 ini, Studio Pertunjukan Sastra genap berusia 16 tahun. Gelaran Bincang-bincang Sastra yang digulirkan setiap bulan sekali tidak terasa sudah berlangsung selama 11 tahun. Sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat sastra Yogyakarta, tahun ini Studio Pertunjukan Sastra bekerja sama dengan Taman Budaya Yogyakarta kembali menggelar acara Hari Bersastra Yogya #4 dengan tema “Keberangkatan (Kembali)”. Acara ini akan berlangsung pada hari Minggu, 30 Oktober 2016 di Taman Budaya Yogyakarta.  Gelaran Hari Bersastra Yogya tahun ini akan dibagi menjadi dua kegiatan, siang Bincang-bincang Sastra “Peluncuran Antologi Esai Sastra Jawa, Gagaran Lampah” bersama Iman Budhi Santosa, Dhanu Priyo Prabowo, dan Sugito H.S. akan berlangsung pada pukul 09.00–13.00 di Amphiteater Taman Budaya Yogyakarta. Sedangkan malam, Bincang-bincang Sastra “Peluncuran Buku Dokumentasi Karya Hari Leo AER, Astarengga” bersama Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, Sholeh Ug., Mustofa W. hasyim, dan Sukandar akan berlangsung pada bukul 19.30–22.00. Dalam acara ini juga akan digelar pertunjukan sastra karya Hari Leo AER, yakni pembacaan puisi oleh Fairuzul Mumtaz, pembacaan cerpen oleh Anes Prabu Sadjarwo, deklamasi oleh Dinar Setiyawan, musik puisi oleh Teater JAB, dan monoplay sajak teateral oleh Riska S.N. dan Tubagus Nikmatullah. (lebih…)

31 10 2016 | Puncak Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2016 | Balai Bahasa Yogyakarta

Dalam rangka perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2016, Balai Bahasa DIY dengan mengusung tema “Martabatkan Bahasa dan Sastra Rayakan Kebinekaan” menggelar sejumlah acara kebahasaan dan kesastraan bertempat di Balai Bahasa DIY, jalan I Dewa Nyoman Oka 34 Yogyakarta. Puncak acara dari kegiatan selama bulan Oktober ini adalah “Lesehan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa DIY bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng” pada Senin, (31/10) bertempat di Graha Wana Bhakti Yasa Yogyakarta, jalan Kenari 14 Yogyakarta. Dalam acara ini juga akan tampil sejumlah penyair Yogya untuk membacakan puisinya, yakni Iman Budhi Santosa, Mustofa W. Hasyim, Suminto A. Sayuti, Sutirman Eka Ardhana, Raudal Tanjung Banua, Rina Ratih, Ulfatin Ch., Evi Idawati, Fitri Merawati, dan Mutia Sukma. Akan ditampilkan pula tayangan film dokumenter profil Balai Bahasa DIY yang telah berdiri sejak 1940-an hingga 2016 ini. (lebih…)

29 10 2016 | Jalamuda; Nyastro di Pinggir Segoro | di Pelataran ikon Pantai Parangtritis | Ngopinyastro Yogyakarta

pamflet-jalamuda

 

 

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Komunitas Ngopinyastro Yogyakarta bekerjasama dengan Garis Depan Generasi Muda Parangtritis (Garda Gempa), Mancingan, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, akan mengadakan acara seni pertunjukan dengan tema “JALAMUDA; Nyastro Pinggir Segoro”. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2016, mulai pukul 19.00 WIB. Pelataran ikon “PANTAI PARANGTRITIS” akan dijadikan sebagai panggung acara tersebut. Komunitas Ngopinyastro dan Garda Gempa juga mengundang komunitas-komunitas seni di Yogyakarta sebagai pengisi acara. (lebih…)

27 Mei – 27 Juni 2016 | Mandiri ART|JOG|9 | Jogja National Museum

Mandiri ART|JOG|9 Perayaan Bersama Pencapaian Seni Rupa Indonesia

Opening
Jumat, 27 Mei 2016 Pkl. 19.00
Dibuka oleh: Dr. M. Arief Yahya
(Menteri Pariwisata Republik Indonesia)
Jogja National Museum
Jalan Prof. Ki Amri Yahya No. 1 Yogyakarta, INDONESIA

Program Pendamping:
Curatorial Tour
Sabtu, 4 dan 25 Juni 2016 Pkl. 14.00
Jumat, 10 dan 17 Juni 2016 Pkl. 14.00

Meet The Artists
Jumat, 3 dan 24 Juni 2016 Pkl. 14.00
Sabtu, 11 dan 18 Juni 2016 Pkl. 14.00
Pendaftaran: sideprogram.artjog@gmail.com

(lebih…)

15 MEI 2016 | PAMERAN SENI RUPA DAN LAUNCHING ERUNA GALLERY

 “GERBANG WACANA”

Perupa membutuhkan ruang yang representatif guna mengapresiasikan hasil karyanya kepada publik seni dan peminat karya seni. Ruang seni yang masih sangat terbatas dan sulitnya birokrasi serta mahalnya biaya penggunaan fasilitas untuk mengapresiasikan atau publikasi karyanya, merupakan permasalahan yang sering dijumpai para perupa. Permasalahan ini dialami oleh para perupa pemula atau perupa yang mencari peminatnya.

Dibangun atas inisiatif dan pendanaan pribadi Mulyani Prapto Sarjono, ERUNA GALLERY sudah didirikan sejak tahun 2010. Keberadaannya terus dibenahi mengikuti kebutuhan ruang yang representatif. Tanggal 15Mei 2016, guna menjawab tantangan perkembangan dunia seni terkini, setelah seluruh kesiapan fasilitas dan managemen, Eruna Gallery dianggap sudah cukup memadai dan siap berpartisipasi dalam perkembangan seni rupa Indonesia.

Peresmian ERUNA GALLERY pada tanggal 15 Mei 2016 ditandai dengan pameran seni rupa bersama 31 seniman Magelang dan Yogyakarta, menjadi Gerbang Wacana bagi seniman dan karyanya. Pameran yang diikuti oleh 31 seniman ini menampilkan karya seniman dari beberapa generasi. Dari Jogjakarta 25 seniman Andi Ramdani Bamboo, Jajang Kawentar, Anto Sukanto, Ristianto Cahyo Wibowo, Rojal Fikri, Enggar Pujana, M. Amrozi, Siddek Yamenea, Salim, Jatmiko Wahono, Mulyani Prapto Sarjono, Asnan, Jose Rizal, Luken Biantoro, Uret Pari, Januri, Basori, Satya Budhi, Agus Ismoyo, En Roel, Viktor Sarjono, Yulius HP, Picuk Asmara, Naima Farid, Katirin dan dari Magelang 6 Seniman diantaranya, Arif Safari, Hatmjo, Asrul Sani, Mang Yani, Yulius Iswanto dan Arif Sulaeman.

ERUNA GALLERY merupakan ruang bagi para perupa guna mengapresiasikan karyanya kepada masyarakat seni yang dirancang bersenyawa dengan ruang resto. Gallery dengan apresiatornya, menjadi gerbang peluang bagi para seniman, sebagai alternatif ruang untuk memenuhi kebutuhan apresiasi sekaligus pewacanaan karya ke depan. ERUNA GALLERY tidak hanya akan memfasilitasi ruang bagi para perupa saja tetapi juga bagi para kriyawan, para perajin seni yang berada di Magelang sekitarnya dan Yogyakarta, serta perajin dari mana saja yang berminat mengapresiasikannya.

(lebih…)

30 04 2016 | Bincang-bincang Sastra edisi 127 | Ulid karya Mahfud Ikhwan

Mahfud Ikhwan, pemenang sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ)  2014 dengan buah karyanya Kambing dan Hujan (Bentang, 2015) akan hadir dalam Bincang-bincang Sastra, Studio Pertunjukan Sastra edisi ke 127 Sabtu, 30 April 2016 jam 20.00 di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta.  Kali ini ia tidak akan hadir bersama Kambing dan Hujan-nya, melainkan bersama Ulid (Pustaka Ifada, 2016), novel pertama Mahfud yang sebelumnya telah terbit dengan judul Ulid Tak Ingin ke Malaysia (Jogja Bangkit Publisher, 2009). Bersama Eko Triono dengan moderator Utami Pratiwi novel setebal 578 halaman itu akan diulas. Dalam acara ini teaterawan Merits Hindra juga akan tampil membacakan nukilan novel tersebut.

Novel itu ditulis tak kurang dari lima tahun dengan proses penulisan sebuah karya yang menunjukkan bahwa Mahfud seorang yang anteng dalam menulis dan karakter itu pun mewujud dalam ketetenangan novel-novelnya. Namun, sayang novel ini tidak beruntung di pasar, bahkan diobral dengan harga Rp10.000 saja. Banyak yang menyayangkan kemasan sampul cetakan pertama novel yang menampilkan seorang perempuan tengah menunggu entah apa itu. Hal tersebut disinyalir menjadi salah satu faktor kenapa novel ini tersisihkan dari rak buku sastra serius. Menjadi benar ungkapan “don’t look the book just from the cover” bagi buku ini. Dan di tahun 2016 ini buku tersebut hadir dengan kemasan baru yang sudah sepantasnya mempercantik Ulid. Karena memang buku itu tidak jelek. Buku itu ditulis dengan baik dan  menunjukkan bahwa penulisnya melakukan penelitian-penelitian berdasarkan kisah nyata.

Novel ini berkisah tentang Ulid, seorang anak desa yang mencintai kehidupan di desanya. Sementara itu usaha membuat kehidupan menjadi mapan membuat orang-orang di desanya pergi merantau ke Malaysia. Namun Ulid tdak setuju dengan hal itu, baginya mencari rizki di negara orang lain sama saya dengan menghianati Indonesia. Namun, ayahnya yang seorang guru suatu ketika terpaksa berangkat ke Malaysia karena ekonomi keluarga yang bermasalah. Tentu saja Ulid marah, begitu seterusnya.

Kira-kira sesederhana itu novel tersebut dikemas, begitu dekat dengan pembaca, dan memberikan pemaknaan dan pemahaman yang mendalam dan detail. Sebagai novel yang mengisahkan tentang perjalanan seseorang, novel ini tenang dan tidak menawarkan impian-impian terlampau tinggi sebagaimana novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy atau novel-novel sejenis yang jauh dari realitas kehidupan sekitar.

27/01/16 | Stiletto Book EXPO – @Stiletto_Book | Yogyakarta

Acara: Perayaan Ulang Tahun ke-5 Stiletto Book

Waktu & Tempat: 27 Januari 2016, di Jogja Digital Valley, Jogjakarta

Pukul: 10.00 – 16.00 WIB

Poster Ultah Final

  (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan